Gelap

Maafkan. . 1

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Maafkan.
.
1

1Aku baru saja naik ke kelas 2 SMP saat aku mulai merasa ada yang salah dalam diriku (saat menceritakan ini usiaku sudah 16 tahun).
Sebagai sisiwi SMP aku termasuk anak yang pintar.
Namaku Nirmala, panggilan sehari-hariku mala.
Aku lebih suka bergaul dengan teman yang diatas usiaku, dan aku punya teman akrab yang masih tetanggaku, merekaadalah mbak Inun 18 tahun dan mbak Riska 18 tahun.
Mereka berdua saat itu masih duduk dibangku SMA kls 3.
Walaupun aku masih kls 2SMP tapi mereka menganggapku sebagai teman baik, dan aku juga merasa beruntung karenabanyak hal berupa wawasan yang bisa aku dapatkan dari mereka berdua.
Suatu hari kami pernah ngumpul saling ngegosip dirumah mbak Riska, karenakebetulan ortunya dan adiknya lagi bepergian kerumah pamannya.
Kami bertiga banyak bercerita dan saling curhat sambil menikmati rujak yang kami buat sendiri.
Entah darimana awalnya mbak Riska bisa cerita tentang dia dan pacarnya, begitu juga mbak Inun, gak mau kalah menceritakan perjalanan cintanya denganpacarnya.
Aku tidak tau sama sekali kalau waktu itu pergaulan mereka berdua sudah melewati batas wajar, dan aku menyadarinya setelah aku terjerumus akibat pengaruh pergaulan dan cerita mereka.
Aku ingat waktu itu mbak Riska bercerita kalau pacarnya sangat menyayanginya dan sangat bangga punya pacar, begitu juga mbak Inun, yang mengatakan sungguh nikmat berpacaran.
Kalaulah saat itu aku menyadari bahwa mereka bukanlah teman yang baik, mungkin aku tidak menjadi seperti sekarang ini.
Aku merasa seperti menyesal dan seperti merasa ada yang lain pada diriku.
Berkali-kali aku curhat menceritakan pada orang yang sudah dewasa tentang semua yang kualami, tapi tetap saja beranggapan bahwa aku yang salah.
Disaat acara ngumpul dirumah mbak Riska itu, ada hal yang membuatku selalu tanda tanya, ada hal yang membuat pikirannku selalu membayangkannya, dan aku semakin penasaran aja.
Menurut mereka berdua (yang saat itu aku tidak tahu sama sekali kalo mereka punya niat buruk padaku), cewek remaja itu dijaman sekarang gak jamannya lagi kalo belum kenal cinta, gak jamannya lagi kalo belum punya pacar.
Dan mereka berdua juga sangat terbuka padaku, bahkan mereka cerita kalau mereka sudah tidak perawan lagi.
Semua cerita mereka saat itu seolah membuat agar aku malu belum punya pacar.
Aku bahkan saat itu diejek, dikatai kalo aku itu kurang pergaulan, walau aku sudah bilang umurku baru hampir 14 tahun, tapi malah dibilang kalo aku itu anak mami, anak pingitan dan tidak kenal dunia luar.
Sebagai gadis remaja yang sudah SMP aku marasa malu dikatain begitu, aku merasa gak senang kalo dibilang kurang pergaulan.
Dan masih kuingat kalau ada kata-kata mereka yang katakan, bahwa aku tidak pernah punya ceritagaul tentang pacaran dan nikmat pacaran.
Dan aku lebih merasa terhina lagi saat mbak riska bilang, wanita itu belum dikatakan wanita kalo belum rasakan sex… wanita itu masih belum bisa dibilang wanita sesungguhnya, kalo belum menikmati sex.
Perkataan itulah yang buat diriku yang akhirnya menjadi pukulan berat bagiku.
Aku tidak bisa bilang apa-apa saat mereka mengatakan itu setengah mengejek padaku, bahkan kuingat mataku hampir berkaca-kaca saat itu karena malu sekali mendengarnya.
Mereka berdua sadarkan aku, kalo aku memang gadis yang tidak gaul alias kuper, gadis pingitan yang belum kenal cinta dan sex.
Bersambung… :-D
Sumber:Internet