Gelap

Pelacuranku

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Pelacuranku

. . . . . . . . . Pelacuranku. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . by. . . . . . . Berikut ini ada kisahku bersama seorang pelacur yang tidak bisa kulupakan. selamanya.
Sebagai perkenalan, aku adalah seorang pemuda yang mempunyai wajah tampan, berkulit putih sehingga banyak wanita yang tergoda  terhadapku, namun aku belum bisa menerima para wanita itu sebagai teman istimewa, dan aku tidak mau memanfaatkan mereka hanya untuk iseng saja.
Tetapi sebagai laki-laki normal tentu aku mempunyai. kebutuhan sex yang tidak bisa aku pungkiri, dan aku tidak mau pada saat menikah nanti aku tidak mempunyai pengalaman apapun di atas tempat tidur.
Belum lama ini akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke tempat yang menyediakan wanita.
Pada suatu hari di bulan Februari 2013 hujan turun. rintik-rintik, dan matahari tidak muncul seharian.
Kaki aku melangkah masuk ke salah satu diskotik yang lumayan terkenal di kota Jakarta.
Hari ini adalah untuk kedua kalinya aku melangkahkan kaki aku ke tempat ini.
Begitu masuk, aku langsung naik ke lantai 2 diskotik tersebut.
Di sana aku melihat ada beberapa pria sedang duduk di sofa sambil merokok.
Mungkin sedang menunggu wanita langganannya.
Seorang bartender menyapa aku dengan ramah, “Haloo Boss, mau yang mana nich..” Aku lalu melihat foto-foto yang ada di meja, aku akhirnya minta bantuan bartender itu untuk memilihkan untuk aku, karena foto yang ada begitu banyak.
Lalu bartender itu bertanya, “Sukanya yang besar apa yang kecil?” tanyanya ramah.
Aku agak bingung juga menjawabnya.
Akhirnya aku minta yang sedang-sedang saja.
Lalu ia menunjuk satu foto sambil berkata, “Ini orangnya baik sekali, service-nya juga bagus,” dan aku langsung menyetujuinya.
Di belakang meja terdapat 2 orang wanita cantik sexy, salah seorang dari mereka sambil memberikan kunci ke bartender yang akan mengantarkan. aku, terus menyanyikan lirik lagu dari Sephia, “…Selamat tidur kekasih gelapkuuu…” secara berulang-ulang.
Aku bisa merasakan bahwa lagu itu ditujukan untuk. menggodaku.
Mungkin ia heran mengapa orang seperti aku harus datang ke tempat itu, sedangkan mungkin banyak wanita yang bersedia tidur denganku tanpa dibayar.
Lalu aku diantar ke satu kamar sambil diberikan pengaman, di kamar tersebut belum ada siapa-siapa.
Setelah menunggu 5 menit, terdengar suara ketukan di pintu.
Saat aku membuka pintu terlihat seorang wanita muda yang sangat manis berusia. sekitar 20 tahun.
Lalu aku menyalaminya, dan ia pun menyebutkan namanya Vonny.
Lalu ia duduk di ranjang sedangkan aku di kursi.
Aku coba mengajaknya ngobrol.
Ia menceritakan bahwa ia berasal dari sebuah tempat di Jawa.
Dari pembicaraannya, beritaseks aku mengetahui bahwa di tempat tersebut ada lebih dari 300 wanita.
Dalam hati aku berpikir betapa kerasnya persaingan di sini.
Dari cara bicaranya aku tahu bahwa Vonny bukanlah orang yang berpendidikan.
Suaranya sangat lirih bahkan aku kadang-kadang hampir tidak mendengar apa yang. diucapkannya.
Pandangan matanya sulit untuk dilukiskan, mungkin sudah terlalu banyak cerita pahit terlukis di sana dalam usianya yang masih muda itu.
Dari cara bicaranya aku tahu bahwa Vonny mempunyai hati yang soft and very kind.
Setelah kami ngobrol agak lama, kemudian ia berkata, “Kok bajunya nggak di lepas, malu ya?” katanya dengan tersenyum.
“Ah nggak kok,” elak ku, padahal aku memang tidak tahu bagaimana harus memulai, karena ini adalah pengalaman aku yang 4 bercinta dengan seorang wanita.
Aku lalu melepaskan bajuku.
Bersamaan dengan aku melepaskan baju, aku lihat Vonny pun mulai melepaskan pakaiannya satu-persatu hingga tubuhnya tidak ditutupi sehelai benang pun.
Sekarang terlihat di hadapan aku tubuh mulus dari seorang wanita yang siap untuk kumangsa sesuka hatiku.
Berbekal adegan-adegan yang aku lihat di film bokep, dan dari 3 pengalaman terdahulu, aku mulai mencumbunya.
Aku memintanya untuk duduk di pangkuanku, sehingga pantatnya menekan kemaluanku yang lumayan besar dengan keras dan aku pun mulai meremas dan menjilati kedua payudaranya yang sedang-sedang. saja, namun sangat padat dan kenyal.
Selama itu Vonny juga terus menggerak-gerakan pantatnya menggesek kemaluanku.
Aku merasakan betapa syahdunya saat penisku sesekali bertemu. dengan vagina Vonny yang hangat.
Ingin rasanya aku memasukan penisku saat itujuga ke dalam vaginanya, namun bisa kutahan, karena aku tidak mau hasratku menjadi menurun sebelum aku selesai menjelajahi setiap lekuk tubuhnya.
Sehingga aku tetap bertahan sambil berkonsentrasi di kedua payudaranya yang benar-benar. sempurna bagiku.
Setelah beberapa lama lalu Vonny berkata, “Pindah ke tempat tidur aja yuk, nanti kamu kecapean..” Aku pun mengiyakannya lalu kami pindah ke tempat tidur.
Ia lalu membaringkan tubuhnya yang indah itu di tempat tidur. dengan kedua pahanya terentang lebar memperlihatkan alat kewanitaannya yang. ditumbuhi bulu-bulu halus.
Lalu aku naik ke atas dan menindih tubuh Vonny dan bisa aku rasakan betapa halus kulit tubuhnya, begitu merasakan halusnya tubuh Vonny, penisku menjadi makin tegang dan aku bisa merasakan betapa kerasnya tekanan di. sekitar kepalapenisku yang makin membesar seakan ingin meledak.
Aku mulai mendekap tubuh Vonny dengan kuat sambil. menggesekan tubuh dan kemaluanku ke tubuhnya.
Vonny juga balas memeluk aku dengan kuat.
Kedua pahanya menjepit pahaku dengan kuat sekali.
Saat itu pikiranku benar-benar melayang entah kemana, kulit tubuh Vonny benar-benar halus dan licin, belum pernah aku menyentuh kulit sehalus kulitnya.
Sambil terus menindihnya, kedua tangan aku kembali meremas-remas kedua payudaranya dan mulut aku menghisap payudaranya dan lidahku. menjilati kedua putingnya.
Kadang-kadang tanganku berpindah memegang dan meremas pantat Vonny yang bulat dan padat dengan kuat.
Entah berapa lama kami bergulingan dan berpelukan seperti itu, namun aku benar-benar menikmati kulit tubuhnya yang halus.
Sesekali aku dengar desahan nafas yang memburu darinya.
Lalu dari kedua payudaranya aku mulai turun ke bawah dengan terus menciumi dan. menjilati perut dan pahanya sambil mata aku memandangi vaginanya.
Terus terang baru pertama kali ini aku melihat vagina wanita dengan begitu dekat dan terbuka, beritaseks pada pengalaman terdahulu aku tidak sempat melihatnya karena. terlalu terburu-buru.
Aku tidak akan melewatkannya kali ini.
Aku coba untuk membuka vaginanya dengan kedua jari aku.
Terlihat sebuah liang berwarna merah muda.
Lalu aku memasukan jari tangan aku ke dalamnya.
Ternyata vaginanya masih sangat rapat.
Aku bisa merasakan jari tangan aku seperti terjepit di dalamnya.
Rasanya hangat dan bergetar lembut, namun aku tidak memainkan jari tangan aku terlalu lama di sana, karena aku khawatir melukai alat kewanitaannya yang begitu lembut.
Kemudian aku mencoba menjilati vaginanya seperti di film biru. yang pernah aku tonton.
Lidahku bergerak dengan cepat di vaginanya.
Tidak tercium bau amis di vaginanya, malah ada kesan harum.
Ternyata aksi aku itu cukup lumayan juga untuk seorang pemula, walaupun hanya berbekal adegan yang aku lihat di film.
Begitu lidah aku menyentuh vaginanya, kedua pahanya langsung menjepit keras kepala dan wajah aku.
Aku sih merasa keenakan juga karena pahanya terasa lembut sekali.
Kemudian vaginanya ditekan sekeras-kerasnya ke wajah aku. sehingga aku agak kelabakan juga.
Tubuhnya juga melengkung ke atas, dan kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan dengan nafas yang sangat kencang.
Akhirnya ia menarik kepala aku ke atas dan meminta aku memasukan penisku yang. sudah tegang sekali ke dalam vaginanya.
Lalu aku pun memasukan kemaluanku yang lumayan panjang dan besar ke dalam vaginanya.
Sambil memeluk tubuhnya yang halus kuat-kuat dan menekan tubuh aku ke payudaranya yang indah itu, aku mulai menaik-turunkan pantat aku, dan penis aku terjepit dengan kuat sekali di vaginanya.
Alat kelamin aku meluncur masuk keluar dari vaginanya.
setelah itu terdengar suara yang dihasilkan oleh pertemuan kedua alat kemaluan kami.
Saat itu aku tidak melihat bagaimana ekspresi dari Vonny, sebab saat itu aku sudah terlalu sibuk dengan sensasi yang aku rasakan di seluruh tubuhku.
Aku hanya bisa membenamkan seluruh wajah aku ke payudaranya.
Cukup lama aku menggenjot vagina Vonny sampai aku merasa. lelah juga.
Setelah penantian yang panjang akhirnya aku mencapai puncaknya.
Terasa seluruh tubuhku bergetar seolah tidak mempunyai tulang lagi, karena aku memakai pengaman, Vonny tidak tahu kalau aku sudah keluar.
Dia mungkin mengira aku kelelahan, karena aku lihat nafasnya masih keras, makanya aku tetap genjot sampai akhirnya tubuhnya tersentak kuat tanda ia juga sudah keluar, baru aku hentikan.
Setelah itu aku membersihkan diri, dari kaca aku lihat ia terbaring dengan memejamkan matanya.
Aku tidak tahu apakah ia terlalu lelah atau menikmati apa yang barusan kami lakukan.
Setelah aku selesai membersihkan diri, lalu aku duduk di sebelahnya.
Aku lihat dia tersenyum ke arahku, lalu ia pun membersihkan dirinya.
Setelah selesai, ia berkata sambil tersenyum ke arahku, “Udah selesai kan?, sekarang pulang ya!” katanya menggoda.
Mungkin karena ia menganggapku masih lebih muda darinya.
Tapi aku malah berkata, “Boleh sekali lagi nggak?”Sambil menggeleng-gelengkan. kepalanya dan tersenyum, ia lalu merebahkan tubuhnya kembali ke tempat tidur, dan kali ini aku berkonsentrasi pada payudaranya yang sangat padat itu.
Aku saat itu bertekad untuk menikmati sepuasnya kedua. payudaranya, agar tidak ada penyesalan nantinya.
Bentuk payudaranya hampir sama dengan bintang dewasa asia yang pernah aku tonton.
Bentuknya bulat kencang menjulang ke atas tidak turun, dan putingnya juga masih berwarna merah muda dan mungil.
Aku mulai lagi memainkan lidah aku di payudaranya bergantian ke payudara yang kiri dan kanan.
Permainan lidah ini aku peroleh pada pengalaman aku yang. kedua, di mana pada saat itu aku benar-benar menjadi objek dari seorang wanita di sebuah kompleks Jakarta Pusat.
Saat itu sekujur tubuh aku dan kemaluan aku menjadi objek permainan lidah dari seorang wanita yang benar-benar ahli dan. profesional sehingga pada pengalaman aku yang kedua itu, bukan aku yang mempermak wanita, tapi malah aku yang dipermak habis-habisan.
Saat itu malah aku sudah mengeluarkan sperma terlebih dahulu sebelum sempat memasukan penis aku ke. vaginanya, saking dahsyatnya permainan lidahnya.
Untung aku saat ini masih muda sehingga aku tidak langsung lemas setelah keluar 1 atau 2 kali.
Sekarang tehnik permainan lidah itu aku coba praktekan ke Vonny.
Sambil terus memainkan lidahku di payudaranya, tangan aku juga terus mengusap dan meremas-remas payudaranya, sesekali aku mengisap payudaranya dengan keras, dan kadang-kadang aku menggigit payudaranya dengan lembut.
Kadang-kadang aku mengisap payudaranya begitu keras sampai seakan-akan semua payudaranya ingin aku. masukan ke mulut.
Makin lama aku bermain di payudaranya, Vonny yang semula tenang, makin lama makin gelisah, tubuhnya bergerak liar ke kiri dan ke kanan, terus tubuhnya makin ditempelkan dan digesekan dengan keras ke tubuhku, dan vaginanya di gesek-gesekan ke alat vital aku.
Aku mendengar nafasnya sangat keras dan terdengar desahan dari mulutnya.
Karena mendengar nafas Vonny yang semakin memburu sambil terus meremas-remas payudaranya dan menggesekan tubuh. dan kemaluanku ke tubuhnya.
Aku mencoba untuk melihat wajahnya.
Begitu melihat wajahnya, aku sempat terpaku.
Aku sempat terpana di buatnya.
Terus terang aku sudah banyak bertemu dengan wanita-wanita cantik, namun baru kali ini aku melihat sebuah wajah yang sangat menakjubkan.
Apa yang aku lihat saat itu adalah pemandangan yang sangat indah yang mungkin tidak akan pernah bisa aku lupakan.
Di depan aku terlihat sebuah wajah wanita yang begitu cantik, anggun, damai, dengan kedua mata terpejam, dagunya agak terangkat ke atas sehingga terlihat jelas lehernya yang jenjang dengan seuntai kalung di lehernya.
Tergambar jelas di wajahnya betapa ia begitu bahagia.
Benar-benar pemandangan yang sangat sempurna dan susah diigambarkan.
Mungkin saat itu aku benar-benar telah merasakan cinta sesaat.
Ingin rasanya saat itu aku mengecup bibirnya yang mungil itu, namun aku takut akan menghilangkan pemandangan yang mungkinkah akan bisa menyaksikannya lagi dari. wanita lain.
Sayang  sekali aku tidak bisa melihatnya terlalu lama karena ia keburu meminta aku kembali untuk. memasukan penis aku ke vaginanya.
Akhirnya aku kembali untuk kedua kalinya memasukan penis aku. ke vaginanya, dan kali ini kami lebih liar dari yang pertama, apalagi aku sudah mengeluarkan sperma sekali, maka untuk yang kedua ini aku lebih kuat dan tahan lama dan aku lihat Vonny pun gerakannya lebih liar dari yang pertama kali, sekali ini dia malah berteriak kecil agak ditahan.
Setelah aku menggenjot vagina Vonny dan tidak terhitung. berapa kali kami bergulingan berganti posisi, kadang dia di bawah, kadang aku di atas.
Akhirnya aku kembali mencapai puncaknya dan kali ini rasanya lebih dahsyat dari yang pertama.
Namun aku tahu Vonny belum mencapai orgasme, tapi ia lalu minta ganti posisi, ia minta duduk di atas, begitu aku mencabut penis aku, terlihat bahwa sperma aku sudah keluar dan terkumpul di pengaman, tapi aku tetap memintanya untuk menggenjot dari atas, dia sempat menanyakan pada aku, “Masih kuat nggak?” Dengan wajah yakin aku bilang, “Masih..” Dan memang saat itu penis aku masih berdiri tegak, dan belum loyo, hanya aku tidak tahu apakah masih ada sperma yang tersisa.
Lalu Vonny mulai menaik-turunkan pantatnya dengan cepat, sedangkan aku hanya berbaring santai saja menikmati apa yang masih aku nikmati, sampai akhirnya Vonny berteriak lirih dan mencapai orgasme, namun aku sendiri tidak berhasil mencapai orgasme aku yang ketiga, karena aku tahu untuk mencapai yang ketiga akan dibutuhkan waktu lebih lama lagi buat aku dan aku rasa waktu. yang disediakan mungkin tidak cukup, maka setelah Vonny mencapai orgasme yang ketiga, akhirnya aku membersihkan diri, dan Vonny juga.
Lalu aku menunggu dia berpakaian baru aku mengenakan pakaian aku.
Lalu aku memberikan bayarannya dan kembali menyalaminya sambil mengucapkan terima kasih.
Dia juga mengucapkan terima kasih pada aku dengan kembali tersenyum manis.
Aku melihat wajahnya lekat-lekat untuk yang terakhir kalinya. sebelum aku keluar dari kamar dan diskotik itu untuk kembali menjalani hidup. sehari-hari yang penuh dengan tantangan dan tekanan, kembali bergelut dengan komputer.
Entah kapan aku akan bertemu lagi dengan Vonny karena. setelah hubungan aku dengan Vonny tersebut, aku bertekad bahwa Vonny adalah wanita terakhir yang pernah bercinta dengan aku selain Istri aku.
Aku tidak akan mengunjungi tempat pelacuran selama-lamanya karena aku sudah mendapatkan. apa yang perlu aku ketahui sebagai seorang lelaki dewasa.
Aku hanya berharap mudah-mudahan istri aku nanti bisa memberikan seperti apa yang aku rasakan. bersama Vonny.
Dan nantinya aku bisa bertemu dengan Vonny dalam kondisi yang lebih baik bukan sebagai seorang pelacur dan pelanggannya.
.
Sumber:Internet