Gelap

Suster Suster Haus Sex

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Suster Suster Haus Sex

. . Suatu siang di jalan Dharma Wangsa ke arah campus Airlangga sedang terjadi. keributan, ngga" jelas siapa lawan saat itu aku melintas dengan BMW M50ku sendirian dan sedang asyik dengerin radio Suara cuek. saja saat melintasi perkelahian itu sambil sedikit menoleh ke arah seorang. laki-laki yang sedang dikeroyok 4 orang lawannya... dia dikejar habis-habisan dan mencoba menerobos kerumunan penonton untuk mencari. selamat.
Terbelalak mataku bengitu sadar siapa lelaki yang sedang dikerjar. ternyata dia Kakak namanya Anton.
Yang ngga" jelas kenapa dia ada di sana dan dikeroyok orang segala, tapi aku sudah tidak sempat berpikir lebih jauh... segera saja aku pinggirkan kendaraanku dan aku turun untuk membantunya.
. Aku tarik dua orang yang sedang memukulnya karena Anton sudah jatuh. terduduk dan dihajar berem sekarang Anton mengurus dua orang dan aku. dua orang... memang masih tidak dalam perkelahianku aku berhasil menangkap satu dari lawanku dan aku jepit kepalanya dengan lengan. kiriku sedang lengan kananku aku gunakan untuk meng sementara. aku berusaha menggunakan kakiku untuk melawna yang satunya lagi... aku tak sempat lihat apa yang dilakukan An waktu seakan sudah tidak dapat. dihitung lagi demikian cepatnya sampai hal terakhir yang masih aku ingat. adalah aku merasakan perih di pinggang kanan belakangku... dan saat kutengok ternyata aku ditusuk dengan sebilah belati dari belakang oleh. entah sambil menahan sakit aku merenggangkan jepitanku pada. korbanku dan berusaha melakukan tendangan memu sasaranku adalah. lawan yang di depanku.
Namun pada saat melakukan tendangan memutar sambil melayang... tiba-tiba aku melihat ayunan stcik soft ball ke arah kakiku yang ngga" ampun lagi aku jatuh terjerembab dan gagal. melancarkan tentangan mau sesampainya aku di tanah dengan agak. tertelungkup aku merasakan pukulan ber mungkin lebih dari 3. orang yang menghajarku.
Terakir kali kuingat aku merasakan beberapa kali tusukan sampai akhirnya aku sadar sudah berada di rumah sakit.
. Aku tidak jelas berada di rumah sakit mana yang pasti berisik sekali dan. ruangannya dalam ruangan tersebut ada beberapa ranjang... pada saat aku berusaha untuk melihat bagian bawahku yang terluka aku masih. merasakan nyeri pada bagian perutku dan kaki kananku serasa gatal dan. sedikit kebal ( mati rasa )... aku coba untuk geser kakiku ternyata berat sekali dan kaku.
Kemudian aku paksakan untuk Sore itu aku dijenguk oleh Dian adik An Dian ini teman kulia. dia datang bersama dengan Mita adiknya yang di katanya habis jenguk. Anton dan Anton ada di ruang. " Makasih ya Jo kalo ngga" ada kamu kali Anton " katanya. sambil menitikkan air ma " semua ini sudah berlalu... tapi kalo boleh aku tau kenapa Anton sampe dikeroyok gitu ? " tanyaku. penasaran.
" Biasa gawa-gara cewec... mereka goda cewec Airlangga dan cowocnya marah makanya dikeroyok... emang sich bukan semua yang ngeroyok itu anak Airlangga sebagian kebetulan musuh Anton dari SMA, sialnya Anton saja ketemu lagi dan suasananya kaya" gi jadi dech di dihajar. rame-rame " jawab Mita.
" Kak Jossy yang luka apanya saja ? " tanya Mita.
" Tau nih... rasanya ngga" keruan " jawabku... " Lihat aja soalnya aku ngga" bisa gerak banyak... kamu angkat selimutnya sekalian aku juga mo tau " lanjutku pada Mita.
" Permisi ya Kak " kata Mita langsung sambil membuka selimutku ( hanya. diangkat saja ).
Sesaat dia pandangi luka-lukaku dan mungkin karena banyak luka sehingga dia sampe bengong gi dan pas aku lihat pinggangku. dibalut sampe pinggul dan masih tembus oleh darah... di bawahnya lagi aku meliha ya ampun pantes ni anak singkong bengong... meriamku tidak terbungkus apa-apa dan yang seremnya kepalanya yang gede kelihatan menarik. seperti perkedel.
Sesaat kemudian aku masih sempat melihat kaki kananku digi mungkin patah kena stick soft ball.
. Mita menutup kembali selimut tadi dan Dian tidak sempat melhat lukaku. karena dia sibuk nangis... hatinya memang lemah... sepertinya dia melankolis sejati.
" Mita sini aku mo bilangin kamu " ka Mitapun menunduk mendekatkan telinganya ke mulutku.
" Jangan bilang sama Dian soal apa yang kamu lihat baru kamu suka ngga" ? " kataku berbisik.
" Serem " bisiknya bales.
" Dian... kamu jangan lihat lukaku... nanti kamu makin nnga" kuat lagi nahan tangismu " kataku.
" Tapi paling tidak amu mo boleh aku raba ? " ". pelan-pelan ya... masih belum kering lukanya.
" jawabku.
Dianpun memasukkan tangannya ke balik dan mulai meraba dari. dada... ke di situ dia merasakan ada balu digesernya ke kanan kiri... terus ke bawahan dikit... " Kok perbannya sampe gini... lukanya kaya" apa ? ". " Wah aku sendiri belum jelas... " aku jawab pertanyaan Dian.
Turun lagi tangannya ke pinggul kanan... kena kuli terus ke kena meriamku... dia raba setengah menggenggam... untuk meyakinkan apa yang tersentuh tersentak dan dia menarik tangannya sedikit sambil. melepas pengangannya pada meriamku... " ngga" " " Ngga" apa-apa kok... malah enak kalo sekalian dipiji soalnya badanku sakit " kataku nakal.
" Na Kak Dian pegang anunya Kak Joss ya ? " goda Mi Merah wajah Dian ditembak gitu.
Dian terus saja meraa sampe pada kaki kananku dan dia menemukan gi ". L kok digips ? " " Iya patah tulangnya kali " jawabku asal untuk. menenangkan. . Dian selesai merabaiku... tapi tampak sekali dia masih kepikiran soal sentuhan pada meriam dan sesekali matanya masih melirik ke sekitar. meriamku... sedang aku juga sedang menikmati dan membayangkan ulang kejadian baru Flash back lah.
Tanpa sadar tiba-tiba meriamku meradang dan mulai bangun sehingga tampak. pada selimut tipis kalo ada sesuatu perkembangan di sana.
" Kak Jo anunya bangun " bisik Dian padaku sambil dia ambil selimut lain untuk. menutu tapi tangannya berhenti dan diam di ata " Supaya Mita. ngga" ngelihat " bisiknya lagi.
Aku cuman bisa mengangguk... aku sadar ujung penisku masih dapat menggapai aku coba. kejang-kejangkan penisku dan Dian seperti merasa dicolek-coleh tangannya.
" Mit... kamu pamit sama Mas Anton dech... kita bentar lagi pulang dan biar mereka istira " kata Dian... dan Mitapun melangkah keluar ruangan... " Kak Jos nakal sekali anunya ya " bisik Dian... aku balas dengan ciuman di pipinya.
" Dian... tolongin donk... diurut-urut i biar lupa " " Iya dech... " jawab Dian langsung mengurut meriamku... dari luar biar ngga" nyolok dengan pasien lain... walaupun antara ranjang ada " Ian... dari dalem aja lang biar cepe " pintaku karena merasa tanggung dan waktunya mepet sekali dia. mo pulang.
, Dian menuruti permintaanku dengan memeriksa sekitar lebih dulu... terus tangannya dimasukkan dalam selimutku langsung meremas meriamku... dielusnya batangku dan sesekali bijinya... dikocoknya... lembut wah gila ra lama juga Dian memainkan meriamku... sampe aku ngga" tahan lagi dan crrooott cro ccrrroooo..ttt beberapa kali keluar... Tiba-tiba Mita datang dan buru-buru Dian tarik tangannya dari balik. sedikt kena spermaku telapak tangan Dian... dia goserkan pada sisi ranjang untuk mengela " Sudah Kak Jo aku sama Mita mo. " pamit Dian... " Sudah keluar k " bisiknya pada cup... pipiku diciumnya... " Cepet besok aku tengok lagi " Dia sengaja menciumku untuk menyamarkan bisikannya yang. terakhir.
" Eh... kalo bisa bilangin susternya aku minta pindah kelas satu donk... di sini gerah " pintaku pada mereka.
. Merekapun keluar kamar dan melambaikan satu jam kemudian aku. dipindahkan ke tempat yang lebih bagus... ada ACnya dan ranjangnya ada dua.
Tapi ranjang sebelah kosong.
Posisi kamarku agak jauh dari pos jaga suster itu aku tau saat aku didorong dengan ranjang beroda.
" Habis gini mandi ya " kata suster perawat sehabis mendorongku... ngga" lama kemudian dia sudah balik dengan ember dan lap dia taruh. ember itu di meja kecil samping ranjangku dan mulai menyingkap selimutku. serta melipatnya dekat kakiku.
terbuka sudah seluruh pas dia lihat sekita meriamku terkejut dia... ada dua hal yang mengage yang pertama adalah ukuran meriam serta kepalanya yang di luar normal... besar dan yang kedua ada hasil kerjaan Dian... spermaku masih berantakan tanpa sempat dibersi walaupun sebagian menempel di. tapi bekasnya yang mengering di badanku masih jelas terlihat.
" Kok... kayaknya habis orgasme ya ? " tanyanya.
Lalu tanpa tunggu aju jawab dia ambil wash lap dan " jangan pake wash lap... geli... saya ngga" biasa " kataku.
Suster itu mulai dengan dibasuh dan di usapannya. lembut sambil dimandiin aku pandangi waja dadanya... cukup gede kalo aku li orangnya agak tangannya lembut.
Selesai dengan yang kiri sekarang ganti tangan kananku... dan seterusnya ke leher dan dadaku... terus diusa sapuan telapak tangannya lembut aku rasakan dan akupun memejamkan mata untuk lebih menikmati sentuhannya.
Sampe juga akhirnya pada meriamku... dipegangnya dengan lembu ditambah digosok ba bijinya... kembali ke ba dan aku ngga" kuat untuk menahan supaya tetap lemas... akhirnya berdiri juga... pertama setengah tiang lama-lama juga akhirnya kera dia bersihkan juga sekitar kepala meriamku sambil berkata lirih " Ini. kepalanya besar baru kali ini syya lihat kaya" gini besarnya ". " enak dimandiin gini... " kataku memancing.
Dia diam saja tapi yang jelas dia mulai mengocok dan memainkan ba kaya"nya dia suka. dengan ukurannya yang menakjubkan... " Enak Mas... kalo diginikan ? " tanyanya dengan lirikan nakal.
" iya terusin ya sampe keluar... " kataku sambil menahan rasa nikmat yang ngga" ke tangan kirinnya mengambil air dan membilas meriamku... kemudian disekanya dengan tangan kanannya... kenapa kok diseka tapi aku diam mengikuti apa yang mau dia lakukan... pokoknya jangan berhenti sampe sini aja... pusing nan Dia dekatkan ke dan dijulurkan lida kepala meriamku. dijilatnya dan lidahnya mengitari kepala meriamku... sejuta ra wow... enak lalu dikulumnya meriamku... aku lihat mulutnya sampe penuh rasanya dan belum seluruhnya tenggelam dalam mulutnya. yang mungil... bibirnya yang tipis terayun keluar masuk saat menghisap maju mundur.
. Lama juga aku diisep suster jaga ini... sampe akhirnya aku ngga" tahan lagi dan crooot crooo nikmat sekali.
Spermaku tumpah dalam rongga mulutnya dan ditelannya sisa pada ujung meriamkupun. dijilat serta dihisapnya " Sudah sekarang dilanjutkan mandinya. ya... " kata suster itu dan dia melanjutkan memandikan kaki kiriku setelah sebelumnya mencuci bersih meriamku... badanku dibaliknya... dan dimandikan pula sisi belakang badanku.
Selesai acara mandi " Nanti malam saya ke sini lagi nanti saya. " katanya sambil membereskan barang-barangnya.
terakhir sebelum keluar kamar dia sempat menciumku... pas di bibir... hangat " Nanti malam saya kasih yang lebih hebat " begitu katanya.
. Akupun berusaha untuk nikmat sekali sore ini dua kali keluar... dibantu dua cewec yang berbeda... ini mungkin ganjaran dari menolong gitu hiburku dalam sambil memikirkan apa yang akan. kudapat malam nanti akupun tertidur lelap sekali.
Tiba-tiba aku dibangunkan oleh suster yang tadi lagi... tapi aku belum sempat menyanyakan namanya... baru setelah dia mo keluar kamar selesai meletakkan makananku dan membangunkanku... namanya Anna.
Cara dia membangunkanku cukup aneh... rasanya suster di manapun tidak akan melakukan dengan cara ini... dia remas-remas meriamku... sambil digosoknya lembut sampe aku bangun dari tdurku.
Langsung aku selesaikan makanku dengan susah akhirnya selesai juga... lalu aku tekan bel... dan tak lama kemudian datang suster yang lain... aku minta dia nyalakan TV di atas dan mengakat makananku.
Aku nonton acara-acara TV yang membosankan dan juga semua berita yang. di tanpa konsentrasi sedikitpun.
. Sekitar jam 9 malam suster Wiwik datang untuk mengobati lukaku dan. mengganti pada saat dia melihat meriamkupun dia ". Ngga" salah apa yang diomongkan temen-temen di ruang jaga " demikian. komentarnya.
" Kenapa Sus ? " tanyaku ngga" jelas.
" Oo... itu tadi teman-teman bilang kalo pasien yang dirawat di kamar 26 itu kepalanya. besar sekali.
" jawabnya.
Setelah selesai denganmengobati lukaku dan dia akan tinggalkan ruangan... sebelum membetulkan selimutku dia sempatkan mengelus kepala meriamku... " gimana ya rasanya ? " gumamnya tanya meminta jawaban.
Dan akupun hanya senyum saja.
Wah suster di sini gila semua ya soalnya aku baru kenal dua orang dan dua-duanya suka sama meriamku... minimal dan lagian ada promosi gratis di ruang jaga suster kalo ada. pasien dengan kepala meriam super be promosi yang mengun. semoga ada yang terjerat ingin mencoba... selama aku masih dirawat di sini.
. Jam 10an kira-kira aku mulai aku mimpi indah sekali dalam. karena sebelum tidur tadi otakku sempat berpikir jorok.
Aku merasakan hangat sekali pada bagian tepatnya pada bagian. meriamku... sampe aku terbangun suster Anna sedang menghisap meriamku... kali ini entah jam berapa ? Dengan bermalas-malasan aku nikmat terus dan aku mulai ikut aktif dengan meraba dadanya... suatu lokasi yang aku anggap paling dekat dengan jangkauanku.
Aku buka kanding atasnya dua kancing... aku rogoh dadanya di balik BH aku dapati segumpal daging hangat yang kenyal... kuselu sambil meremas-remas kecil.. sampe juga pada aku pilin dan Sus Annapun mende enath berapa lama aku dihisap dan aku merabai. Sus Anna... sampe dia minta " Mas... masih sakit ngga" badannya ? " " Kenapa Sus ? " tanyaku bingung.
" Enggak kok... sudah lumayan enakan... " dan tanpa menjawab diapun meloloskan CDnya... dimasukkan dalam saku baju dinasnya.
Lalu dia permisi padaku dan mulai mengangkangkan kakinya di atas meriamku... dan ble dia masukkan batangku pada lobangnya yang hangat dan sudah basah diapun mulai menggoyang pertama. dengan gerakan naik disusul dengan gerakan memu wah... suster ini rupanya sudah prof banget... lobangnya aku rasakan masih sangat makanya dia juga hanya berani gerak mungkin juga. karena aku masih dan punya banyak luka baru.
Lama sekali permainan itu dan memang dia ngga" ganti karena posisi yang. memungkinkan hanya satu aku tidur di bawah dan dia di atasku.
Sampe saat itu belum ada tanda-tanda aku akan keluar... tapi kalo tidak salah dia sempat mengejang sekali tadi dipertengahan dan lemas sebentar. lalu mulai menggoyang lagi... sampe tiba-tiba pintu kamarku dibuka dari luar... dan seorang suster masuk dengan kaget sekali kami berdua... karena tidak ada alasan lain... jelas sekali kita sedang main... mana mana bajua dinas Suster Anna terbuka sampe perutnya dan. BHnya juga sudah kelepas dan tergeletak di lantai.
Ternyata yang masuk suster Wiwik... dia langsung menghampiri dan bilang " Teruskan saja An... aku cuman mau iku mumpung sepi ". Suster Wiwikpun mengelus dadaku... dia ciumin aku dengan lembut... aku membalasnya dengan meremas dadanya... dia diam aku buka kancingnya... terus langsung aku loloskan pakaian dina aku buka sekalian BHnya yang berenda... tipis dan merang membal sekali tampak pada saat BH itu lepas dari badannya... dada itu berguncang dikit... kelihatan kalo masih sangat kencang... tinggal CD minim yang digunakannya.
. Suster Anna masih saja dengan aksinya naik turun dan kadang berpu. aku lhat saja dadanya yang terguncang akibat gerakannya yang mulai liar... lidah suster Wiwik mulai memasuki rongga mulutku dan kuhisap ujung. lidahnya yang menjulur i tangan kiriku mulai merabai sekitar. selangkangan suster Wiwik dari luar... basah sudah CDnya... pelah aku kuak ke dan kudapat permukaan bulu halus menyelimuti liang. kenikma kuelus baru kemudian sedikit ku. ketemu sudah aku pada clit agak ke belakang aku rasakan makin. menghangat.
Tersentuh olehku kemudian liang nikmat kuelus dua tiga kali sebelum akhirnya aku masukkan jariku ke dalamnya.
Kucoba memasukkan sedalam mungkin jari kemudian disusul oleh jari. aku putar jari-jariku di dalamnya... baru kukocok keluar ma sambil jempolku memainkan clitsnya.
Dia mendesar ringan... sementara suster Anna rebahan karena lelah di dadaku dengan pinggulnya. tiada hentinya menggoyang kanan dan kiri... suster Wiwik menyibak rambut panjang suster Anna dan mulai menciumi punggung terbuka i suster Anna. makin mengerang... mengerang.... dan mengerang.... sampai pada erangan panjang yang menandakan dia akan orga dan makin keras goyangan. sementara aku mencoba mengimbangi dengan gerakan yang lebih. keras dari karena dari tadi aku tidak dapat terlalu. bergoyang... takut lukaku sakit.
Suster Anna mengerang.... panjang sekali seperti orang sedang kesaki tapi juga mirip orang kepeda mendesis di antara erangannya... dia sudah ru dan... dia tahan dulu baru dicabutnya sekarang giliran suster Wiwik... dilapnya dulu... meriamku dikeringkan... baru dia mulai menaikiku... ba kurang ajar suster-suster ini aku digilirnya... dan nanti aku juga mesti masih membayar biaya rawat... gila... enak di dia... enak juga dia aku kok... demikian ach... masa bodo.... POKOKNYA PUAS !!! Demikian kata iklan.
. Ketika suster Wiwik telah menempati kulihat suster Anna. mengelap liang kenikmatannya dengan tissue yang diambilnya dari meja kecil. di sampingku.
Suster Wiwik seakan menunggang kuda... dia goyang maju mundur... perlahan tapi penuh kepas makin lama makin cepat iramanya... sementara tanganku keduanya asyik meremas-remas dadanya yang mengembung indah... kenyal sekali ra cukup besar ukurannya dan lebih besar dari suster Anna yang ini ngga" kurang dari 36... kemungkinan cup C... karena mantap dan tanganku seakan ngga" cukup menggenggamnya.
Sesekali kumainkan putingnya yang mulai mengeras... dia mende hanya itu jawaban yang keluar dari mulu desisan itu. sungguh manja kura sementara suster Anna telah selesai dengan. membersihkan liang kemudian dia mulai lagi mengelus-elus. badan telanjang suster Wiwik dan tuga memainkan rambu mengusa. Kemudian karena sudah cukup dia mulai menaiki ranjang. lagi... dikangkangkannya kakinya yang jenjang di atas ke setengah berjongkok gayanya saat itu dengan menghadap tembok di atas ke. dan kedua tangannya berpegangan pada bagian kepala ranjangku.
Mulai disorongkannya liangnya yang telah kering ke mulu dengan cepat aku. julurkan lida aku colek sekali dulu dan aku tarik nafa. harus khas liang kujilat liangnya dengan. lidahku yang memang terkenal kumainkan lida mereka berdua. mengerang berbarengan kadang bersahu. Aku ingin tau sekarang ini jam berapa ? Jangan sampe erangan mereka. mengganggu pasien lain... karena aku mendengarnya cukup keras... aku tengok ke dinding... kosong ngga" ada jam dinding... aku lihat keluar... kearah mataku benar-benar. kaget aku... lamat-lamat aku di antara pintu aku melihat seberkas sinar mengkilap... sambil terus menggoyang suster Wiwik... meninggalkan jilatan pada suster Anna... aku konsentrasi sejenak pada apa yang ada di belakang pintupun makin gila. aku makin kaget... dan deg... jantungku tersentak lalu lega... yang dateng ini dua temen suster yang sedang kupuaskan ini... kaya"nya kalo marah sich ngga" bakalan.. mereka sepertinya telah cukup lama melihat adegan kami ber jadi maksud kedatangannya hanya dua. kemungkinan... mo nonton dari dekat atau iku " Wah... wah... wah... rajin sekali kalian bekerja... sampe malem gini masih sibuk ngurus " demikian kata salah seorang dari mereka... " Mari kami bantu " demikian sahut yang lainnya yang berbadan kecil kurus. dan berdada Jelas ini jawabannya adalah pilihan kedua.
Merekapun langsung melepas pakaian dinas ma satu mengambil. posisi di kanan ranjang dan satu ngambil posisi di kiri ranjang... secara hampir bersamaan mereka menciumi dada... le telinga dan semua daerah rang akupun mulai lagi konsentrasi pada liang suster Anna... sementara kedua tanganku ambil bagian ma sekarang semua. bagian tubuhku yang menonjol panjang telah habis digunakan untuk. memuaskann 4 suster ga malam ini... tidak ada sisa ru terus bagaimana kalo sampe ada satu lagi yang ikutan ?. . Jari-jariku baik dari tangan kanan maupun kiri telah amblas dalam liang. hangat suster-suster gatel untuk menggaruknya kali... aku kocok-kocokkan keluar masuk ya lida ya jariku... ya meriamku... rusak sudah konsentra yang ini pengalaman gila kedua sejak. peristiwa serupa dengan Donna adik Sammy Zara... Ini permainan Four Whell Drive ( 4 WD )atau bisa juga disebut Four Wheel. Steering ( 4 WS )... empat-empatnya jalan kaya"nya kau makin piawai dalam permainan 4DW / 4 WS ini karena ini kali dua aku mencoba. mempraktekkannya.
Lama sekali sampe tiba-tiba suster Wiwik mengerang.... kesar dan panjang serta mengejang... . Setelah suster Wiwik dan mencabut meriamku... suster Anna berbalik posisi dengan posisi 69... kami saling menghisap dan permainan berlanjut... sekali aku minta rota yang di kananku untuk naik... yang di atas ( suster Anna ) aku minta ke kiri dan suster yang di kiri aku. minta pindah posisi kanan.
Tawaran ini tidak disia-siakan oleh suster yang berkulit agak gelap dari. semua dia langsung menancapkan meriamku dengan gerakan yang. menakjubkan... tanpa di diambilnya meriamku yang masih tegang dengan liangnya dan langsung dima amblas sudah meriamku dari. pandangan.
Diapun langsung menggoyang keras... rupanya sudah ngga" . Benar juga sekitar 5 menit dia bergoyang sudah mengejang keras dan. mengerang.... mengerang.... panjang serta lemas.
Sementara tingal dua korban yang belum aku minta bantuan suster yang masih ada di. sana untuk membantu aku balik badan... kemudian aku suruh suster yang pendek dan berdada besar tadi untuk masuk ke bawah. sedangkan suster Anna aku suruh duduk di samping bantal yang digunakan. suster kecil tadi.
Perlahan aku mulai memasukkan meriam raksasaku pada liang suster yang bertubuh kecil ini... sulit dan diapun membantu dengan bimbingan Setelah tapi sayangnya. tidak dapat habis rasanya mentok dengan bibir. ra akupun mulai menggoyang suster kecil dan menjilati suster. Anna.
Mereka berdua kembali mendesa mengerang.... mendesah dan kadang mende kaya" ular.
Aku sulit sekali sebenarnya untuk mengayun pinggulku maju mundur.... jadi yang bisa aku lakukan cuman tetap menancapkan meriamku pada liang. kenikmatan suster mungil ini sambil memutar pinggulku seakan. meng-obok-obok liangnya... sedangkan dadanya yang aku bilang super itu terasa sekali mengganjal dadaku yang bidang... kenikmatan tiada tara sedang dinikmati si mungil di bawahku ini... dia mendesis tak keruan... sedang lidahku tetap menghajar liang kenikmatan suster Anna... sesekali aku jilatkan pada clit dia menggelinjang setiap kali lidahku. menyentuh clit mendengar desisan mereka berdua aku jadi ngga". maka dengan nekat aku keraskan goyangan pinggulku dan hisapanku. pada suster Anna... dia mulai mengejang... mengerang dan kemudian disusul dengan suster yang sedang kutindi suster Anna sudah lemas... dan beranjak turun dari. Aku tekan lebih keras suster mungil ini.... sambil dadanya yang menggairahkan ini aku remas-remas aku sudah merasakan hampir. sampe juga... sedang suster mungil masih mengerang.... terus dan kaya"nya dia dapat multi orgasme dan panjang sekali orgasme yang. didapa aku coba mengjar orga dan.... dan.... berhasil juga aku aku sodok dan benamkan meriamku sampe. dia melo aku didekapnya erat dan " Adu.....uh enak " demikian salah satu katanya yang dapat aku dengar.
Akupun ambruk diatas dada besar yang menggemaskan i lunglai sudah. tubuh ini ra menghabisi 4 suster suatu rekord yang. gila... permainan Four Wheel Drive kedua dalam pada saat mencabutnyapun aku terpaksa diantu suster yang lain... " Kasihan pasien ini nanti sembuhnya jadi lama... soalnya ngga" sempet istirahat " kata suster yang hitam.
" Iya dan kaya"nya kita akan setiap malam rajin minta giliran kaya" malem. ini " sahut suster Wiwik.
" Kalo itu dibuat system arisan saja " kata suster Anna sadis sekali. kedengarannya.
Emangnya aku meriam bergilir apa ? . Malam itu aku tidur lelaap sekali dan aku sempat minta untuk suster mungil. menemaniku tidur, aku berjanji tiap malam mereka dapat giliran menemaniku tapi setelah mendapat jatah batin tentunya.
Suster mungil ini bernama Ratih dan malam itu kami tidur berdekapan mesra sekali seperti. pengantin baru dan sama-sama sampe jam 4 dia minta jatah. dan kamipun bermain one on one ( satu lawan satu, ngga" keroyokan kaya" semalem ).
Hot sekali dia pagi i karena kami lebih bebas... tapi yang kacau adalah uda aku merasa sakit karena lukaku berdarah lagi... jadi terpaksa ketahuan dech sama yang lain kalo ada sesi dan. merekapun rame-rame mengobati lukaku.... sambil masih pengen lihat meriam dasyat yang meluluh lantakkan tubuh mereka semaleman.
Abis gitu sekitar jam 5 aku kembali tidur sampe pagi jam 7.
20 aku dibangunkan untuk mandi pagi.
Mandi pagi dibantu oleh suster Dewi dan sempat diisep sampe keluar dalam mulu nah suster Dewi ini yang. kulitnya hitaman semalam.
Nama mereka sering aku dapat setelah tubuh mereka aku dapat.
. Hari kedua. . Pagi jam 10 aku dibesuk oleh Dian dan Mi mereka membawakan buah jeruk. dan a aslinya sich aku ngga demen makan buah... setengah jam kami ngobrol bertiga.
sampe suatu saat aku bilang pada Dian " aku mo minta tolong Ian... kepalaku soalnya aku dari semaleman ngga" dapet keluar... dan aku ngga" bisa self service " demikian kataku membuka acara... dan akupun bercerita sedikit kebiasaanku pada Dian dengan bumbu tentunya.
Aku cerita kalo biasa setiap kali mandi pagi aku suka onani kalo semalemnya ngga" dapet cewec buat nemenin dan sorenya juga suka. main lagi... Dian bisa maklum karena aku dulu sempat samen leven dengan Nana temannya yang hyper sex selama 8 bulan lebih... dia juga tahu kehidupanku tidak pernah sepi cewec.
Dengan dalih dia mo bantu aku karena hal ini dianggap sebagai bales jasa menyelamatkan jiwa kakaknya... yang aku selamatkan dari keroyokan kemarin... sampe akhirnya aku sendiri masuk rumah sakit.
. Dia minta Mita adiknya keluar dulu karena malu, tapi Mita tau apa yang akan dilakukan Dian karena pembicaraan tadi di depan Mita.
Sekeluarnya Mita dari kamar... Dian langsung memasukkan tangannya dalam selimutku dan mulailah dia meremas dan mengelus meriamku yang sedang. sampe bangun dan keras setelah dikocoknya dengan segala. macam cara masih belum keluar juga sedang waktu sudah menunjukkan pukul. 10.
45 berarti jam besuk tinggal 15 menit lagi maka aku minta Dian menghisap meriamku.
Mulanya dia malu... tapi dikerjakannya juga... demi bales jasa kaya"ya... atau dia mulai suka ? . Akhirnya keluar juga spermaku dan kali ini tidak diselimut lagi tapi dalam. mulut Dian dan ini pertama kali Dian meneguk juga pertama kali. teman kuliahku ini ngisep kaya"nya dia juga belum mahir. be itu ketahuan dari beberapa kali aku meringis kesakitan karena. kena giginya.
Spermaku ditelannya sesuai permintaanku dan aku bilang kalo. sperma itu steril dan baik buat kulit... benernya sich aku ngga" tau jelas... asal ngomong aja dan dia setelah menelan spermaku dia ambil air di gelas dan meminumnya... belum biasa kali.
Aku tengok ke jendela luar saat Dian ambil minum ternyata aku melihat jendela. depan yang menghadap taman tidak tertutup rapat dan aku sempat lihat kalo. Mita tadi ngintip kakaknya ngisep aku... . Jam 11.
05 mereka berdua pamit selanjutnya aku aku makan siang dan tidur sampe bangun sekitar jam 3 siang.
Dan aku minta suster jaga untuk memindahkanku ke kursi roda... sebelum dipindahkan aku diobati dulu dan diberi pakeaian seperti rok panjang terusan agak gombor.
dengan kancing banyak sekali di belakangnya.
Pada saat mengenakan pakaian tersebut dikerjakan oleh dua suster shift. suster Atty dan suster Fatima, pada saat mereka berdua sempat melihat meriamku... mereka saling berpandangan dan tersenyum terus melirik nakal aku cuek pada saat aku mo dipindahkan ke kurasi. roda aku diminta untuk memeluk suster Fa orangnya masih muda. sekitar 23 tahunan kira-kira... rambutnya tubuhnya sekitar 159 Cm... dadanya sekitar 34 B... pada saat memeluk aku sedikit kencangkan sambil pura-pura ngga" kuat berdiri... aku dekap dia dari pinggang ke pundak ( seperti merengkuh ) dengan demikian aku telah menguncinya. sehingga dia tidak dapat mengambil jarak lagi dan dadanya pas sekali. di greeng... meriamku setengah bangun dapat sentuhan tersebut.
" Agak tegak berdirinya Mas... berat soalnya badan Masnya " kata suster Fatima.
Akupun mengikut perintahnya dengan memindahkan tangan kananku seakan. merangkulnya dengan demikian aku makin mendekatkan wajahnya ke leherku dan. aku dorong sekalian kepalaku sehingga dia secara ngga" sadar bibirnya kena. di le sementara suster Atty membetulkan letak kursi roda... aku lihat pinggulnya dari berlakang... wah... bagus juga ya... Suster Fatima bantu aku duduk di kursi roda dan suster Atty pegang kursi. roda dari belakang...pada saat mo duduk pas mukaku dekat sekali dengan dada suster Fa aku sempetin aja desak dan gigit dengan bibir. berlapis gigi ke dada karena beberapa terhenti aku dapat. merasakan gigitan itu sekitar 2 detikan dech... dia diam dan saat aku sudah duduk.... dan suster Atty keluar kamar... " Awas ya... nakal sekali " kata suster Fatima sambil mendelik.
Aku tau dia ngga" marah cuman pura-pura marah aja " Satunya belum Sus " kataku menggoda... " Enak aja... geli tau ? " jawabnya sewot.
" Nanti saya cubit baru tau " lanjutnya sambil langsung mencubit meriamku... dan terus dia ngeloyor keluar kamar dengan muka merah... karena meriamku saat itu sudah full standing karena abis nge-gigit jadi " tolong donk saya di. dorong keluar kamar " kataku sebelum sempat suster Fatima keluar jauh.
Diapun kembali dan mendorongku ke teras kamar... menghadap taman.
Aku bengong di sambil menghisap rokokku... di pangkuanku ada novel tapi rasanya males mo baca novel i jadinya aku bengong saja sore itu. di teras sambil ngelamun aku mikirin rencana lain untuk malam ini... mo pake gaya apa ya ?. . Tiba-tiba aku dikejutkan dengan telapak tangan yang menutup ma. saipa ini ? Kok tanyannya dingin dan kecil... " Siapa ni ? " ka Terus dilepasnya tangan tersebut dan dia ke arah de baru. kutau dia Mita adik Dian.
Kok sendirian ? " Mana Mita ? " " Lagi ketempat dosennya mo ngurus scripsi " jawab Mita.
" Jadi ngga" kesini donk ? " tanyaku penasaran.
" Ya ngga" lah... ini saya bawain bubur buatan Mama " katanya sambil mendorongku masuk kamar... dia letakkan bubur itu di atas meja kecil samping ranjang.
Terus kami ngobrol... sekitar 10 menit sampe aku bilang " Mit... ach ngga" jadi dech... " kataku bingung gimana mo mulainya... maksudku mo jailin dia untuk ngeluarin aku seperti yang dilakukan kakaknya pagi bukankah. dia juga udah ngin kali aja dia pengen kaya" kakaknya... mumpung lagi cuman berduaan... " Kenapa Kak ? " aku tak menjawab hanya mengernyitkan dahi. " Pusing ya ? " tanyanya lagi.
" Iya ni... penyakit biasa " kataku makin berani... kali bi " Kak... gimana ya ? Tadi khan udah ? " katanya mulai ngeti mak tapi kaya"nya dia bingung dan malu... merah wajahnya tampak sekali.
" Mit... sorry ya... kalo kamu ngga" keberatan tolongin Kakak donk... ntar malem Kakak ngga" bisa kalo... " kataku mengarah dan sengaja tidak menyelesaikan kata-kataku supaya terkesan gimana gi. " Iya Mita tau Kak... dan kasihan tapi gimana Mita ngga" bi MIta malu Kak... " " Ya udah kalo kamu kebera aku ngga" mo mak lagian kamu masih. kecil... " " Kak... Mita ciumin aja ya... supaya Kakak jangan susah Kak... kalo Mita sudah besar dan sudah bisa juga mau kok bantuin Kak Jossy kaya tadi pagi " kata dia sambil mencium pipiku.
" Iya dech... sini Kak cium kamu " kataku dan diapun pindah kehadapanku.
Dia membungkuk sehingga ada kelihatan dadanya yang membu adu. gila... usaha harus jalan terus ni... gimana caranya masa bodo... harus da aku udah pusing berat.
Dan Mitapun memelukku sambil membungkuk... aku cium pipinya, dagunya... belakang telinganya kadang aku gigit lembut pokoknya semua. daerah rang aku coba merang ciuman kami lama juga sampe. nafasnya terasa sekali di telingaku.
Tangaku mencoba meremas dadanya... diapun mundur... mo meng " Mit... gini dech... aku sentuh kamu ngga" ngapain kok... supaya aku lebih tenang nanti malem ". " Maaf Kak... tadi Mita kaget... Mita ngerti kok... Kak Joss gini juga gara-gara Mas Anton " jawabnya penuh atau dia udah kepancing. ?. Diapun kembali... mendekat dan kuraih dadanya... aku rema dia kembali menciumku... dari tadi tidak ada ciuman bibir hanya pipi dan saling berbala sampe remasanku makin liar dan mencoba. menyusup pada bajunya... melalui celah kancing atasnya.
Tangan Mita mulai turun dari dadaku ke meriamku... dan meremasnya dari luar... " Aduh... enak sekali Mit... terusin ya... sampe keluar... biar aku ngga" pusing nanti " kataku nafsu menyambut kemajuannya.
Lama remasan kami berlang sampe akhirnya Mita melorot dan. berjongkok di depanku dan menyingkap dia mulai mo mencium. meriamku... dengan mata redup penuh nafsu dia mulai mencium sayang pada meriamku.
" Masukin saja Mit... " kataku.
Mitapun memasukkan meriamku dalam mulut mungilnya... sulit sekali dan penuh sekali kelihatan dari luar... dia mulai menghisap dan aku bilang jangan sampe kena gigi... Tak perlu aku ceritakan proses isep-isepan i yang pasti saat aku. ngga" tahan lagi... aku tekan palanya supaya tetap nancep... dan aku keluarkan dalam mulut mungil Mi terbelalak mata Mita kena semprot. spermaku.
" Telen aja Mit... ngga" papa kok " ka Diapun menelan lalu dicabutnya dari mulut mungil i sisa. spermaku yang meleleh di meriamku dan bibir mungilnya dilap pake. dan dia lari ke kamar mandi.... sedang aku merapikan kembali pakaianku yang tersibak tadi.
. Ada orang da kelihatan dari balik kaca jendela... " Sorry Jo aku baru bisa dateng ngga" dapet pesawat soalnya " kata Bang. Johnny yang datang bersama dengan kak Wenda dan Winny... " Iya ini juga langsung dari airport " kata Kak Wenda.
" Kamu kenapa ceritanya gimana kok bisa sampe kaya" gini ? " tanya. Winny... " Lha kalian tau aku di sini dari mana ? " tanyaku bingung.
" Tadi malem kami telpon ke rumah ngga" ada yang jawab sampe tadi pagi. kami telpon terus masih kosong " kata Kak Wenda.
" Aku telpon ke rumahnya Donna yang di Kertajaya kamu ngga" di aku. telpon rumahnya yang di Grand Family juga kamu ngga" ada, malah ketemu sammy di sana " kata Winny.
" Sammy bilang mo bantu cari kamu... terus siang tadi Donna telpon katanya dia abis nelpon Dian dan katanya kamu dirawat di sini dan dia cerita. panjang sampe kamu masuk rumah sakit " kata Winny lagi.
Mereka tuh semua dari Jakarta karena ada saudara Kak Wenda yang menikah... dan rencananya pulangnya kemarin pantes Kak Wenda telpon aku. kemarin mungkin mo bilangin kalo pulangnya ditunda.
Malah dapet berita kaya" gini.
Mita keluar dari kamar mandi yang ada dalam kamarku itu kaget juga tau. banyak orang ada di sana dan dia kaya"nya kikuk juga... Setelah aku perkenalkan kalo ini Mita adiknya Dian dan kemudian Mita pamit. mo jenguk kakaknya diruang lain.
Kamipun ngobrol seperginya Mita dari hadapan kami.
Winny memandangku dengan mungkin kasihan tapi juga bisa dia cemburu sama Mi. ngapain ada dalam kamar mandi dan sebelumnya cuman berduaan aja sama aku. di sini.
. Selanjutnya tidak ada cerita menarik untuk diceritakan pada kalian. yang pasti mereka ngobrol sampe jam 5.
20 karena minta perpanjangan waktu dan jam 5 tadi Mita datang lagi cuman pamit langsung. pulang.
Malamnya seperti bia kejadiannya sama seperti hari mandi sore diisep lagi... kali ini sustenya lain... dia suster Fatima yang sempet aku gigit toketnya tadi siang.
Dan malemnya aku main lagi... dan tidur dengan suster Wiwik... suster Anna off hari i jadi waktu main cuman suster Wiwik, suster Ratih dan suster Dewi... TAMAT.
.
Sumber:Internet