. . . . . . . .
. Ngintip Sopir Sama Pembantu. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. .
.
. . .
. . . .
. . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
. . . . .
.
. . .
. .
. by. . . . .
. .
Waktu SMA aku punya sahabat dekat bernama. Andika.
Andika adalah anak seorang pejabat
tinggi di Jakarta pindahan dari Solo.
Ia tinggal
di daerah elit.
Tak heran rumahnya besar dan
mentereng, berlantai 2 pula.
Kamarnya ada di
lantai 2.
Sebagai sobat kental, aku biasa main
ke rumahnya, bahkan kadang nginap di sana.
Suatu hari, Andika mengajakku untuk ke
rumahnya usai bubaran sekolah.
Katanya ada
sesuatu yang sangat menarik yang ingin ia. tunjukkan padaku.
Kupikir ia punya mainan
atau komik baru kiriman dari kakaknya yang. tinggal di Amerika.
Andika memang hobi
mengoleksi mainan mobil model dan komik. superhero.
Dugaanku salah.
Ketika tiba di rumahnya, ia langsung
mengajakku ke gudang yang letaknya di bagian. belakang lantai 2 rumahnya.
Di gudang tempat
menyimpan kardus-kardus bekas pembungkus. barang eletronik itu ia menunjuk sebuah lubang. bekas tempat memasang exhaust fan yang ada di. salah satu dindingnya.
Lubang itu saat itu
ditutup dengan kawat kassa halus, sehingga
keadaan di luarnya bisa terlihat meskipun agak. samar.
Lewat lubang itu siapapun bisa melihat
halaman belakang rumah tetangga sebelah kiri. rumah Andika.
Andika cerita kalau waktu tidak masuk sekolah. kemarin ia mencari-cari sesuatu yang di simpan. di gudang.
Saat itulah sayup-sayup Andika
mendengar suara yang ยmencurigakanย.
Karena
penasaran, ia ambil kursi dan melongok lewat
lubang udara.
Ia kaget karena melihat
pemandangan menakjubkan, di mana seorang
laki-laki agak gemuk berbaju safari hitam. dengan celana melorot sedang beradegan intim. dengan seorang perempuan bertubuh kecil, tapi
berdada besar.
Si perempuan duduk
mengangkang di atas mesin cuci, sementara si
laki-laki berada di depannya sambil bergerak. maju mundur sambil tangannya bergerilya di. balik T-shirt si perempuan.
Kejadiannya sekitar
jam 3 sore.
Mendapat sharing cerita begitu tentu saja. membuatku bersemangat.
Aku langsung naik ke
kursi untuk membuktikan cerita Andika.
Ternyata kawat kassanya sudah berlubang. dengan diameter sekitar 5 cm hasil ulah Andika. yang ingin melihat lebih jelas.
Saat mengintip
Andika meninggalkanku untuk mengambil sesuatu. di kamarnya.
Melalui lubang udara itu memang jelas terlihat. suasana halaman belakang rumah tetangga. Andika.
Halaman belakangnya lumayan luas.
Ada
2 mesin cuci merapat di dinding belakang rumah.
Bila melihat situasinya, memang memungkinkan
melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi di. sana karena terdapat titik-titik lokasi yang. mendukung.
Tapi adegan yang kuharapkan
terlihat tidak terjadi.
Tak ada siapapun di sana,
tapi sayup-sayup aku bisa mendengar suara. obrolan wanita dari salah satu ruangan yang. ada di belakang rumah mewah itu.
Andika kembali dengan membawa sebuah. teropong, tapi aku katakan padanya kalau tidak
apa-apa di sana.
Dan sampai sore kami
nongkrong di gudang itu tak terjadi sesuatupun. seperti yang diceritakan Andika.
Mungkin kedua
orang itu tidak punya kesempatan untuk. melakukan lagi.
Hari-hari berikutnya, setiap bubaran sekolah
aku rutin ikut Andika pulang ke rumahnya. dengan harap-harap cemas dan harus berbohong. kepada mama kalau aku belajar kelompok.
Meskipun selama beberapa hari berada di rumah. Andika aku belum berhasil mendapatkan yang. kuinginkan, tapi setidaknya aku bisa selalu
makan enak, he he he.
Hingga akhirnya keberuntungan pun datang. padaku.
Dengan menggunakan teropong aku bisa
melihat jelas kedua orang berlainan jenis itu. mengumbar birahi mereka.
Kali ini mereka tidak
beraksi di atas mesin cuci, tapi agak ke pojok
dekat tanaman.
Meskipun agak terhalang
tanaman dan jemuran, adegan oral yang
dilakukan si perempuan terhadap si laki-laki. terlihat cukup jelas.
Si perempuan jongkok di
depan si laki-laki yang sesekali celingak-. celinguk mengawasi keadaan sekitar dan sekali-. sekali merem-melek merasakan hisapan si. perempuan.
Andika tampaknya tak sabar menunggu giliran. untuk ngintip.
Ia mengambil satu kursi lagi dan
kami pun berbagi lubang udara untuk. menyaksikan adegan dewasa tersebut.
Setelah beroral ria, si laki-laki menyuruh si
perempuan membungkukkan tubuh dan. menyingkap roknya sementara si laki-laki mulai. melakukan serangan dari belakang.
Kutaksir si
laki-laki berusia sekitar 40 tahunan, dan
melihat seragam safari yang dikenakannya, ia
mungkin seorang sopir di rumah itu.
Sementara
si wanita, usianya kira-kira 25 tahunan,
berkulit putih bersih dan dari gayanya. berbusana, mungkin ia seorang pembantu rumah
tangga.
Adegan selanjutnya, si laki-laki tampaknya
menyuruh si perempuan berbaring di celana. panjang si laki-laki yang digelar di rumput lalu. mulai lagi menyerang.
Tapi adegan ini tidak
berlangsung lama.
Baru beberapa goyangan si
laki-laki sudah mencabut miliknya dan. menyemprot rerumputan dengan cairannya.
Tanpa banyak cakap keduanya langsung. membenahi pakaian mereka dan bersikap seolah. tidak terjadi apa-apa.
Sebenarnya Andika punya handycam, tapi
disimpan orang tuanya.
Handycam baru
digunakan saat mereka pergi berlibur ke luar. kota atau ada acara keluarga.
Andai Andika
sempat merekam adegan itu, mungkin sekarang
sudah beredar di youtube.
Acara ngintip menjadi agenda tetapku setiap. kali aku main ke rumah Andika.
Cuma
sayangnya, sulit memprediksi kapan adegan syur
itu terjadi, sehingga lama-lama kami bosan
menunggu.
Sampai kami lulus SMA, hanya 3 kali
aku ketiban rejeki nonton adegan mesum mereka. di halaman belakang rumah sang majikan.
Entah bagaimana kelanjutan hubungan sopir dan. pembantu itu, Andika sendiri pun tak tahu dan
tak mau tahu.
Hal ini wajar, karena di
lingkungan elit seperti itu, meski bersebelahan
rumah sekalipun, penghuninya tak saling peduli.
.
Sumber:Internet