Gelap

Mertuaku Bahenol Mertuaku Haus Seks

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Mertuaku Bahenol Mertuaku Haus Seks

. . Ya, nanti Dendy tunggu dirumah! trrrk, ku tutup gagang telpon dirumah itu.
Sabtu dibulan November, setahun lalu.
Sudah dua hari ini aku bermalam di rumah Mama Wiwiek, mertuaku, tak jauh dari Plaza Jembatan Merah, Surabaya.
Aku dan isteriku, Rima, sebenarnya tinggal di Malang berdekatan dengan rumah orang tuaku.
Sudah dua hari iniaku membereskan isi rumah.
Dua bulan sebelumnya, Ibu Mertuaku sudah menempati rumah barunya di Jakarta.
Kedatangannya ke Surabaya untuk untuk mengatur pemgiriman barang-barang yang masih ada dirumah ini.
Kurang lebih dua bulan ini rumah ini kosong.
Kunci hanya dititipkan saja ke tetangga sebelah.
Ibu Mertuaku datang sendiri karena papa Toni, suaminya sudah 6 bulan dinas di malaysia.
Usia Ibu Mertuaku Wiwiek 46 tahun genap di tahun 2002 ini.
Parasnya cantik,secantik isteriku.
Kulitnya lebih putih ketimbang isteriku.
Rima, isteriku,lebih mirip dengan Papa Toni yang kulitnya sawo matang.
Walau sudah separuhbaya, penampilan Ibu Mertuaku Wiwiek tak kalah dengan gadis belia, pun jikadibandingkan dengan anak-anak baru gede (ABG).
Nafkah yang cukup darisuaminya digunakannya dengan leluasa untuk merawat diri.
Dia rutinpergi ke salon, senam aerobic dan pernak-pernik urusan kecantikan.
Kira-kira jam 11.
30 Diatiba dirumah, diantar taxi daribandara.
Seperti biasa, pertama kali kucium tangannya, tanda cerita, setelah makan siang, satu hari itu kita mengepakbarang-barang yang akan di kirim ke Jakarta, dibantu oleh Tante Rina,tetangga sebelah dan dua orang anak gadisnya.
Setelah ketiganya aku dan Dia .
Den, tolong ditelpon lagi ya yang mau ngangkat barang-barang iniujar Dia menyuruhku menelpon perusahaan jasa pindahan.
Karena kelelahan seharian membereskan barang-barang, Diamengambil bantal lalu tidur-tiduran dengan hanya beralaskan tikar, karena semuaisi rumah sudah dirapihkan.
Karena kegerahan, Dia mengganti kaos dancelana jeansnya dengan daster tidurnya.
Aku hanya menunduk dan mencuri-curipandang saat Diamengganti pakaiannya dihadapanku.
Aku pundengan serta merta melihat tubuhnya.
Tubuh yang mengenakan daster.
Ia kembali membaringkan tubuhnya ditikarsambil memejamkan mata.
Aku duduk di tikar yang sama sambil membaca koran.
Mataku sebenarnyatak tertuju pada berita koran.
Saat itu terlihat dihadapanku, sesosokperempuan cantik dengan tubuh yang bahenol.
Belahan dadanya terlihat jelas.
Puting payudaranya menyembul.
Agaknya tidurnya tidak nyenyak.
Ia kerap memutar balikkan tubuhnyake kanan dan ke kiri.
Dasternya pun tersingkap.
Terlihat jelas oleh kupaha mulu sama tak kuasa menahan gejolak birahi.
Aku sepenuhnya sadar bahwawanita ini adalah Ibu Mertuaku.
Sebagai laki-laki normal, birahikumendidih.
Mataku terus mengikuti gerak tubuhnya .
Sambil sesekalikututupi dengan koran, takut jika kelakuanku tertangkap basah olehnya.
Kuperhatikan terus tubuh molek dan bahenol itu.
Kemaluankusudah mengeras.
Karena tak tahan, kuletakkan koran yang memang tidak kubaca.
Segeraaku ke kamar mandi.
Niatku, hanya satu.
Onani! Sungguh tak tahan lagi akumenahan gejolak naf sekitar empat menit aku mainkan penisku.
Aku terkejut!!! Kreepp,pintu kamar mandi terbuka.
Ibu Mertuaku ! Pintu kamar mandi tak kukunci.
Sambil memegang penisku aku menundukkan badan karena malu.
Den, sedang apa kamu? ujar Dia sambil ini Mah, nggak, anu jawabku, kehabisan ka ampun Den, baru 2 hari nggak kumpul sama Rima, sudah segitunyatimpal Dia sambil terus memandangi hening.
Aku terdiam.
Secepatnya ku kenakan celana mau pakai toilet? Tanyaku memecah kebi mama mau buang air kecil jawabnya dengan tetap keluar kamar mandi.
Tak lama dia keluar juga.
Tapi kali ini, ku lihat dia sudah tak mengenakan BH.
Jelas terlihat, karena daster yang dipakainya bisadibilang, sangat tipis, menembus ke kulit aku tahu, wanita biasa melepaskan BH nya jika hendak tidur,karena merasa sesak dan tak nyaman.
Rima, isteri ku, sangat sering melepaskanBH jika hendak tidur malam.
Dia kembali merebahkan tubuhnya di atas tikar.
Kali ini,sepertinya dia sengaja menyibakkan dasternya dengan sedikit menaikkan lutu diletakkan diatas payudaranya.
Bagiku pada saat itu, itumerupakan isyarat seorang wanita setengah umur yang rindu belaiantangan laki-laki.
Dipikiranku, Diasedang menggodaku! Karena gelap mata.
Karena onani tak tuntas.
Karena penis ku tak bisadiajak berunding.
Kulepas celanaku.
Tanganku dengan cepat menelanjangicelana dalam Mertua ku.
Secepat cahaya kukangkangkan penisku kelubang vaginanya.
Aku benar-benar sudah matagelap ingin melampiaskan bira bukan kepalang.
Tak sampai satu 30 detik, diasudah merasakan penisku menghujam vaginanya.
Dendy, apa ini? ucap Diadengan nada pelan, namun denganmata yang membelalak.
Aku tak menjawab, penisku terus ku tekan hingga benar-benar masuk,pol, ke rongga vaginanya.
Mmmaaa sich, tidurnya sembarangan ucapku sambil menaikturunkan pinggangku. TAMAT. .
Sumber:Internet