Gelap

Open Massas 1

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Open Massas 1

. Panggil aja aku Feri, umurku 24, pekerjaanku honorer disebuah instansi pemerintahan di kota T, di provinsi B.
Aku punya seorang adek cewek umur 22 tahun, namanya Yani yg baru kuliah tahun kemarin, dia nunda kuliah lantaran milih kerja dulu ditempat temennya di kota S.
Ya maklum, bokap udah meninggal pas aku SMA, ibu cuma punya bisnis nasi uduk tiap pagi, jadi ya apaboleh buat, beliau ga ada biaya buat masukin aku dan Yani ke universitas.
Untungnya aku bisa tetep kuliah dengan modal nekat, sambil nyambi kerja sampingan ini itu, mulai dari jualan pulsa, jaga warnet tiap malem ampe pagi, yah kerja apa aja yg penting bisa kuliah.
Untung bisa lulus tepat waktu.
Beda sama si Yani, dia emang ga terlalu minat kuliah sebenernya, makanya lulus SMA dia langsung kerja ditempat sodara temennya, kalo gak salah si bisnis percetakan gitu.
Suatu malem, medio september 2018, tiba-tiba ada tamu yg gak aku kenal mampir ke rumahku, dia ngenalin diri dengan nama Wita.
Penampilannya agak aneh dimataku, kayak cewek apaan gitu ya.
Kutaksir usianya kisaran 30-an.
“Misi mas, Yani ada?”“Yani nya lagi kuliah mbak.
Kalo boleh tau mbak ini siapa ya? Ada perlu apa?”“Aku dulu temen gawe nya Yani mas.. Kesini mau maen aja atuh.
Hehehe”“Ooh gitu.. Ya itu tapi, Yani nya lagi kuliah”“Malem-malem gini?”“Iya dia ngambil kelas karyawan mbak, jd wajar kalo malem”“Ooh gitu, iya-iya.. Kira-kira masih lama gak ya mas?”Aku mengecek jam, pukul 20.
48“Biasanya kalo hari ini dia selesai kelas jam 9 mbak, jam set 10 juga udah sampe rumah.
Mau nunggu apa gimana?“Kalo aku nunggu aja boleh?”“Ooh yaudah, duduk dulu mbak..”Aku mempersilahkan mbak ini duduk di sofa diteras rumahku.
Baru aku ingin buka mulut untuk menawarkan dia ingin minum apa, tau-tau dia sudah membakar rokok esse menthol, aku kaget sendiri.. “temen si yani ini kayaknya gak bener deh..” batinku.
Akupun menawarinya minum setelah menguasai diri.
“Kopi susu boleh mas?Akupun bergegas kedapur, menyeduh sesachet kopi abc susu yg biasa dihidangkan ibuku di kios nasi uduknya setiap pagi.
“Siapa fer?” Tanya ibuku yg sedari td sedang mengaji dikamarnya.
“Temen kerjanya si Yani di S dulu bu”“Cowok?”“Cewek bu”“Minta kopi?”“Iya, ngerokok pula”“Ish, si Yani ko betemen ga milih2 sih” sungut ibuku agak kurang sukaAku sajikan secangkir kopi dimeja teras ku.
Aku duduk dihadapan Wita untuk menemaninya ngobrol sambil menunggu adikku, akupun membakar surya 16 ku.
“Mbak wita dari S?”“Iya, kebetulan lagi mudik kesini.. Nengok anak, ya sekalian aja mampir ke tempat yani”“Ooh iya iya.. Rumah mbak dimana emang?”“Di B****a mas.. Hehehe”“Duluan mbak apa si Yani di percetakan mbak?”Tiba raut wajah Wita berubah heran.
“Percetakan?”“Iya? Katanya temen kerja Yani kan?“Bukan mas, aku sama yani temenan di… Eh aduh…” tiba-tiba wita menghentikan kata-katanya.
“Yani ga cerita berarti ya?”Aku jadi mulai bingung.
“Loh kenapa mbak? Yani cerita apa?”“Aduuh mas, maaf deh.
Sy ga bisa cerita”Akupun terus memaksa Wita, sampai aku bersumpah tidak akan marah bila dia menceritakan kebenaran tentang pekerjaan Yani selama merantau di kota S, hingga akhirnya Wita menyerah dan mau buka mulut.
“Aku sama Yani ketemu pas kita kerja di Panti Pijat mas.
TBC
Sumber:Internet