Gelap

Kontradiksi 3

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Kontradiksi 3

. BAB TIGAPerasaanku sore itu berbeda dari dua hari kemarin.
Betul, saat ini aku juga deg-degan, tetapi, ada perasaan lain berkecamuk di hatiku.
Ada perasaan harap-harap cemas yang kurasakan.
Bila kali ketiga dan ternyata nanti hasilnya sama, maka ini berarti bahwa ibu sebenarnya tidak marah ketika aku melihat tubuhnya setengah telanjang.
Ketika ibu keluar kamar, ibu merengut menatapku.
Ibu: “Mau ngelihatin ibu ganti baju lagi?”Aku hanya menggeleng sambil belagak baca komik.
Bila ibu suka berkontradiksi, aku juga akan berkontradiksi.
Aku: “Hadi mau baca komik sambil ngadem.
”Setelah dandan singkat, ibu memakai celana dalamnya, lalu membuka handuk seperti biasa.
kali ini ia membelakangiku.
ketika ia menengok ke arahku, aku melirik komik.
kemudian aku melirik lagi tubuhnya yang setengah telanjang, ia tampak mencari-cari baju.
terkadang ia menengok aku, dan aku pura-pura lagi baca komik.
Ibu: “Gitu dong.
jangan ngelihatin ibu ganti baju.
”Aku hanya tersenyum.
Tapi dalam hati bingung.
Apakah mungkin ibu tidak tahu bahwa aku sebenarnya hanya pura-pura baca komik saja? Apakah ini termasuk dalam karakter ibu yang penuh kontradiksi? Apakah berarti aku harus pura-pura terus?Selama. sebulan itu, tiap sore aku akan melihat ibu ganti baju.
semakin lama ibu semakin jarang menengok ke arahku.
terkadang aku begitu asyiknya menatap tubuhnya sampai ibu sering juga menangkapku melihati tubuhnya, namun begitu aku sadar dan aku melirik komik, maka ibu akan melanjutkan apa yang ia lakukan saat itu.
Bulan kedua ketika ibu berdandan, aku yang punya rencana baru memberanikan diri berkata padanya.
Aku: “Ibu, biasanya kalau ga ada Hadi, ibu dandan pakai handuk? kan basah tuh.
”Ibu: “Biasanya sih dibuka.
tapi kan ada kamu.
Masak dibuka.
”Aku: “Emangnya kalau ada Hadi kenapa Bu?”Ibu: “Kan malu ibu ga pakai baju.
”Aku: “Kan Hadi ga ngelihatin ibu.
kenapa harus malu?”Ibu menatapku, aku pura-pura baca komik lagi.
tak lama kulihat ia mengambil celana dalamnya di lemari, lalu membuka handuknya.
Yes! rencanaku berhasil.
Kini aku menikmati tubuh ibu dari samping, karena meja rias ada di samping tempat tidur.
dapat kulihat bagian samping payudara kanan ibu yang bulat.
Ibu: “Hadi…”Aku melihat wajah ibu yang ternyata sedang melihatku dari cermin.
sial, pikirku, apakah ibu kini akan marah?Ibu: “Kamu ga akan ngelihatin ibu yang cuma pakai BH dan celana dalam ini kan?”Aku: “Enggaklah bu, masak Hadi kurang ajar sih.
”Sejenak aku lirik komik lagi.
lalu aku kembali melirik ibu yang masih berdandan.
kulihat kini ibu berdandan agak lama.
biasanya ia memakai bedak dengan cepat, namun kini ibu gerakannya perlahan.
wah, ibu sungguh baik dan membiarkan aku menatapnya lebih lama.
ibu terkadang melirikku, namun kini aku tidak mau lagi melirik komik tiap kali ibu menoleh.
Ketika ibu bangkit dari tempat duduk riasnya, ia membalikkan badan menghadapku.
Ibu: “Kamu ga ngelihatin ibu lagi, kan?”Aku: “Enggak dong bu.
Hadi lagi asyik baca komik nih.
”Namun mataku tetap menatapi payudaranya yang kini terlihat dari depan.
aku hanya menaruh komik di depan hidungku, namun aku tetap jelalatan menikmati tiap inchi tubuh ibuku yang seksi itu.
Ibu: “Gitu dong.
”Ibu lalu memakai dasternya yang kini dilakukan dengan perlahan.
kemudian ibu berlalu dari kamar.
Ibuku meninggalkanku yang sedang berbahagia.
Kini aku dapat melihat tubuh setengah telanjang ibu tanpa ada protes dari ibu.

Sumber:Internet