Gelap
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear โš™ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple (๏ฃฟ) > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Tante Yus 1

. Berceritasex โ€“ Sesaat lamanya aku hanya berdiri di depan pintu gerbang sebuah rumah mewah tetapi berarsitektur gaya Jawa kuno.
Hampir separuh bagian rumah di depanku itu adalah terbuat dari kayu jati tua yang super awet.
Di depan terdapat sebuah pendopo kecil dengan lampu gantung kristalnya yang antik.
Lantai keramik dan halaman yang luas dengan pohon-pohon perindangnya yang tumbuh subur memayungi seantero lingkungannya.
Aku masih ingat, di samping rumah berlantai dua itu terdapat kolam ikan Nila yang dicampur dengan ikan Tombro, Greskap, dan Mujair.
Sementara ikan Geramah dipisah, begitu juga ikan Lelenya.
Dibelakang sana masih dapat kucium adanya peternakan ayam kampung dan itik.
Tante Yus (nama samaran) memang seorang arsitek kondang dan kenamaan.
Enam tahun aku tinggal di sini selama sekolah SMU sampai D3-ku, sebelum akhirnya aku lulus wisuda pada sebuah sekolah pelayaran yang mengantarku keliling dunia.
Kini hampir tujuh tahun aku tidak menginjakkan kakiku di sini.
Sama sekali tidak banyak perubahan pada rumah Tante Yus.
Aku bayangkan pula si Vivi yang dulu masih umur lima tahun saat kutinggalkan, pasti kini sudah besar, kelas enam SD.
Kulirik jarum jam tanganku, menunjukkan pukul 23:35 tepat.
Masih sesaat tadi kudengar deru lembut taksi yang mengantarku ke desa Kebun Agung, sleman yang masih asri suasana pedesaannya ini.
Suara jangkrik mengiringi langkah kakiku menuju ke pintu samping.
Sejenak aku mencari-cari dimana dulu Tante Yus meletakkan anak kuncinya.
Tanganku segera meraba-raba ventilasi udara di atas pintu samping tersebut.
Dapat.
Aku segera membuka pintu dan menyelinap masuk ke dalam.
Sejenak aku melepas sepatu ket dan kaos kakinya.
Hmm, baunya harum juga.
Hanya remang-remang ruangan samping yang ada.
Sepi.
Aku terus saja melangkah ke lantai dua, yang merupakan letak kamar-kamar tidur keluarga.
Aku dalam hati terus-menerus mengagumi figur Tante.
Walau hidup menjada, sebagai single parents, toh dia mampu mengurusi rumah besar karyanya sendiri ini.
Lama sekali kupandangi foto Tante Yus dan Vivi yang di belakangnya aku berdiri dengan lugunya.
Aku hanya tersenyum.
Kuperhatikan celah di bawah pintu kamar Vivi sudah gelap.
Aku terus melangkah ke kamar sebelahnya.
Kamar tidur Tante Yus yang jelas sekali lampunya masih menyala terang.
Rupanya pintunya tidak terkunci.
Kubuka perlahan dan hati-hati.
Aku hanya melongo heran.
Kamar ini kosong melompong.
Aku hanya mendesah panjang.
Mungkin Tante Yus ada di ruang kerjanya yang ada di sebelah kamarnya ini.
Sebentar aku menaruh tas ransel parasit dan melepas jaket kulitku.
Berikutnya kaos oblong Jogja serta celana jeans biruku.
Kuperhatikan tubuhku yang hitam ini kian berkulit gelap dan hitam saja.
Tetapi untungnya, di tempat kerjaku pada sebuah kapal pesiar itu terdapat sarana olah raga yang komplit, sehingga aku kian tumbuh kekar dan sehat.
Tidak perduli dengan kulitku yang legam hitam dengan rambut-rambut bulu yang tumbuh lebat di sekujur kedua lengan tangan dan kakiku serta dadaku yang membidang sampai ke bawahnya, mengelilingi pusar dan terus ke bawah tentunya.
Air.
Ya aku hanya ingin merasakan siraman air shower dari kamar mandi Tante yang bisa hangat dan dingin itu.
Aku hendak melepas cawat hitamku saat kudengar sapaan yang sangat kukenal itu dari belakangku, โ€œAndrew..? Kaukah itu..?โ€Aku segera memutar tubuhku.
Aku sedikit terkejut melihat penampilan Tante Yus yang agak berbeda.
Dia berdiri termangu hanya mengenakan kemeja lengan panjang dan longgar warna putih tipis tersebut dengan dua kancing baju bagian atasnya yang terlepas.
Sehingga aku dapat melihat belahan buah dadanya yang kuakui memang memiliki ukuran sangat besar sekali dan sangat kencang, serta kenyal.
Aku yakin, Tante tidak memakai BH, jelas dari bayangan dua bulatan hitam yang samar-samar terlihat di ujung kedua buah dadanya itu.
Rambutnya masih lebat dipotong sebatang bahunya.
Kulit kuning langsat dan bersih sekali dengan warna cat kukunya yang merah muda.
โ€œNggโ€ฆ selamat malam Tante Yus.. m
Sumber:Internet