Gelap

Mamanya Eri 11

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Mamanya Eri 11

. Hubungan kami berubah semenjak kemarin.
Aku jadi makin percaya diri.
Bahkan saat ada Pak Bambang.
Yang pasti, disuruh kemana pun kini aku tak lagi takut.
Begitu Pak Bambang angkat kaki dari rumah, langsung kuentot Bu Bambang.
Di memek, di anus dan atau di mana pun kusuka.
Tapi sejujurnya, aku lebih suka ngentot memeknya.
Bu Bambang mulai memanggilku Eri setiap saat.
Tentu aku takut, pada awalnya.
Saat aku makan malam sama Bapak dan Ibu Bambang, Bu Bambang nyuruh sesuatu.
Ambilin itu dong Ri.
Pak Bambang langsung diam, lantas melihat istrinya.
Aku melihat Pak Bambang.
Aku terkejut.
Aku takut.
Lantas Pak Bambang bersuara.
Ambil Ri, kasih ke mamamu!Kini Bu Bambang tak ragu lagi memanggilku Eri meski ada suaminya.
Bahkan Pak Bambang pun ikut memanggilku Eri.
Pak Bambang mulai memperlakukanku seolah aku Eri, anaknya.
***Suatu pagi, sehabis Pak Bambang pergi, aku melangkah ke kamar Bu Bambang.
Lantas kami ngentot.
Setelah ngentot, aku berbaring di ranjang sementara Bu Bambang mandi.
Beberapa saat kemudian, Bu Bambang keluar, lantas bersolek.
Kok langsung mandi mah.
Emang mau kemana?Gak kemana-mana.
Ingat dong Ri, mandilah kamu sebelum kamu dimandikan.
Ah mama.
Ada-ada aja.
Aku bangkit begitu Bu Bambang selesai memakai pakaian.
Begitu keluar dari kamar, aku mendadak tergelitik untuk keruangang lain.
Bukannya ke kamarku dan atau ke ruang tamu, aku penasaran akan keadaan kamarnya Eri, tempat saat aku sering bermain dengan Eri saat kami kecil.
Mungkin karena Bu Bambang menyadari ketergelitikanku, beliau mengikutiku dari belakang.
Aku lantas menuju kamar Eri dan masuk.
Tempatnya masih seperti dulu.
Kusadari Bu Bambang melihatku dari pintu kamar Eri, namun beberapa saat kemudian, kudengar langkahnya menjauh pergi.
Aku melihat-lihat kamar Eri selama kira-kira sepenanakan nasi.
***Aku keluar dari kamar Eri menuju dapur.
Kulihat Bu Bambang sedang masak.
Mau makan apa Ri.
Kira-kira Bapak pingin dimasakin apa ya?Gak tahu.
Kalau menurut mama, kira-kira papa ingin makan apa?Bu Bambang tak terkejut dengan ucapanku karena telah beberapa hari aku memanggil Pak Bambang dengan sebutan papa atau ayah.
Rasanya kini aku jadi lebih terbiasa memanggil mereka dengan sebutan mama dan atau papa.
***Beberapa hari berlanjut dengan rutinitas yang sama.
Aku selalu ngentot mama saat papa pergi.
Lantas kalau papa libur, papa selalu mengajakku keluar.
Entah makan-makan atau sekedar jalan-jalan.
***Jadi begini, beberapa hari ke belakang, saat aku ke kamar Eri.
Suasananya masih seperti yang kuingat dulu.
Kasur, lemari, beberapa benda milik Eri.
Juga pelbagai bingkai berisi foto-foto Eri, dari mulai kecil hingga gede.
Saat Eri sendiri maupun bersama keluarganya.
Saat melihat foto-foto Eri aku benar-benar terkejut.
Wajah di foto itu adalah wajahku.
***Sudut pandang anak selesai.

Sumber:Internet