Gelap

Paha Mulus Itu Pun Merenggang 17

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Paha Mulus Itu Pun Merenggang 17

. Ternyata memek Suzan sudah kering dan harum, karena habis dicuci dan disabuni.
Membuatku semakin bersemangat untuk menjilatinya habis - habisan.
Jilatan yang membuat Suzan mulai menggeliat - geliat.
Terlebih setelah aku menjilati kelentitnya disertai dengan sedotan - sedotan kuat, sehingga bagian yang hanya sebesar kacang kedelai itu tampak mulai agak mancung.
Mungkin karena sedotan - sedotanku ini.
Liang memek Suzan pun sudah basah lagi, oleh air liurku bercampur dengan lendir libidonya.
Dan aku siap untuk melangkah lebih jauh lagi.
Kali ini kudorong kedua paha mulus Suzan, sehingga lutut kanannya menyentuh toket kanannya pula.
Sedangkan paha kirinya kudorong membuka, sehingga lututnya menyentuh kasur.
Kuminta agar Suzan mempertahankan posisi ini dengan menarik lipatan lutut kanannya agar jangan lepas dari posisi itu.
Dan… kuletakkan moncong penisku di ambang mulut vaginanya.
Lalu kudorong sekuatnya.
Tongkat kejantananku seolah sudah tahu jalannya, meski jalan itu sempit sekali.
Mulai membenam sedikit demi sedikit, sampai lebih dari separuhnya telah melesak masuk ke dalam liang surgawi Suzan.
“Kamu siap hamil olehku Sayang?” tanyaku sebelum mengayun penisku.
“Mauuuu… kalau sudah punya anak, aku akan merasa semakin mantap.
Dan tak mungkin menyentuh narkotik lagi.
“Bagus.
Kamu layak menjadi Suzanku… Suzan cintaku… sayangku, kekasihku permata hatiku…!”Suzan tersenyum manis, pertanda hatinya senang mendengar gombalan dari mulutku.
Namun sebenarnya aku bukan gombal.
Memiliki Suzan membuat hatiku bahagia.
Membuatku seolah menemukan apa yang kucari selama ini.
Bahwa Suzan adik kandung seorang konglomerat.
Tapi sikapnya sederhana sekali, bahkan cenderung lugu.
Lalu penisku mulai kuayun dalam gerakan perlahan dulu.
Makin lama makin kupercepat, sehingga Suzan pun mulai merintih - rintih perlahan.
Makin lama suaranya makin mengeras di dalam kamar yang kedap suara ini.
Kali ini aku seolah ingin bereksperimen.
Kuajari Suzan untuk mengetahui bagaimana bentuk posisi telungkup, sementara aku tetap bisa mengentot memeknya(yang orang Sunda bilang heunceut… tapi istilah memek juga berasal dari Jabar… xixixixiiiii).
Suzan bahkan kuajak melakukan posisi doggy.
Ia berusaha menungging seperti yang kuminta.
Lalu kuentot memek Suzan sambil menepuk - nepuk pantatnya yang ideal (terlalu gede tidak, tepos pun tidak).
Dalam posisi doggy ini pun Suzan masih bisa merintih - rintih histeris dan kedengaran erotis di telingaku, “Bang Saaaam… oooooh… Bang Saaaam… sambil begini pun enak Baaaang… entot terus Bang… rasanya seperti melayang - layang lagi Baaang… iyaaaaaa… entot terus Baaaaang… entooot teruuuussssss ….
Sumber:Internet