. . Sore itu aku sedang menanti rekanku Andi dan aku sedang duduk bengong sendirian di teras depan suasana akhir November ini... di mana hujan baru saja berhen jalanan depan masih ba arlojiku menunjukkan pukul 4.
10 WIS ( Waktu Indonesia Surabaya ).
Hari itu emangnya sedang ada janji untuk penerimaan anak model... perlu aku ceritakan temenku si Andi ini adalah foto grapher untuk boutique dan sering juga menangani penyediaan model untuk iklan baik di majalah maupun brosur dan hari ini rencananya ada anak baru yang ingin bergabung maka dari itu kita sepakat untuk. mewawancarai dan melakukan testing dan hal lain sesuai standart Andi... emang gua dia yang punya studio sedang aku khan cuma temen aja pangkatnya.
Ada dua orang cewec naik Black Astrea berhenti depan pagar studio Andi... cewec yang duduk di boncengan turun dan menanyakan " Apa betu ini Andi Studio ? " " Betul, kamu yang ada janji dengan Bang Andi ya ? " tanyaku sambil menyebut Andi Bang... sesuai pesan dia.
" Iya... saya dan temen saya ada janji ketemu dengan Bang Andi di sini sore ini, Bang Andinya ada ? " " Bang Andi belum dateng, lagi cari film, kebetulan kehabisan film, tunggu aja bentar juga da motornya masukin aja " jawabku sambil membuka pintu.
" Mas ini siapa ? " tanya yang bawa sepeda motor sambil dorong motornya memasuki halaman studio.
" Saya cuman kacungnya... " jawabku asal.
" Tunggu di dalem aja, sekalian isi formulirnya dulu ya " Singkat cerita mereka udah duduk di sofa ruang tunggu sambil mengisi formulir data sheet yang dititipkan Andi untuk diisi oleh semua calon modelnya.
Mereka menulis di meja sofa sehingga sedikitnya aku bisa lihat pemandangan 4 gunung indah... rasanya seperti dalam mimpi aja... mereka tidak sadar dan aku selalu pasang gaya serius tanpa mak 4.
37 WIS baru aku dengan Andi datang dengan BMW kuningnya... " udah lama nunggu ya ? " katanya sambil terus ngloyor ke studionya tanpa nunggu jawaban dari yang ditanya.
" Jos... , sudah kamu suru isi data sheet form ? " teriaknya dari dalam... " Udah lagi dii " " Kalo udah sekalian kamu bantu ukur mereka " maksudnya ukuran badan untuk melengkapi form data sheet.
Akupun segera masuk ke studio untuk ambil meteran ja " Anaknya kece gara ? " tanya Andi.
" Sip Ndi... toketnya bagus dech... gue sempet ngelihat mo diacarain ? " tanyaku.
" Boleh aja cuman kalem ya... biar ngga" nyolok ? " sahut Andi sambil memasang film di cameranya.
" Okay siapa yang sudah coba kamu siapa nama kamu yang pake kaos hijau ? " " Saya Ditha Mas... " sahutnya.
" Sini kamu saya ukur dulu... sambil nunggu temen kamu ngisi form " AKu mulai melingkarkan meteran kain di dadanya sambil menepatkan angka aku coba baca... " 92 Cm " lalu aku tulis di kolom Bust ( dada )... " 86 Cm " aku tulis pada kolom waist ( pinggang ) dan untuk kolom hips ( pinggul ) aku isi angka 96 Cm, Height 169 Cm... Ukuran gila ini paling tidak BHnya 36 B minimal ini... itu aja pasti floating ( tumpah keluar ).
" Udah Jo " tanya Andi saat keluar ruang dia mulai lihat pada catatan yang aku buat " Masa dadanya 92 " sambungnya.
" Paling 90 kurang.... ngga" gede2 banget kok... kamu ngukurnya ketat apa longgar ? ".
Ya sepantasnya pas gitu " jawabku.
" Coba meterannya " dan Andipun mulai mengukur si dada besar rupanya dia pengen juga nyenggol dan merasakan si dada besar.
Dia coba dengan dipaksakan pada posisi 90 Cm, sampai dada tersebut kelihatan banget terjepit,, lalu dia goyang2 kanan dan kiri, sampai dada itu menrangsang banget... " Sempit ngga" rasanya kalo segini ? " sambil pura2 nanya pada Dit " Iya rada sempit " jawab Ditha polos.
Andi berusaha melonggarkan meteran tapi tangan dia bagian telapaknya sengaja dipaskan pada bulatan dada tersebut sambil sedikit menekan... aku lihat itu dan entah Ditha merasa apa tidak EGP ajalah.
Selesai dengan mengukur... tiba2 tangan Andi kedua-duanya meremas kedua dada besar tersebut sambil bilang " Sorry ya... eh... dada kamu ini besar dan emang 92 Cm tapi sebaiknya kamu pake BH kecilan dikit dec kamu pake ukuran berapa ? ".
36 C " jawab Ditha.
" Coba dech kamu pake 36 B " lanjut Andi sambil terus meremas alus banget gayanya... ngga" nyolok kalo lagi napsu.
" Sini dech ikut saya ke Jos loe selesaiin pengukuran temennya ya... gua mo langsung shoot " kata Andi sambil menarik tangan Ditha.
Aku dengar dari luar Andi amsih berceloteh soal BH dan ach no reken ajalah... masih ada satu lagi... cukup gede juga nich Nuke... nama temen si dada be ukurannya 90, 86, 92 dan tinggi 171 Cm... ngga" kalah nich... maka kalo Ditha dapat julukan si dada be maka Nuke sebaiknya aku kasi julukan Big artinya sama khan ? Selesai semua pengukuran aku aja Nuke masuk saat itu Andi sedang memperbaiki gaya Ditha untuk arsip melengkapi data pokoknya udah kaya" di majalah Playboy aja pake data sheet dan photo mana saat itu photonya semi lagi... Ditha hanya pake BH ( stock, bukan BH dia waktu dateng dan emang di studio udah banyak stock bikini dan lain-lain pakaian ) dan bagian bawahnya ditutup kain sutra tipis warna magent wak terlambat gua... pasti Ditha udah ditelanjangi ama si Andi... tapi biar ach... gua juga remes2 dada si Nuke tadi coba praktekin teori Andi pada Ditha.
Lumayan konak aku saat ngeremes mana Nuke diem aja lagi... aku ngga jelas Nuke takut, sungkan atau sebaliknya menikmati rema yang penting dapat remasan dada gede sore ini dan cukup lama lagi.
" Nuke kamu ganti baju kamu dulu dech... " kataku mulai bikin acara lanju mumpung Andi lagi sibuk photoin Dit Aku pilih2 baju dan costum yang ada kali aja ada yang pas bisa buat... ach bodo... pusing mikirnya... sampe aku temu kaos gambar Winny the Pooh warna putih " Ndi loe jadi buat photo wet look ? " tanyaku asal sambil coba kasi kode ke Andi.
" Oo.. jadi donk langsung aja sekarang suru ganti kao iya itu yang loe pengang itu aja suru nanti Ditha gua ambilin yang di ruangan sebelah " sahut Andi.
Nuke mulai membuka pakaiannya satu per satu termasuk B saat itu jantungku udah ngga" karuan lagi... berdegub gila... dadanya gile banget... putingnya tampak ra warna rada ach... gila dech... aku tak kuat untuk cerita di karena terlalu banyak dan cepatnya otakku untuk mengurai lagi ka dan kecepatan ketikku ini tidak mampu menampung kata2 yang tersusun lagi... pokoknya bayangin aja... toket ukuran 90 Cm ring dada... BH 36 B, kulit warna pokoknya gila abis dah... Dia mulai pakai kaos pemberianku dan... " Yuk ke kamar mandi untuk basahin kao " Dia nurut aja... saat itu emang kaosnya panjang banget dan doi ngga" pake rok cuman CD dan kaos aja... kebetulan CD doi warna putih jadi pas banget dengan kaos Poohnya.
Sampe di kamar mandi aku mulai ambil gayung air dan bilang " Sorry ya... kalo dingin bilang... " langsung aku guyur dia pas di bagian dadanya... Aku sengaja siram agak banyak dan dia melompat kedinginan terus terang aja kamar mandinya khan nyambung dengan studio dan studio itu pake AC dingin banget... dari siang udah nyala... jadi airnya juga ikut dingin.
" Okay sini aku bantu " aku mulai ngelus dadanya karena ada bagian yang menggelembung isi angin... khan jadi toketnya ngga" kelihatan becetak di kaos... sambil neken... aku rasakan rabaan di dadanya dan walau dingin seeerrrr juga.... dia masih diem nurut... aku elus terus berputar-putar di dadanya... aku alasan kalo supaya tampak benar berce makanya harus ditempelin semua permukaan kaos ke kuli Sudahannya aku seperti melihat di telanjang polos karena betul-betul bsah kuyup dia... saat itu barangku udah ngga" keruan lagi... full konak... mana sakit ra aku masih berusaha mengusap dadanya sedikit meremas... walaupun sudah complit tercetak seluruh badannya di kaos Pooh aku baru tersadar sejenak saat mendengar dia mulai mendesa ( saking asyiknya lupa kalo udah cukup lama dan gilanya dia diem aja terus )... saat itu baru aku berhenti dan bilang udah kayaknya pas " Mas... tangannya tadi anget banget di dada saya " katanya perlahan hampir tak terdengar.
Saat kami keluar kamar mandi... dia berpegangan lenganku yang kanan... mungkin masih terlena dengan kemesraan baru ( kali aja... mana aku tau ???? ).
Saat ini mereka sedang dalam pemotretan wet look... kaos mereka basah dada mereka tercetak abis... seakan meriamku konaknya minta ampun.
Aku beranjak ke kamar mandi mo pipis saking ngga" kuatnya melihat pemandangan yang menguras detak jantungku sudah seperti apa Di kamar mandi sekalian pipis aku check meriam jagurku... bu palanya merah banget meradang... seperti jamur kesukaan Sammy ( yang punya HP ini )... orang lain boleh saja bangga dengan ukuran diameter atau panjang meriam... tapi bagiku... kepala meriam adalah ngga" salah kalo Sammy suka banget sama jamur ( mushroom )... abis pipis aku cuci dulu Kabag Meriam ( Kepala Bagian Meriam )... sudah itu aku basahi juga celanaku dengan air " Aduh... basah dech... " celetukku pura-pura tidak Aku keluar kamar mandi dengan hanya mengenakan CD dan pakaian a sedang celena panjangku sengaja aku aku jalan melewati kedua mahluk halus aku cari hair dryer untuk mengeringkan celana panjangku.
Saat melewati mereka... mata mereka berdua seakan terpaku pada si Kabag terpesona kali... baru sekali ini lihat Kabag begitu menggoda... " Kok kaos kaki dimasukkin CD sich Mas... " celetuk Dit " Ini asli l bukan gulungan kaos kaki... ngga" percaya ? " balasku menan " Kamu semua belum tau Jossy kaya" jamur... kepalanya gede banget... sampe menuh-menuhin bungku " sambung Andi.
" Kasi unjuk Jo biar mereka tau " lanjut Andi lagi... Akupun datang menghampiri mereka yang sedang pada pose duduk di lantai, aku berdiri pas di depan mereka.... dengan mata melotot keduanya memandang Kabagku... " " terdengar helaan nafas Nuke.
" Gila banget... baru kali ini gue li " ucap Ditha ngga" dapat melanjutkan kata-katanya karena tertegun abis.
" Kalo mo pegang mumpung masih baru... yang ini dijamin " kataku.
Tangan Nuke hampir saja diraihkan pada Kabag... tapi urung karena masih malu kali.
" Udah Nuk... terusin aja... boleh khan Mas... " lanjut Ditha.
" Sini tangan kamu kalo ragu dengan apa yang kamu lihat " Kataku sambil langsung meraih tangan Nuke.
aku letakkan tangan Nuke pada seluruh batang meriamku.
Shock tampak dari sorot mata Nuke.
tiga jenak kemudian aku rasakan jemari Nuke mulai bergerak lembut seakan memijit batang meriamku... untuk lebih meyakinkan kali ya.
" Gila banget Dit... " komentar Nuke.
" Mas... boleh lihat ya... masa dari tadi Mas-Mas ini lihatin kita kaya" gini... biar fair dan seri ya... " pinta Ditha.
Andi yang sedari tadi udah ngga" ketahaan langsung aja maju dan... " Okey kalo kamu semua mo bikin seri, kita buka semua pakaian masing-masing " sambil melepas kaos Andi maju menghampiri posisi pemotretan.
Kita berempat telah telanjang bulat... saling pandang saling bengong... kaya"nya mereka ini juga belum senior banget.
Badan mereka indah entah bagaimana melukiskannya dengan ka kamu semua bayangin aja sendiri.
Aku yang sudah dari tadi konak... meriamku sudah mengacung posisi jam 11 demikian juga dengan Andi... " Kok kalian sama sudah pada siap tempur kita mo dia kok anunya sudah kaya" gitu ? " tanya Nuke sediit ngeri.
Dalam kepolosan itu kami berdua tidak dapat lagi menyembunyikan ketegangan kami yang memuncak.
Kami mulai pilih masing-masing aku dapat Nuke Andi dapat Ditha langsung kami peluk dan aku mulai menghunjami dengan ciuman mautku yang terkenal dengan sebutan ciuman bidadari pencabut demikian julukan dari < terus terang aku dan Sammy berteman dan sempat beberapa kali aku ikut. pesta Sammy dan beberapa kali pula Sammy sempat merasakan ciuman mautku, sampe-sampe dia memberi julukan seperti i karena katanya terlalu melenakan dan membawa korban ke langit gelap >.
Tampak Nuke mulai memejamkan ma persis dengan apa yang dilakukan Sammy pada saat menerima ciuman pertama dariku.
Lama kami berciuman... tapi bagiku lama dan sebentar bukanlah ukuran untuk menghanyutkan korban... melainkan kwalitas dari ciuman dan aliran emosi yang terkandung di dalamnya... " Mhhh " desahku sambil bergetar kecil... menambah hangatnya suasana dan melenakan Nuke.
Sementara itu Andi dan Ditha sudah sabil meremas dan bergumul di lantai studio.. panas aku melihatnya dan sengaja aku arahkan pandangan Nuke supaya dia makin Lima belas menit kira-kira kami bergumul... aku lihat Andi mulai berganti posisi 69 dan aku mulai makin votageku mulai aku berusaha berdiri... menuntun Nuke mendekati pasangan Andi dan Dit Kamipun lalu membentuk formasi bujur sangkar.
Aku hisap milik Ditha, Ditha hisap meriam Andi, Andi memasukan lidahnya pada lobang Nuke dan Nukenya malah asyik menjilatin dua peluru meriamku... sambil tangan kirinya memainkan Kabagku... entah berapa puluh bahkan may be ribu jenak kemudian aku mengusulkan ganti Sekarang giliranku menyerang Nuke... Nuke ke Andi... Andi memainkan clits Ditha dan Ditha langsung memasukkan Kabagku dalam mulutnya yang diawali dengan jilatan rata pada Kabag.
" Gile.... Jo loe punya sakit mulut gue... sempit masuknya kemulut gue... " kata Ditha, yang lalu disahutin Nuke " Salah loe dari tadi gue cuman berani ngejilatin aja... mo masukin kemulut ngeri robek mulut gue.
" " Aduh gimana rasanya kalo dimasukin dalam anu ya ? " tanya Dit " Kaya"nya bakalan penuh lobang gue... entar cowoc gue tau lagi gue abis kesruduk gajah.
" lanjut Ditha.
" Emang cowoc loe punya segede apa sich Dit ? " tanyaku menyelidik.
" Gede panjang lagi... " Ditha bilang " Tapi loe punya ini... gile... kepalanya bener-bener besar kepala ".
" Ya udah jangan loe puji terus ntar aja dicoba... makin loe puji makin besar kepada dia nanti " sahutku membahas meriamku.
Nuke udah ngga" kuat ra dia langsung bilang dan minta duluan... " Joss gue pengen cobain kaya"nya dengan banjir gini gue bisa nahan loe punya.
".
Aku bergerak untuk ambil ancang-ancang, Nuke aku sandarin pada bantal besar di dengan posisi dia di bawah... aku mulai jongkok untuk siap menyerang.... tampak memang barang Nuke telah basah kuyu aku sentuh dulu dengan jari-jari kiriku.... hangat dan basah tangan kananku membimbing meriamku dan aku tempelkan pada gua garba Nuke... hangat lembab... ba jantungku saat itu sudah kaga" keruan lagi bedegu maklum mo nyantap cewec kencur yang bodynya ajubile... Bleee...sssssssssssssshhhh pelan namun pasti aku benamkan langsung 3/4 bagiannya... aku tarik sampe Kabag... lalu berhenti biar Nuke sempat menikmati pembukaan i persembahan kepala be merem meringis... dan entah apa lagi expresi Nuke saat itu aku bingung antara sakit nikmat dan gejolak yang tidak " " helaan nafas Nuke " Aduh gile Dit ra " kata Nuke sambil mengeleng-geleng kepala seperti orang yang pasrah tak sanggup berujar.... Aku mulai tekan lagi, kali ini langsung diteruskan dengan manuver berputar saat men berasa sekali ujung goa Nuke.... grek... kena loe.... " Eeemmmmmhhhhhhhhh " erang Nuke saat kayuhan mentok tangannya langsung merangkulku erat... akupun masih terus menusuk-nusuk Nuke sambil manuver... beberapapuluh sodokan aku ayunkan pada posisi itu sebelum aku cabut dan menuntun Nuke ke kursi sofa yang ada di runag studio i Aku suruh Nuke meletakkan kaki kanannya di atas dudukan sofa dan kaki kirinya tetap di bawah sedang tangannya bertumpu pada sandaran posisi. pantatnya nungging mempe aku mulai lagi mengarahkan meriamku pada bleeeeeshh mulai masuk dan beberapa goyang maju mundur standart mengawali aku bungkukkan badan untuk meraih si Big da. dan aku mulai meremas lembut sambil terus menggoyang maju mundur dan sesekali aku sendok ke atas untuk memberi shock " " itu saja yang sempat keluar dari mulut Nuke di sela. erangan-erangannya... yang terus meluncur... tanpa Aku geser dengan tanpa mencabut dulu meriam aku suruh Nuke tiduran di atas sandaran dan kakinya masih menggantung di lan aku lanjutkan sodokan dari arah belakang... kali ini lebih tenang karena pegangan Nuke cukup... akupun mulai mengayun keras... kemudian... setelah beberapa menit aku cabut dan tiduran di selonjor kakiku ke bawah dan aku minta Nuke duduk di ata Nuke melakukannya dengan membelakangiku... pelan-pelan dia memasukkan dengan bantuan bimbingan lama juga kami bergoyang di posisi itu sampe Nuke menggelinjang " Jos ak... aku keluar .... achhh emmmhhhhhhh aduh Jos enak bange ehhh " erangnya yang aku sambut dengan sodokan makin keras dan kuremas aku coba bangkit dan meremas dadanya... sambil menekan tubuhnya lebih kebawab... biar men " Eeeeehhh acchhhhh aduuuuuuhhh " itu saja yang terus keluar dari mulutnya sedari tadi.
Tampaknya Nuke sudah lunas.
Kali ini dia cabut dan berbalik arah menghadapku kembali dia masukkan meriamku ke dalamnya.
Permainan kali ini berawal lamban dan beberapa goyangan berlalu makin cepat Nuke memutar pinggulnya yang aku iringi dengan dengan sodokan memutar dan ke atas.
Tanganku kedua-duanya asyik meremas Big memilih dan sesekali naik ke balik lagi ke dada.... " Addduuuu........uhhhhhh keluar lagi ni " katanya setelah beberapa menit aktif di panggung politik dengan manuver-manuver canggihnya.
Aku masih tegar dan belum ada rencana upload sperma ke Home Page Nuke.
" Gile... lemes gue udah dua kali.... " katanya sambil " Dit loe gimana ? " tanya Nuke melihat temennya lagi digoyang keras banget sama Andi... batang Andi emang panjang banget... sehingga dia bisa menarik jauh dan menyodok dalam.... sampai terdengar suara Ditha " heeekkkk " berkali-kali.
" Ditha kita keuar bareng yuk..... " ajak Andi... " Gue udah ngga" bisa keluar lagi kaya"nya udah tiga kali Bang... " sahut Dit creeet crrreeeee Andi keluar tanpa dibarengi Ditha.
Merekapun ngegelosor berduaan di lan Andi tampak sekali kelelahan.
Sedang Nuke mulai mencoba menggoyang sekali lagi dengan sisa " Nuk kamu di bawah aja... " kataku dan Nukepun pindah kelan aku mulai menghunjam keras milik Nuke... dengan bertumpu pada kedua lenganku... sehingga membentuk kakiku lurus ke belakang... ayunan lurus jarak sampe men aku ayun cepa dalam... hunjaman luru tanpa kombina dan tapi belum juga keluar sampe Nuke teriak " Aaaaaaaacccccc...... chhhhhhh " sambil badannya menggelinjang aku masih dalam gaya yang sama dan " Aaaaacccccchhhhhhhhhh ahhh aaaaahhhhhhhh aaaaaaaccccccc.... aaahhhhhhh " itu erangan panjang yang aku pernah dengar dari seorang gadis yang aku setubuhi selama ini... sering sudah aku bikin puas cewec... tapi erangan klimaksnya tidak sepanjang ini.
" Adu " Lemes sudah tampaknya si Nuke abis keluar orgasme panjang seperti itu.
Aku masih menindihnya walau tidak menggoyang lagi... takut dia ngilu... dan aku peluk dia dengan penuh kasi rasanya aku sayang banget dengan dia.... wajah mudanya tampak tak berdaya... beberapa jenak kemudian aku bangkit dan mencabut meriamku yang belum selesai bertem aku lihat Ditha setengah aku hampiri dia dan aku belai rambutnya yang acak menutup sebagian waja " Dit... " panggilku Tidak menyahut dia... tapi tangannya merangkul ke sambil bermala aku ambil lap camera yang ada dekat kakiku... aku keringkan milik Dit Setelah kering aku coba sorongkan meriamku lang masih tegak gagah perkasa dia... sebelum masuk aku gosokdulu di depan lobang buaya... lalu dep... bleeesssshhh Kabag mulai menengok ke dalam... blleeeeeeeessssssshhhhhhh semuanya sisa meriam aku benamkan pada tusukan kedua... pelan sambil kupeluk Dit aku goyang pelan terus sampai lama aku merasakan kemesraan yang dalam..... dadanya... yang lebih besar dari punya Nuke.... sesak mendorong di dada bidangku... lamunanku berputar sambil meriamku terus mengucek milik Dit yang bikin aku makin panas adalah membayangkan Ditha yang pasrah dan penuh kehangatan dalam dekapan dan goyanganku ini ternyata masih baru merayakan ulang tahun. yang ke 17 beberapa hari lalu... itu aku lihat dari data sheetnya sebelum main tadi.
Perasaan bermain dengan anak kecil yang baru dan lain-lainnya yang mengangkat imajinasiku semakin tinggi membuat aku mulai kewalahan mengatur nafsuku rupanya aku telah terangsang oleh imajinasiku maka sebelum akhir dari semua demonstrasi ini aku percepat dan kusodok abis dengan. manuver-manuver tingkat tinggi.
Byaaaarrrrrr........... jebol juga tapi pada saat yang sama aku lihat Ditha juga mengejang dan mencengkeram pundakku makin keras... aku tahan tambah cepat dan akuirnya berhasil juga aku upload spermaku ke Home Page Dit sementara Ditha mulai delete sperma hasil upload dan yang lainnya karena tampaknya terlalu banyak yang harus. ditampung dalam buffernya... hingga tertumpah sebagian .... meleleh keselangkangannya di antara kedua paha mulu lalu aku cabut karena ingin membagi sisa file ( baca : sperma ) ke Home Page Nuke... Nuke masih mengangkang pada posisi seperti waktu aku log off blesshhh sisa tegang masih dapat menembus main frame Nuke... dan aku kucek-kucek dan tidur lemas tanpa mencabut batangku dari Nuke.... Nuke sesekali dengan lemas masih berusaha membelaiku... " Terima kasih Jos baru kali ini aku merasakan yang seperti ini... nikmat biasanya aku ngga" pernah nyampe yang seperti kaya" kesetrum " kata dia perlahan sambil merem.
Kamipun tertidur berem sampe sadar-sadar ketika nuke mengeliat dan... aku lihat arlojiku sudah menunjukan jam 10.
25... dingin terasa menu karena telanjang dan keringat telah lama mengering dari tubuh kami... lalu aku bangun dan disusul dengan Nuke... berdiri dan kami hendak membasuh tubuh yang penat ini dengan air hangat di shower kamar mandi studio.
Sebentar di kamar mandi dengan tetap berpelukan dan saling menyabun badan yang lain... air hangat shower tetap mengucur... tiba-tiba pintu terbuka dan Andi tampak menggendong Ditha ma " Join donk " kata Andi... lalu kami mandi berem " Ndi... loe pake dech shower ini aku mo di corner bath tub aja dech... " ka lalu aku nyalakan air hangat di bath aku isi dengan shower gel ( sambun khusus untuk bath tub ) aku aduk sampai buihnya banyak... Aku dan Nuke ma tak lama kemudian disusul oleh Andi dan Dit kami berem beendam dalam satu bath emang bath tubnya gede banget karena bukan beli jadi... kaya"nya soalnya dari batu granit dan muat untuk orang lima... sekeluarga kali.
Berempat kami ulangi lagi permainan tadi sampe perut kami terasa baru kami basuh badan dan ganti lalu keluar cari makan dengan tubuh lemes banget.
.
Sumber:Internet