Gelap

Mudik Yuk 4

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Mudik Yuk 4

. . Sembari terus melaburi dada dan payudara dengan minyak, Ridwan dengan cermat membaca bahasa tubuh sigadis.
“Anu dik…, ilmu saya masih cetek…kayaknya saya tidak mampu membersihkan dengan tuntas, Minyak pengasihannya tidak juga berhasil menyatu sempurna ditubuh adik, mungkin karena masig ada sedikit kekotoran itu yang tertinggal di bagian-bagian. sulit.
’ ‘Ngg jadi gimana pak…hhh’ kembali nikmat menyentuh dadanya.
‘Ohh bapak ini benar-benar baik, walaupun saya sudah telanjang bulat, dia tidak melakukan apa-apa’ Tara sudah percaya 100% kepada dukun ini.
Pacarnya dan Indro sama saja, buru-buru masukin anunya kekewanitaanny, enak sih’.
Ridwan terus melabur, berupaya melenakan kembali sigadis ‘Saya coba lagi, mudah-mudahan berhasil, coba dilepas sarungnya’ Tara mengangkat pinggulnya, memudahkan Ridwan meloloskan sarung itu.
Tara merasakan kembali nikmatnya tangan itu melaburi tubuhnya dengan minyak, gairahnya kembali meletik.
‘Mmmmm …’ Tara mendesah kecil Laburan Ridwan semakin bebas, mengarah di segitiga kemaluan naik atas berputar diperut, naik lagi, merambah payudara, memerah keras, menuruni lereng, merambah payudara sebelahnya, memerah keras disana, memelintir mencoba menggusur pentil, turun kebawah, berputar dipusar, menjamah gundukan daging lembut dibawah pusar, ketiga ujung jarinya telunjuk, tengah dan manis, mencongkeli lembut sisi bibir kemaluannya.
‘Shhh…’ Tara menggelinjang Kembali Ridwan mengulangi ritualnya “Shhh…shhh…’ semakin menggelinjang. Dengan penuh kesabar Ridwan mengulangi berkali-kali ritualnya.
Kedua tangan tara sekarang dikalungkan dileher sidukun, mendekap,mencari kekuatan menahan dera kenikmatan yang datang kembali, wajahnya dibenamkan dileher.
Ridwan membantu mengganjal leher sigadis dengan lengan kirinya, merangkulnya dengan mesra.
Tangan kananya bergerilya kemana-mana.
‘Pak…ohhh…ohh’ kembali Tara mengeluh, saat telapak tangan sidukun tidak lagi melaburi, tetapi ketiga jari, telunjuk tengah dan manis, merambah hutan lebat disekitar gua kewanitaannya.
‘Shhhh…hhhh’ Tara menggeliat ketika jemari itu dengan sengaja memutar klitnya dan. sesekali memelintirnya. Ridwan mencermati bahasa tubuh sigadis, ‘yesss doi sudah balik lagi gairahnya’ Dengan semakin bersemangat, ketiga jemari Ridwan melaksanakan ritual dengan penuh disiplin.
Menghantarkan kembali tubuh sigadis kealam bawah sadarnya.
Tubuh telanjang itu kembali menggelinjang-gelinjang.
Tapi sekarang tangan Tara sudah bisa memeluk erat tubuh sidukun, melampiaskan dera nikmatnya.
Wajah Tara yang terpejam merapat kewajahnya sambil memeluk mesra, seolah dirinya adalah kekasihnya tercinta, disengajanya jari tengah menelusup agak dalam kegua kewanitaan si gadis, yang membuat matanya berkerenyit menerima sentakan nikmat.
Tak sadar sigadis melumat bibirnya mencari penuntasan nafsu.
Ditariknya kembali sijari dan ditelusupkannya lagi, beberapa kali.
Dirasakannya pinggul sigadis menggeliat menggerakkan liang kewanitaannya mengejar selusupan. jemari, ‘Pak oh Tara mulai menceracau ‘Wah kayaknya sudah bisa nich’ Ridwan memutuskan untuk melakukan. penetrasi Dengan meningkatkan keahlian jemarinya menggusur mulut dan. liang kewanitaan, Ridwan berspekulasi ‘Dik jari saya tidak bisa melaburi kotoran yang didalam’ ‘Pak oh ..hhh bapakhhh’ Susah payah Tara menyahut, pasrah 100%, tidak peduli lagi dengan ritual, dirinya kembali terbuai arus birahi.
Dengan sigap Ridwan melepaskan kaus dan celananya, wuihh kalau bisa diukur kecepatannya, barangkali bisa masuk Musium Rekor Indonesia atas kecepatan menelanjangkan diri.
Tangan kirinya kembali memeluk leher sigadis, jemari tangannya kembali melakukan pembantaian yang sejenak tertunda di pangkal paha si gadis .
‘Shh …hhh’ hanya kurang dari 7 detik rabaan dikewanitaanya hilang, kerinduan menyesak akan jamahan jemari itu, terpuaskan, lega.
Bahkan melipatgandakan intensitas kenikmatan.
Seolah memahami kerinduan sigadis, Ridwan semakin sering dan semakin dalam menyelusupkan jemarinya kelubang itu.
‘Adik, jarinya nggak sampai, pakai yang lain yaa..’ Ridwan menelusupkan jarinya lebih dalam ‘Ahhh… ahhh…iya…’ Hilang kembali. kesadaran sigadis.
Sambil tetap dengan lembut berulang-ulang menelusupkan jarinya, tangan kiri menggapai botol minyak ‘Dik, mana tangannya …’ dituangkannya sedikit ditangan kiri Tara ‘Nggg..dik laburkan minyak ke anu saya’ kali ini jarinya agak keras menggosok klit. ‘Ohh….
’ Tara tersentak, seolah mendapat pencerahan tangannya turun kebawah menggapai sesuatu yang hangat mengganjal perutnya, digenggamnya dengan gemas.
‘Laburi dengan minyak dik…’ Ujar Ridwan sembari menelusupkan jarinya agak dalam Yang terjadi tangan Tara membetot agak. keras, Bagi Tara yang masih kencur, ukuran penis sikondektur yang sedikit lebih kecil dari kejantanan Indro yang dua hari lalu. dinikmatinya, tidak jadi masalah.
Dia tidak bisa membedakannya.
Seumur hidup Tara belum pernah memegang benda seperti ini, persetubuhannya dulu dengan pacarnya dan Indro selalu dalam kondisi terburu-buru, tancap, genjot dan lemas.
‘Saya coba lagi ya dik…’ Ridwan bertanya dengan menyamarkan maksud. pertanyaanya, mulutnya sekarang membantu dengan mengulum sedalam- dalamnya payudara sigadis, dikemotnya kuat-kuat, sembari jarinya menekan kuat klit ‘hhh…iya…hhh Tara asal sahut, tidak sadar apa yang akan terjadi.
Dengan sigap Ridwan mengambil posisi, dkangkangkannnya lutut sigadis, setengah berlutut diposisikan pinggulnya dikangkangang paha, diarahkannya si tongkat keras ke sasaran mulut kemaluan, ditempelkannya, dirasakannya pada kepala meriamnya liang yang basah dan hangat, tanpa tadeng aling-aling ditekannya dengan lembut tapi kuat.
Slepp…masuk setengah ‘Yess soraknya dalam hati, memang hebat si Anton, untung bener aku dibuat monyet itu’. ‘Ohhhhh….
’ Tara mendesah panjang, matanya terbelalak, wajahnya terpana, kalau boleh dibilang melongo, merasakan sesuatu masuk kedalam sanubarinya.
Birahi sudah memutar balikan otaknya, membuat seluruh tubuhnya berusaha menggapai kembali kenikmatan birahi.
Ridwan menarik tongkatnya perlahan, yang ditimpali Tara dengan cengkeraman keras dipinggulnya, ditekankan kembali perlahan namun lebih kuat, dirinya menemui hambatan lebih kuat, Ditariknya perlahan, sampai kepala meriamnya hampir lepas, ditekannya kembali, slepp, masuk dengan cukup baik.
‘Aduhhhh….
’ ‘Saya coba lagi ya.. Tahan sebentar dik, agak sulit letaknya, ‘Ridwan menarik kembali perlahan kejantanannya, sampai hampir lepas, membuat wajah gadis cantik itu terkesima menahan rasa.
Kuku jarinya dicengkeram keras ke bokong supir yang telanjang, mencegahnya pergi.
Ridwan menekan kembali perlahan tapi lebih keras kali menekan keras sisi bawah liang kewanitaan’ ‘Ahhhhh…pak…’ Tak tahan Tara mendesah. melepas nikmat.
Dengan sistematis Ridwan menghujamkan kejantanannya perlahan, tapi keras menekan sisi-sisi dinding kemaluan digadis, yang selalu membuat tubuh indah itu menggelinjang-gelinjang diiringi desahan. nikmat dan sengalan nafas.
Tak lama kemudian menghantarkan Tara ke titik akhir pendakiannya.
‘Sh tubuh telanjang Tara kelojotan dibawah penindasan kejantanan sang dukun.
Tara tak sadar kedua belah kakinya yang terkangkang merangkul pinggang sidukun, menjepit keras, menyuarakan tuntutannya agar hujaman kejantanan itu semakin buas dan buas.
Dengan terkejang-kejang Tara kembali meraih gelombang puncak birahinya.
Ridwan sungguh puas menikmati sensasi, tubuh gadis cantik telanjang kelojotan dibawah hujaman kejantanannya.
Dihantarnya sang gadis sejauh mungkin melayari dera kenikmatan, melalui tekanan kuat tongkat kerasnya yang perlahan-lahan digesekkan di sisi atas pangkal kewanitaan sigadis.
Hingga akhirnya fisik Tara tidak mampu lagi bergelinjang, lemas tak berdaya.
Mencoba menanamkan kesan sepositif mungkin, Ridwan menghentikan hujamannya, saat tubuh sigadis sudah lunglai, terlentang, walaupun kejantanannya masih keras menginginkan perlombaan itu dilanjutkan.
Ridwan memang tidak menyukai menghantami gedebong pisang, kepuasannya adalah membuat perempuan terlonjak-lonjak.
Seolah akan memberi bantuan dorongan hidup, Ridwan dengan tongkat yang masih keras tertancap, menelungkupkan tubuhnya diatas tubuh Tara, merapatkan tubuhnya dengan mengandalkan berat tubuhnya, berupaya memberi semangat dan tenaga.
Tara menyambutnya dengan pelukan mesra, seolah-olah menumpahkan kasih sayang demikian mendalam.
Selang beberapa saat, Tara sudah mulai kembali kealam sadarnya, Ridwan melepaskan dekapannya dan bangkit duduk disisi Tara, dengan kaki terjuntai ke lantai.
‘Dik, sisa kekotoran sudah berhasil diserap, maaf ya karena ilmu saya cetek terpaksa harus kontak fisik.
‘Iya pak terima kasih pak’ Tara sangat meyakini kejadian sedari tadi adalah benar-benar. ritual pemberian minyak pengasihan Adik harus ingat pantangannya, jangan sekali-kali berhubungan dengan lelaki yang buat adik tidak sah, seperti istri orang.
Pengasihannya akan menjadi tidak manjur, kalau dengan pacar tidak masalah, demikian juga dengan duda.
’ ‘Iya pak’ ‘Wah adik jangan anggap enteng syarat tersebut, misalnya adik numpang dirumah mbak Hindun, terus Suaminya datang menghampiri dengan janji dimasukkan kerja, bisa tidak menolak, ingat kemarin lusa adik sudah …’ ‘Ooo, terus gimana pak’ ‘Sebenarnya gampang, kalau ada lelaki yang minta hubungan sex, danadik takut menolak ada beberapa trik khusus’ ‘Eee gimana pak? ‘Kalau. sudah telanjang dan segera bersetubuh, adik berupaya agar barang lelaki tidak memasuki barang adik, dengan cara kocok saja diluar, kalau sudah puas pasti loyo, aji pengasihannya aman, tanpa dia tersinggung.
Bahkan ada kemungkinan semakin senang’ ‘Gimana itu pak, saya kurang jelas’ ‘Wah gimana ya, barangkali lebih jelas dipraktekkan saja’ ‘Betul pak, tolong dong jangan ragu mengajari saya’ ‘Ok” Ridwan kembali membaring badan. disisi Tara, kali ini disebelah kiri ‘Ngg gini dik, misalnya bos adik memaksa dilayani, adik tak kuasa menolak, dan adik berdua sudah telanjang seperti kita sekarang, barang bos adik siap masuk, tangan adik kesini…ya…..adik memasturbasi barang ini’ Ridwan meraih tangan Tara untuk menyentuh tongkatnya yang tetap. bertahan dalam kekerasannya menunggu penyelesan’ ‘Gini pak’ Tara. menggenggam daging panas itu, kenyal keras dan berdenyut.
‘Adik remas dan digosokkan perlahan-lahan, seperti ini’ Tangan RIdwan menuntun jemari halus Tara mempraktekkan ‘Yaa..hhhh…betul’ ‘Remas keras…hhhh…gosok….
lepashhh…’ Ridwan sedikit kesulitan menuntun Tara, karena birahinya kembali melonjak-lonjak, setelah diinterupsi sesaat.
’ Tara tekun memprakekan seni rahasia ini, gembira dapat bekal baru.
“Adik perhatikan reaksinya’ Ridwan menahan nafas’ saat anunya kembali dibetot. ‘Apa yang diperhatikan pak?’ ‘Kalau semakin keenakan dan sudah hampir. sampai, adik maksimalkan gerakannya’ Ridwan merasakan puncak gairahnya hampir tiba ‘Yang bagaimana itu pak’ ‘Ehhh, sshh… kira-kira kaya begini…adik perhatikan…’ Ridwan menggeliat nikmat ’sshhh…enak dik…shhh’. tubuhnya menggelinjang- gelinjang, paha kanannya ditumpangkan dipaha telanjang sigadis, merapatkan diri.
Tara merasakan batang keras kenyal meronta-ronnta dalam genggam tangan kirinya, terasa merapat dipangkal pahanya, panas, “Maksimalkan bagaimana pak gerakaknya?’ Sambil berbaring telanjang dan tangannya membetot-betot kejantanan lelaki yang berbaring. rapat disisinya.
‘Ah pintar…, saya tidak tahan lagi….
hhhh…terserah adik’ Ridwan memeluk erat tubuh telanjang dihadapannya, menahan nikmat, kejantanannya dibetot-betot.
Tara asal-asalan membetot-betot semakin keras dan semakin cepat, ‘Shhh…dik saya tak tahan, ‘ RIdwan menggeliatkan tongkat kerasnya dipangkal paha telanjang sigadis, terasa sangat nikmat, sekaligus dijepit keras jemari halus ‘Hhhh saya terpaksa mengeluarkan, shhh keko…shhh…toran yang…hhh…tadi terseraphhh, ayo dik…terus…yang keras…” Susah payah Ridwan berakting diujung ejakulasinya Perasaan aneh menyeruak diri Tara. merasakan tubuh lelaki telanjang menggelepar telanjang diatas tubuh. telanjangnya.
Bak Newton menemukan teori apel jatuhnya, Tara menemukan betapa lelaki bisa melonjak- lonjak bila tingkat kerasnya dibetot-betot, oh ilmu baru.
Terasa ditelapak tangannya, yang sudah kelelahan meremas dan membetot, daging kenyal keras itu berdenyut-denyut, dan memuntahkan sesuatu yang terasa panas di pangkal pahanya.
Ohh pak dukun mendekapnya kuat-kuat, oh betapa mesranya, ohh pahanya keras sekali menekan pahaku.
Tak sadar tangannya terus membetot hingga akhirnya batang daging itu. mulai lunglai dan semakin lunglai, dan lemas, lunak menyerah digenggaman tangannya.
“Adik maaf yaa, karena mengajari tadi, terus adik pegang, saya tidak tahan, adik mulai pintar.
Kebetulan juga saya perlu membuang kekotoran yang tadi saya serap.
Jadi kalau nanti ada lelaki yang adik tidak berani menolaknya, lakukan saja seperti tadi’ ‘Ah bapak saya yang harus terima kasih, teknik itu apakah selalu manjur?’ ‘Mudah-mudahan, kalau adik sudah di Jakarta nanti, kalau kebetulan saya pas disana, nanti saya coba periksa apakah pengasihnya masih manjur’ ‘Oh terima kasih pak…terima. kasih…budi bapak rasanya sulit sekali terbalas, pertama kesempatan bangku, minyak pengasih, terus jurus tadi.
Tapi bagaimana dengan saya dianuin Bang Indro, saya takut Kak Hindun…’ Ridwan bersorak mendengar gadis ini sangat berterima kasih sudah disantapnya, sukses skenario Anton.
Kalau sukses Anton janji pacarnya akan di sharing jangka panjang (penulis: buset dah…) ‘Jangan takut nanti saya cari alasan, adik yang penting menyangkal saja pernah digituin sama suaminya, dan juga jangan sampai suaminya ngaku’ ‘Terima kasih pak…’cup Tara mengecup mesra pipi. sisupir ‘Gimana balas budinya pak, saya belum punya uang’ ‘Tidak usah adik pikirkan, bagi kami uang tak ada artinya, saya sudah menerawang tadi, adik nanti akan sukses menjadi karyawan dengan kedudukan bagus, kurang dari tiga tahun, asal pantangan tadi dipatuhi.
Nah kalo sudah nyetir mobil bagus, gaji besar, bahkan nantinya punya suami baik, ganteng dan kaya, adik tidak boleh lupa sama saya supir bis antar provinsi.
Disitu baru adik dituntut imbalannya, itu konsekuensi ilmu ini’ ‘Iya pak, pasti pak’TAMAT .
Sumber:Internet