Gelap

Ngintip Sopir Sama Pembantu 1

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Ngintip Sopir Sama Pembantu 1

. Waktu SMA aku punya sahabat dekat bernamaAndika.
Andika adalah anak seorang pejabat tinggi di Jakarta pindahan dari Solo.
Ia tinggal di daerah elit.
Tak heran rumahnya besar dan mentereng, berlantai 2 pula.
Kamarnya ada di lantai 2.
Sebagai sobat kental, aku biasa main ke rumahnya, bahkan kadang nginap di sana.
Suatu hari, Andika mengajakku untuk ke rumahnya usai bubaran sekolah.
Katanya ada sesuatu yang sangat menarik yang ingin ia tunjukkan padaku.
Kupikir ia punya mainan atau komik baru kiriman dari kakaknya yang tinggal di Amerika.
Andika memang hobi mengoleksi mainan mobil model dan komik superhero.
Dugaanku salah.
Ketika tiba di rumahnya, ia langsung mengajakku ke gudang yang letaknya di bagian belakang lantai 2 rumahnya.
Di gudang tempat menyimpan kardus-kardus bekas pembungkus barang eletronik itu ia menunjuk sebuah lubang bekas tempat memasang exhaust fan yang ada di salah satu dindingnya.
Lubang itu saat itu ditutup dengan kawat kassa halus, sehingga keadaan di luarnya bisa terlihat meskipun agak samar.
Lewat lubang itu siapapun bisa melihat halaman belakang rumah tetangga sebelah kiri rumah Andika.
Andika cerita kalau waktu tidak masuk sekolah kemarin ia mencari-cari sesuatu yang di simpan di gudang.
Saat itulah sayup-sayup Andika mendengar suara yang mencurigakan.
Karena penasaran, ia ambil kursi dan melongok lewat lubang udara.
Ia kaget karena melihat pemandangan menakjubkan, di mana seorang laki-laki agak gemuk berbaju safari hitam dengan celana melorot sedang beradegan intim dengan seorang perempuan bertubuh kecil, tapi berdada besar.
Si perempuan duduk mengangkang di atas mesin cuci, sementara si laki-laki berada di depannya sambil bergerak maju mundur sambil tangannya bergerilya di balik T-shirt si perempuan.
Kejadiannya sekitar jam 3 sore.
Mendapat sharing cerita begitu tentu saja membuatku bersemangat.
Aku langsung naik ke kursi untuk membuktikan cerita Andika.
Ternyata kawat kassanya sudah berlubang dengan diameter sekitar 5 cm hasil ulah Andika yang ingin melihat lebih jelas.
Saat mengintipAndika meninggalkanku untuk mengambil sesuatu di kamarnya.
Melalui lubang udara itu memang jelas terlihat suasana halaman belakang rumah tetanggaAndika.
Halaman belakangnya lumayan luas.
Ada2 mesin cuci merapat di dinding belakang rumah.
Bila melihat situasinya, memang memungkinkan melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi di sana karena terdapat titik-titik lokasi yang mendukung.
Tapi adegan yang kuharapkan terlihat tidak terjadi.
Tak ada siapapun di sana,tapi sayup-sayup aku bisa mendengar suara obrolan wanita dari salah satu ruangan yang ada di belakang rumah mewah itu.
Andika kembali dengan membawa sebuah teropong, tapi aku katakan padanya kalau tidak apa-apa di sana.
Dan sampai sore kami nongkrong di gudang itu tak terjadi sesuatupun seperti yang diceritakan Andika.
Mungkin kedua orang itu tidak punya kesempatan untuk melakukan lagi.
Hari-hari berikutnya, setiap bubaran sekolah aku rutin ikut Andika pulang ke rumahnya dengan harap-harap cemas dan harus berbohong kepada mama kalau aku belajar kelompok.
Meskipun selama beberapa hari berada di rumahAndika aku belum berhasil mendapatkan yang kuinginkan, tapi setidaknya aku bisa selalu makan enak, he he he.
Hingga akhirnya keberuntungan pun datang padaku.
Dengan menggunakan teropong aku bisa melihat jelas kedua orang berlainan jenis itu mengumbar birahi mereka.
Kali ini mereka tidak beraksi di atas mesin cuci, tapi agak ke pojok dekat tanaman.
Meskipun agak terhalang tanaman dan jemuran, adegan oral yang dilakukan si perempuan terhadap si laki-laki terlihat cukup jelas.
Si perempuan jongkok di depan si laki-laki yang sesekali celingak-celinguk mengawasi keadaan sekitar dan sekali-sekali merem-melek merasakan hisapan si perempuan.
Andika tampaknya tak sabar menunggu giliran untuk ngintip.
Ia mengambil satu kursi lagi dan kami pun berbagi lubang udara untuk menyaksikan adegan dewasa tersebut.
Setelah beroral ria, si laki-laki menyuruh si perempuan membungkukkan tubuh dan menyingkap roknya sementara si laki-laki mulai melakukan serangan dari belakang.
Kutaksir si laki-laki berusia sekitar 40 tahunan, dan melihat seragam safari yang dikenakannya, ia mungkin seorang sopir di rumah itu.
Sementara si wanita, usianya kira-kira 25 tahunan,berkulit putih bersih dan dari gayanya berbusana, mungkin ia seorang pembantu rumah tangga.
Adegan selanjutnya, si laki-laki tampaknya menyuruh si perempuan berbaring di celana panjang si laki-laki yang digelar di rumput lalu mulai lagi menyerang.
Tapi adegan ini tidak berlangsung lama.
Baru beberapa goyangan si laki-laki sudah mencabut miliknya dan menyemprot rerumputan dengan cairannya.
Tanpa banyak cakap keduanya langsung membenahi pakaian mereka dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
Sebenarnya Andika punya handycam, tapi disimpan orang tuanya.
Handycam baru digunakan saat mereka pergi berlibur ke luar kota atau ada acara keluarga.
Andai Andika sempat merekam adegan itu, mungkin sekarang sudah beredar di youtube.
Acara ngintip menjadi agenda tetapku setiap kali aku main ke rumah Andika.
Cuma sayangnya, sulit memprediksi kapan adegan syur itu terjadi, sehingga lama-lama kami bosan menunggu.
Sampai kami lulus SMA, hanya 3 kali aku ketiban rejeki nonton adegan mesum mereka di halaman belakang rumah sang majikan.
Entah bagaimana kelanjutan hubungan sopir dan pembantu itu, Andika sendiri pun tak tahu dan tak mau tahu.
Hal ini wajar, karena di lingkungan elit seperti itu, meski bersebelahan rumah sekalipun, penghuninya tak saling peduli.
(*)
Sumber:Internet