. . Namaku Joko.
Aku adalah seorang manajer di sebuah perusahaan swasta di Jakar aku sudah lama bekerja tetapi aku masih melajang.
Kisah ini diawali saat aku bertemu seorang mahasiswi yang sedang magang di kan tersebut bernama Erika.
Aku tidak begitu tahu kuliah apa yang ia ambil,tetapi ia bekerja sebagai sekretaris di kantorku.
Adapun Erika adalah gadis yang sangat manis,berkulit putih layaknya wanita keturunan Chinese,memiliki tubuh langsing bak gitar,rambutnya berwarna hitam kecoklatan dgn panjang sebahu,dan raut wajahnya mirip-mirip Dian Erika sangat menarik perhatian pria2 di kantorku,krn dia berpenampilan layaknya mahasiswi di kam menjadi angin segar tersendiri untuk kami para pria di kantor.
Suatu hari Erika datang ke ruanganku untuk meminta tanda terkejut melihat penampilannya yang sexy mengenakan kaos hitam lengan pendek yg sangat ketat,rok mini berbahan jeans yg di atas lutut,dan sepasang sandal hak tinggi utk wani bisa melihat bentuk payudaranya yg membusung dr balik kaos ketat itu dgn jelas dan juga pahanya yg putih mulus itu bisa kupandangi sepuasku.
Erika masuk ke ruanganku dan menyerahkan beberapa dokumen utk kutanda ia berada di dekatku,sepintas tercium harum semerbak dari tubuhnya yang sedikit2 mulai merangsang Erika agak tegang,jadi kupersilakan ia duduk di depan mejaku.
Sambil pura2 baca dokumen,aku mulai sedikit2 bicara dengannya,basa basi layaknya atasan dan bawahan,sambil saling berkenalan.
”Kamu kok sering bgt pakai baju itu sih??”,tanyaku pada Erika.
Erika jadi tersipu malu mendengar pertanyaanku seraya menjawab,”Habisnya kata temen2 aku keliatan cantik kayak model klo aku pakai baju ini.
Memangnya kenapa pak??”.
”Ngga apa2 kok,saya juga suka ngeliat kamu berpakaian seperti ini,betul2 cantik kayak model.
”,ujarku padanya.
”Bapak bisa aja ah,”,tukas Erika sambil tersipu malu.
Kuberanikan diri bertanya lebih jauh padanya,”Erika,kamu udah punya pacar belum??”.
”Sudah,pak.
”,jawab Erika.
Aku agak kecewa mendengarnya,tp aku terus berusaha memancingya untuk bicara ttg seks.
”Beruntung sekali orang yg jadi cowo kamu,dia pasti bahagia sekali bisa berhubungan seks dengan cewe sesexy kamu.
”,ujarku sambil bercanda.
Erika tiba2 terlihat sedih,ternyata dia belum pernah sekalipun berhubungan seks dgn pacarnya dan hal itu membuatnya malu di hadapan teman2nya di kampus yg sudah pernah berhubungan seks dgn pacar masing2 dan pacar Erika juga orangnya sangat alim. shg sulit diajak nge hanya menggangguk saja mendengar hasrat Erika utk merasakan nikmat duniawi,tetapi pengetahuannya ttg sex juga masih tergolong dangkal.
“Pak,temen2 saya bilang sex itu nikmat.
Bener ga sih??”,tanya Erika sempet terkejut mendengar pertanyaannya,lalu kujawab,”Bener,temen2 kamu itu bener.
Sex itu mang nikmat kok,temen2 saya juga bilang begi sendiri juga blom pernah nyoba sih”.
Erika terlihat makin sedih,menyadari ketidakmampuan dirinya dalam berhubungan ia sejenak,sambil kuajak bercanda dan berkata,”Gimana klo kamu coba ML sama saya skrng disini,nanti saya ajarin teknik2nya deh biar cowo kamu bisa tunduk ama kamu di atas ranjang,bahkan bisa aja cowo kamu yang ketagihan nanti” .
Erika terlihat gelisah,”Gimana nanti klo ketauan/diintip orang2 sini,pak??”,tanyanya padaku.
”Tenang,kita seks kilat aja,sekitar 10-15 menitan.
”,ujarku.
Erika pun menerima tawaranku,dan akupun bersorak kegirangan dalam hati.
”Kesempatan bagus nih.
”,ujarku dalam setiap ruang untuk direktur dan manajer di kantorku ada toilet pribadi yang terpisah dgn toilet umum.
Kutuntun Erika masuk ke dalan toilet pribadi dalam ruanganku,dgn maksud agar suara kami tak terdengar ke luar.
Aku segera mengunci pintu toilet dari dalam,seraya mulai memeluk Erika.
Lalu aku duduk di atas kloset dan kusuruh Erika duduk di atas pangkuanku,dgn posisi payudaranya menghadap waja kunikmati harum tubuhnya,sambil menjamah2 kaos ketatnya yg hitam legam i aku menyibakkan rok mininya yg terbuat dr jeans itu,shg terlihatlah paha putih mulus dan cd Erika yang berwarna ini seks kilat,maka aku hanya memelorotkan cd Erika sedikit,lalu kuselipkan penisku pada cd Erika,menuju memeknya yang masih berbulu jarang itu.
Tanpa kesulitan,aku berhasil mencapai ‘target’,penisku sudah menancap pd memek Erika.
kedua tanganku memegang pinggul Erika dan menggerakkannya ke ata sekali rasanya,dan raut wajah Erika menunjukkan bahwa ia sangat menikmati perhelatan ini,pdhal ini pertama kali un Erika menjadi makin tak terkendali,pertanda dirinya sudah tenggelam dalam nikmat duniawi.
sekali2 ia menjambak rambutku dan menekan kepalaku shg wajahku menempel di atas payudaranya,sambil kujilati dan kuhisap payudara yg tertutup kaos ketat i bibir Erika dengan maksud utk meredam suara desa kulepaskan kedua tanganku dari pinggulnya,dan pinggul Erika sudah bergerak naik turun dgn kelamaan pinggul Erika bergerak tak beraturan,seperti ce penyanyi dangdut lagi goyang pinggul.
Kuselipkan kedua tanganku ke dalam kaos ketat Erika,melewati bhnya,dan akhirnya memegang payudaranya tanpa dilapisi apa rasanya sewaktu kupegang payudaranya,sepertinya ia kedinginan dari tadi sewaktu kuajak ngobrol.
tak lupa tanganku menjamah bagian2 tubuh Erika yg lain seperti pantat,paha,kaki,dll.
kuangkat kaki kiri Erika dgn tanganku sekitar 60 drajat,lalu kujilati pahanya yg mulus.
kadang aku kembali melumat bibirnya bila ia mulai mendesah tak karuan.
penisku sudah becek sekali krn terus berada dlm memek Erika yg basah itu.
tak terasa 15 menitpun sudah berlalu.
kami belum sempat orgasme,tetapi paling tidak bisa merasakan nikmat duniawi dlm sekejap ma Erika yang sudah larut dlm nikmat duniawi i yg tersadar jd tersipu malu krn sadar dirinya sudah seperti wanita murahan mancabut penisku yg dijepit memek Erika dr tadi,awalnya sulit krn godaan utk terus lanjut,tetapi akhirnya bisa setelah berhasil melemaskan buru2 mengencangkan celana dalamnya dan aku merapikan celana panjangku,lalu kubantu mengeringkan kaos ketat Erika yg basah krn ludahku saja ludahku yg menempel pada paha Erika sudah kering.
aku pun keluar lebih dulu dr toilet utk mengecek keadaan di luar ruang kan banyak karyawan sedang makan siang,jd keadaan relatif aman.
”Kapan2 kita lanjutin lagi deh yg tadi,tp di luar kan itu nikmat kan??”,ujarku pada Erika.
Erika hanya mengangguk sambil tersenyum malu.
Lalu Erika pun segera keluar dr ruanganku dan kembali ke meja kerjanya.
sejak kejadian ini,aku dan Erika sering curi2 kesempatan di kantor untuk melakukan seks kilat,mumpung Erika masih magang di kantorku .
.
Sumber:Internet