. HilangnyaKeperawanankuSebelumnya lihat bagianPERKENALAN (Mei 2010).
Hilangnya keperawananku,uhmmm Aku masih ingat saat itu aku berumur 15 tahun dan hari itu adalah hari minggu.
Saat aku bangun hari itu semua terasa baik-baik saja.
Saat aku bangun ternyata sudah cukup siang, saat itu aku lagi-lagi di-omelin mamaku karena bangun siang melulu.
Padahal aku paling tua diantara saudara-saudara perempuanku, hhi hhi.
Seperti biasa aku selalu sms-an pagi-pagi, sama cowokku pada saat itu(sekarang sudah jadi mantanku), Nova namanya,anak SMAN 10 Surabaya.
Hei, beibh lge apa nih pagi2? sms ku yang pertama di hari itu(tulisannya sih gag seperti itu, tapi hamper senada dengan itu,begitu pula dengan sms yang lainnya)Lge bantuin mamaku nih beibh, kmu sendiri lagi ngapain? Kmu kok baru sms? Baru bangun ya? jawabnya (maklum anak mami, selalu bantuin ortu)Hhe hhe iya nih beibh baru bangun, kmu rajin banget sih beibh pagi-pagi udah bangun aku ajah yang cewek baru bangun balaskuIya dong beibh, aku kan rajin bantuin mama,gak kayak kmu yang malah di-omelin sama mama kmu jawabnyaHhe hhe itu sih mama ku aja yang berlebihan,beibh nanti kita jadi keluarkan? Nanti jemput aku jam berapa?tanyaku mengingat hari ini dia janji untuk mengajakku keluarWah beibh, keliatannya nanti gak jadi beibh coz aku harus nganterin mama aku untuk keluar balasnyaLho kok begitu sih beibh, kmu kan sudah janji? balaskuMaaf ya beibh tapi ini permintaan mamaku,sekali lagi aku minta maaf sesalnyaDengan penuh jengkelku balas Uhhmmmmyaudahlah beibh tapi kmu ganti minggu depan yah? karena aku tahu emang dia anak mamiIya beibh minggu depan aku pasti bilangin mamaku, janji beibh janjinyaLalu aku mulai menghabiskan hari itu sendiri di rumah bersama mama dan satu adik kecilku karena papaku lagi keluar dan adikku yang satu lagi sedang keluar bersama cowoknya, Gilang namanya,saat itu sekolah di SMPN 4 Waru bersama adikku.
Menjelang sore, adikku pulang sekitar pukul 15.
20 WIB.
Kemudian, selang beberapa waktu setelah adik pulang papaku pun pulang.
Saat itu aku ngobrol dengan papaku yang sedang di ruang tamu sambil istirahat sejenak.
Pa, kok baru pulang sih, hari minggu kok keluar sih?tanyakuSambil tersenyum papaku pun menjawabBiasa papa ada urusan, emangnya kenapa sih Dan?Sambil tersenyum pula kujawab Ya gak apa-apa Cuma Tanya ajaLalu papaku pun balik bertanya Kamu kok tumben gak keluar sama cowok kamu?Sambil cemberut dan BTaku pun menjawab gakPa, dia sibuk lo kok begitu,emangnya sibuk kenapa? Tanya papaku dia lagi nganterin mamanya Pa jawabkuWah, bisa-bisa anakPapa ini jadi cewek yang jarang dibelai lanjut papaku sambil tersenyumLalu sambil bingung dengan kata2 barusan aku pun menjawab Ah,sudahlah Pa gak usah dibahas lagi nanti aku tambah BT lalu aku pun beranjak dari ruang tamu rumahku menuju kamarku.
Malam pun datang, seperti biasa aku dan adik-adikku pun saling bercanda-gurau, kami terus saja ngobrol hingga akhirnya tiba waktu makan malam.
Makan malam itulah awal dari musibah itu, aku tak tahu jika itu adalah makan malam terakhirku sebagai seorang perawan.
Awalnya baik-baik saja ketikat aku mulai duduk di meja makan, di sebelahku ada papaku dan di sebelahku lagi ada adikku yang merupakan anak kedua, sedangkan di seberang pandanganku ada adikku yang terkecil dan tentunya mamaku.
Awalnya kita makan dengan tenang,namun dipertengahan acara makan malam itu tiba-tiba adikku yang ada disebelahku mulai merasa sakit perut.
Lalu,aku pun bertanya.
Sha, ada apa? tanyaku pada adikkuAduh, ini kak perutku sakit jawabnya sambil memegangi perutnya yang sakitLho kmu salah makan kali sha saut mamakuEnggak Ma jawab adikkuTrus kenapa lho?tanya PapakuEnggak tau nih PaJawabnya dan dia pun segera ke kamar kecilEh Sha mau kemana?tanya papaku saat adikku pergi dari meja makanEh ya sudah. lanjutin saja makannya kata mamakuSetelah itu kami pun lanjutkan makan, tapi tak lama setelah itu terjadilah suatu peristiwa yang tak aku sangka dan sangat mengagetkanku.
Dari sela-sela pahaku yang sedang memakai hotpant terasa sebuah tangan yang sedang memegangnya dengan lembut.
Aku pun kaget, dan segera berusaha melihatnya tanpa mengganggu yang lainnya yang sedang menikmati hidangan makan malam.
Betapa kagetnya aku ketika mengetahui bahwa itulah tangan papaku dan aku pun terheran-heran melihat wajah papaku yang serasa tanpa dosa.
Papa terus memegang tanganku dengan lembut dan pelan-pelan menuju lebih atas,terlebih tak ada siapa-siapa lagi disampingku sejak adikku ke toilet.
Aku berusaha mengangkat dan menjauhkan tangan papaku itu dari pahaku dengan hati-hati karena aku tak mau mama dan adikku yang kecil tahu namun aku gagal karena besarnya tangan papaku dibandingkan dengan tanganku.
Lalu sambil mengalihkan perhatian yang lain, papaku pun mulai mengajak ngobrol semua yang ada di Meja makan.
Eh Dan, gimana hubungan kamu dengan cowok kamu? tanyanya padakuEh Eh gak apa-apa kok pa, ehh baik-baik saja kok Pa jawabku sambil terus memegang pahaku papa pun lanjut bertanyaMasak sih, hari ini saja kamu gak keluar, gak kayak biasanya? lanjut Papaku ehh.. hh.. kan dia lagi sibuk bantuin mamanya Pa jawabku dengan gugup karena bingung dengan sikap papa ahh masak sih?tanya lagi PapakuPapa anaknya kok digodain sih saut mamaku gak apa-apalah Makan Papa pengen tahu sejauh apa hubungan mereka lanjutPapaNamun kali ini tanganPapa mulai berhasil masuk ke dalam. hotpantku hingga melewati celana dalamku.
Bahkan saat itu Papa mulai memainkan memekku dan saat itu pun papa melanjutkan percakapan yang terjadi di Meja makan tersebutTapi bener gak apa-apa kan Dan? tanya papakuEhhh.. hhh iya Pah,hhmmmm baik-baik saja jawab sambil terus merasakan tangan Papa yang memainkan memekku.
kamu gak apa-apaDan? tanya mamaku yang melihat gelagak anehku.
Betapa gugupnya aku ketika Mama bertanya tentang gelagakku yang aneh.
Saat itu aku takut jika mama tahu apa yang terjadi di balik meja makan itu, mama akan marah kepadaku dan Papa yang berbuat hal tersebut dan akan mengganggu keharmonisan keluargaku.
Namun disatu sisi memekku mulai basah karena permainan tangan papaku, ini adalah pertama kalinya aku merasakan memekku basah apalagi yang lebih parah hal ini terjadi akibat papaku.
Lalu aku pun melihat wajah Papa dan aku pun mulai menjawab pertanyaan Mamaku.
Ehmmm gak papa kok Ma jawabku pada mamaku sambil tersenyumTapi wajahmu kelihatan pucat tuh? tanyanya lagiEhhh gak apa-apa kok ma jawabku dan dengan cepat ku segera habiskan makananku yang tinggal sedikit dan segera berusaha pergi dari Meja makan.
Ehh Ma Pa aku ke kamar dulu ya, aku masih sudah mulai ngantuk pintaku untuk segera meninggalkan meja makanKamu gak apa-apaDan? tanya MamaEnggak apa-apa kok Ma,aku cuma capek saja jawabkuYakin? Tanya PapakuIya Pa jawabkuTumben tidur jam segini? tanya mamaku lagiSudah ngantuk nih Ma,sudah dulu ya kataku sambil mulai meninggalkan meja makan tanpa menunggu adikku yang kembali dari kamar kecilBetapa bingungnya aku dengan apa yang terjadi tadi di meja makan, aku pun mulai memeluk bantalku dengan erat dengan berharap kejadian tadi hanyalah mimpi buruk dan berharap mimpi itu akan segera berakhir, hingga tak lama kemudian akhirnya aku benar-benar tertidur lelap malam itu.
Saat aku sedang tertidur pulas itulah terjadi hal yang paling takkan pernah aku bayangkan seumur hidupku.
Tiba-tiba dadaku terasa digerakan dengan lembut seperti diremas oleh sesuatu, perlahan kumulai merasa tidak nyaman dengan semua ini, lalu aku mulai buka mataku pelan-pelan.
Saat itu samar-samar aku melihat seseorang di sebelahku lalu kucoba segera membuka mataku yang masih buram karena masih ngantuk, namun betapa kagetnya aku saat aku sadar bahwa orang yang di sebelahku adalah Papaku sendiri yang sedang meremas-remas dadaku yang masih tertutup baju.
Segera aku bangun dan menyentak PapaPa sentakku padaPapaEh Dan kamu sudah bangun jawabPapaku sambil tersenyum dan kagetPapa? dengan terheran-heran dengan sikap PapaPapa kenapa disini?Papa tadi lagi. ngapain?tanyaku pada PapaEhh Papa cuma mau lihat anak Papa sudah tidur atau belum?jawab PapakuSegera aku melihat jam, saat itu ternyata jarum jam telah menunjukan pukul 11.
53, aku pun makin heran dengan sikapPapa yang larut malam mendatangi kamarkuKenapa Dan? Kamu keberatan Papa datang ke kamar kamu? tanyaPapakuGak gitu Pa cuma aneh saja malam-malamPapa datang jawabkuKan sudah Papa bilangPapa. cuma mau ngecek saja jawab lagi PapakuLalu dengan tersenyum tiba-tiba Papa mulai melakukan lagi apa yang telah ia lakukan di meja makan, Ia mulai memegang dengan lembut paha putihku yang mulus dengan lembut.
Aku pun dengan sigap mencoba menjauhkan tangan Papa dan menyentak Papa.
Pa! sentakkuPapa apa-apaan sih?dari sejak di meja makan sampai sekarang Papa terus berusaha menyentuh aku heranku dengan sikapPapaGak apa-apa kan Dan?Papa kan cuma ingin nyayang kamu? jawabPapaNamun kali ini tanganPapa telah mencapai memekku lagi dan segera ku sentakPa, Papa apa-apan sih aku ini anak Papa, Papa gak seharusnya lakuin ini ke anak Papa sendiri sentakku dengan keras denag terus berontakNamun tiba-tiba Papa maju dan membuatku terbaring di tempat tidur, seperti sedang kerasukan, Papa terus memainkan memekku dan berkataDan jangan keras-keras dong, kamu pengen ada yang dengar nanti Mama dan adik-adik kamu ada yang denger lho, kamu mau kita di lihat dalam keadaan seperti ini tegas PapakuTapi Pa?Lalu sejenak aku pun berpikir,gimana jika aku teriak malah membuat yang lainnya bangun.
Gimana kalau Mama tau, apa lagi adikku yang kecil melihat.
Aku gak mau keluargaku jadi berantakan karena kejadian ini dan aku memutuskan untuktidak berteriak demi keluargaku.
Tapi aku terus berusaha menghentikan apa yang Papa lakukan padaku.
Dan, gimana rasanya?Kamu nikmatin dong!seru PapakuPa Tapi… saat aku berusaha berontak tiba-tiba jari Papa ditempelkan ke bibirkuSsssssssttt!! suara yang kluar dari mulutPapakuPerlahan aku mulai terangsang dengan semua ini meskipun aku tak inginkan semua ini namu rasanya. benar-benar membuatku tidak tahan dan membuatku mulai mendesisUhhhmmmmuuuuuhhhhhh desiskuGimana Dan? Kamu sudah merasa lebih enak? tanya Papa dengan tersenyumUhhhhh.
UmmmmmmUhhhmmmmm terus ku mendesis karena permainan tangan PapaMemekku pun sekarang mulai merekah dan basah, lalu Papa pun berhentiDuh, anak Papa ternyata seneng juga ya? kata Papa huh.. huh huh desah suaraku mengambil nafasTiba-tiba tanpa memberikan instruksi dan tanpa memberitahuku, segera Papa mengangkat kaos dan BH-ku ke atas hingga terlihatlah kedua payudarahku yang putih pun terlihat jelas bersama dengan putingku yang sedang berdiri tegak karena rangsangan permainan Papa di memekku tadi.
Pa… sentakku karena kagetDiam dong Dan, kamu nikmatin saja! jawabPapaku sambil mulai meremas remas DadakuAeehhhh eehhh desahku merasakan remasan Papa di dadakuGimana Dan? tanyaPapakuEeehhhh eeeehhh desahku terus menerusPapaku saat itu benar-benar seperti kerasukan, saat itu Papa terlihat senang karena telah dapat melakukan semua itu,namun papa terus melanjutkan aksinya.
Kali ini Papa mulai menciumi bibirku dengan tetap meremas dadaku.
Uuhhhmmmmfffhhh desahku menyambut ciumana papaUummmmm desahPapaku dengan bergerilyanya lidah Papa di mulutkuUhhmmmmm desah suara kami berduaEntah sejak kapan namun aku merasa telah mulai terangsang hingga akupun membalas permainan lidah dari lidahPapaku.
Benar-benar nikmat dan aku pun terus melakukannya hingga cukup lama di tamabah dengan rasa enak yang diciptaka tanganPapa yang terus meremas dadaku.
Lalu tak lama kemudianPapa segera menghentikan dan berkataKamu suka Dan?tanya PapakuEhhh Enggak kok Pa jawabku dengan memalingkan wajahMasak sih? Tapi tadi kamu begitu menikmati gitu ejek PapakuEhmmm mau ngomong apalagi aku jelas ikut nafssu malam ituJujur saja deh Dan, gak ada yang tau kok!Lagian kamu pasti kesepian karena sikap cowok kamu yang gak perhatian sama kamu lanjut PapakuEhhmmm bingungku dengan pertanyaanPapaAyo dong Dan jujur?tanya Papaku dengan tersenyumEhh, iyaa deh Pa dengan memalingkan wajah aku pun menjawab bahwa aku emang ngerasa seneng dengan apa yang dilakukan PapaYa gitu domg jujur,sekarang kita lanjutin yuk lanjut PapakuEh, apa Pa? Mau ngapain lagi? tanyakuSudah kamu ikutin saja kata-kata Papa jawab Papaku dengan meyakinkankuLalu Papa mulai memlepaskan kaos dan BH-ku secara perlahan, kemudian dilanjutkan dengan melepaskan hotpantku sehingga aku sekarang telanjang bulat.
Aku tak mau bicara terlalu banyak nafsuku yang sedang tinggi membuatku mengikuti apa yang Papa inginkan.
HinggaPapa pun membuka pula baju celana hingga celana dalamnya.
Ooo tak aku sangka aku melihat ini, aku melihat penis Papa yang besar sedang tegang dan mengeras, aku gak tahu berapa ukurannya namun bagiku itu sudah cukup besar.
Lalu Papa pun berkata.
Kenapa Dan? Kamu belum pernah lihat burung cowok ya? tanya PapaEhh, be-be-belumPa jawabku dengan maluLihat saja burung Papa,kamu pasti penasaran ya! seru PapakuEhh, enggak kok Pa jawabku dengan maluEnggak kok masih ngeliat ke arah burungPapa? ejek PapaEhmmm bingungkuSudah… kalau mau pegang juga gak apa-apa kok! jawab PapaEmang gak apa-apaPa? tanyaku dengan wajah penasaranIya Dan jawab PapakuKarena sudah. penasaran akhirnya aku beranikan diri untuk memegang penis Papa.
Gak aku sangka ternyata Penis itu lucu ya, bentuknya yang tegak keras dan kuat dilapisi dengan kulit yang hangat.
Saat ku mulai memegangnya tak aku sangka Papa bereaksi karena merasa nikmatnya dikocok oleh tanganku.
Lalu Papa pun berkataDan jangan dilepasin ya, Papa pengen kamu kocokin perintah PapaE-emang kenapa Pa?tanyaku yang masih polosEhhmmmm Enak banget sentuhan tangan kamu jawab PapaBerkali-kali aku mengocok penisPapa dan Papa pun semakin merasa nikmatDan kamu pernah tahu gak rasanya penis itu seperti apa?. tanyaPapakuEng -enggak Pa,kenapa? jawabkuMau gak cobain emut punya Papa? tawaranPapakuEh enggak Pa, aku takut jawabku yang takut karena menganggap jorokAyo dong Dan, enak kok, cobain dulu deh!rayunya padakuEhmm tapienggankuAyo dong rayu Papaku sekali lagiIya deh, tapi kalau gak enak aku berhenti emut ya Pa jawabku yang mulai tertarikIya Dan jawab PapakuAkhirnya ku mulai dengan menjilat penis Papa, terasa rasa yang aneh bagiku yang baru pertama kali merasakannya.
Namun melihat reaksi Papa yang merasa seneng aku jadi ingin melanjutkannya, aku mulai memasukan penis Papa kedalam mulutku sehingga penis Papa yang besar memenuhi mulutku.
Lalu didalam mulutku yang sempit karena ada penis Papa maka ku mainkan lidahku hingga Papa semakin mendesah nikmat.
Kemudian tiba-tiba tanganPapa membantu kepalaku untuk bergerak maju dan bergerak mundur.
Tak lama setelah itu Papa melepaskan tangannya dan seperti merasa keenakan aku pun dengan sendirinya tetap memaju-mundurkan kepalaku.
Entah apa yang aku pikirkan saat itu,apakah aku suka atau aku terbawa suasana atau karena alasan lain.
Tapi ketika Papa memintaku untuk berhenti aku seperti kehilangan kendali karena nafsuku yang sedang tinggi.
Dan, sudah ya Papa sudah cukup kok! seruPapakuEhhmmmmmehhmmmm gak mauehhmmmm enak jawabku yang masih menikmati penis PapaPapaku saat itu berusaha menghentikan karena ia takut aku marah dengan spermanya. yang akan keluarUhhh Dan nanti kamu jadi kotor lho kata PapaEhhhmmm gak mau emmmm Pa tolakku atas perintah PapaTak lama kemudian tiba-tiba mulutku terasa seperti disemprot, saat itu cairan sperma Papa sudah memenuhi mulutku dan Papa segera menarik penisnya.
Saat itu Papa segera bertanyaDan kamu gak apa-apa kan? Kamu sudah Papa ingetin tapi gak mau dengar sih kata PapaGak apa-apa kok Pa,tapi ini apa? dengan lugunya aku bertanya pada PapaItu yang namanya sperma, Papa takut kamu marah karena rasanya gak enak, jadi tadi Papa minta kamu berhenti, tapi kamunya malah gak mau, gimana gak enakkan rasanya?tanya PapakuEhhmmm enak kok Pa meskipun rasanya aneh jawabku sambil menikmatinyaAku seperti sudah mulai biasa dan tak canggung pada Papa yang seperti ituDan kamu mau gak lanjutin ke permainan. selanjutnya? tanyaUuuhmm seru gakPa? tanyakuku sambil mencium bibir PapakuSerulah Dan jawabPapakuOkei deh jawabkuLalu Papa pun mulai membaringkan tubuhku ke tempat tidur dan membuka kedua pahaku.
Pelan-pelan Papa mulai menggesekkan penisnya di bibir memekku yang sudah basah dari tadi, aku pun bertanya.
Ehhhmm… Pa emang gak apa-apa ya? Aku takut sakit nihucapku pada PapaGak Papa Dan, malah enak kok.
Kamu percayaPapa deh! ucap Papa meyakinkankuIya udah deh aku percaya ehhhmmmm lanjutku sambil merasakan gesekan penis PapaDengan perlahan Papa terus menggesekan Penisnya di sekitar bibir memekku dan tiba-tiba Papa berkataTahan ya Dan ucap Papa emang kenaaa napa?tanyaku yang terputus karena akhirnya Papa mulai memasukan penisnya ke dalam memekku dan terasalah rasa perih ituEhhhhmmmmm erangku. sambil menahan suarakuUhhmmm tahan yaDan uhmmm ucap Papa sambil mengerang kenikmatan karena nikmatnya memekku yang masih perawanEhhhhhmmmm Pa sakit sentakku padaPapa karena rasa perih yang kurasaTahan. Dan jawabPapa yang mulai memaju-mudurkan penisnya yang menancap di memekkuKemudian Papa terus memaju-mundurkan hingga cukup lama dan aku pun mulai merasa kenikmatan yang dimaksud,benar-benar nikmat aku pun mulai terangsang dan mulai meminta Papa untuk meneruskan bahkan memintaPapa untuk mencium bibirku.
Pa enaakk ehhhmmmmterusin saja Pa! pintaku padaPapaOooohh Iya Dan jawab PapaEeuuhhmm ciumin aku Pa ehhmmm sekali lagi ucap pintaku pada Papa uuuhhhmmmmmm suara ciuman Papa dibibirkuAku pun membalas ciumanPapa.
Sambil terus memaju-mundurkan penis Papa dalam memekku akhirnya Papa juga meremas-remas dadaku.
Aku benar-benar sangat terangsang.
Lalu Papa pun berhenti menciumku dan mengangkat badannya dengan tetap menancapkan penisnya.
Huh huh huhDan, buka mulut kamu dong perintah PapaEeehhmmm kenapaPa? tanyakuHuh huh Buka sajaDan Perinta PapakuAku pun segera membuka mulutku, tiba-tiba Papa melepaskan penisnya dari memekku dan maju mengarahkan penisnya ke mulutku hingga keluarlah lagi semua sperma Papa di mulutku untuk kedua kalinya.
Uhhhmmmmmmmmmffftt erangku menikmati sperma PapaLalu Papa pun merebahkan tubuhnya di sampingku.
Kita berdua istirahat karena cukup lelah.
Tak lama kemudian kita pun ngobrolGimana Dan kamu seneng? Enak gak?tanya Papa padaku sambil tersenyum dan membenahi rambutkuEnak sih Pa jawabkuTapi kok tiba-tiba gini sih Pa? Kenapa harus ngelakuin sama aku?tanyaku pada PapaKenapa? Kamu marah pada Papa? Kamu gak suka kalau Papa lakuin sama kamu? tanya balik Papa dengan nada kecewaEnggak kok Pa, cuma pengen tahu saja?tanyaku pada PapaEhhmmmmmmsebenernya Papa lagi ada masalah sama Mama sedangkan Papa lagi pengen banget untuk ngelakuin itu dan Papa bener-bener gak kuat melihat badan kamu yang sudah tumbuh jadi cewek yang cantik. dan sexy jawab PapaSebenernya Papa sudah lama nahan perasaan ini tapi hari ini Papa gak kuat dan hari ini Papa bener-bener pengen banget jelas PapaKamu gak marah kan?tanya Papa padakuEnggak kok Pa aku. kan anak Papa, jadi aku harus bales semua yang pernah Papa kasih, ini saja belum cukup untuk bales kebaikan Papa yang jagain aku dari kecil jawabkuKamu emang anak Papa yang baik ucap Papa sambil mengusap rambutkuMmmm Dan Kalau lain kali Papa butuh kamu temenin lagi kamu mau gak? tanya Papa padakuEmmmmm Papa nakal ah sekali dikasih minta lagi jawabkuJadi gak boleh nih?ucap Papa dengan nada. kecewaLalu aku pun mencium bibir PapaBoleh kok Papa aku sayang kapan punPapa butuh aku siap kok jawabku dengan mencium bibir Papa sekali lagiTerima kasih ya Dan jawab Papa dengan membalas ciumkuDan, Papa pergi dulu ya ucap PapakuMmmmm mau kemana Pa? Aku masih pengen Papa disini!ucapku dengan nada manja ke PapaMau baliklah ke kamar,nanti Mama malah tahu lho jawab PapaMmmmm ya deh tapi cium sekali lagi dong!pintaku dengan manjaMmmmffffftttttttt suara kami berciuman terakhir dimalam ituLalu Papa pun memakai bajunya dan segera meninggalkan kamarku, tapi sebelum Papa meninggalkan kamar aku manggil PapaPa !! panggilkuApa Dan? TanyaPapaku yang didepan pintuTerima kasih ya sudah ngajarin aku! Ucapku dengan manjaIya jawab Papa dengan tersenyumAkhirnya aku pun tidur dengan nyenyak.
Pagi harinya aku bangun dengan mata yang cukup ngntuk namun hari itu aku harus bangun untuk berangkat sekolah meskipun diSekolah aku ngantuk banget.
Tapi agi itu ketika selesai sarapan, aku langsung ciumPapa dan berkata aku sayangPapa.
Sejak hari itu kita sering melakukannya, bersama ketika gak ada orang ataupun ketika larut malam.
Aku pun sering dikasih uang jajan lebih dariPapa tanpa sepengetahuanMama atau keluarga pun yang lain.
Sumber:Internet