Gelap

Terdampar Di Pulau Sunyi 1

🇮🇩 Indonesia
Kecepatan: 1.0x
Status: Siap
×

Bantuan pengaturan pemutaran

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tapi tetap tidak bisa putar, cek pengaturan Ponsel/PC Anda.
Pastikan mesin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin Anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lainya

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Keluaran Teks-ke-Suara.
Jika tidak ada, Pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih text-ke-suara atau text-ke-ucapan, atau yang mirip itu.
Untuk menambahkan bahasa, klik ikon gear ⚙ > install data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Pengaturan > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan/Konten lisan
Atau pengaturan > kotak pencarian di atas > masukan "konten yang di ucapkan/konten lisan" enter
Untuk tambahkan bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Pengaturan Sistem > Aksesibilitas > Konten yang Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mulai > Pengaturan > Waktu & Bahasa > Ucapan atau Speech.
Windows 7 & 8
Control Panel > Ease of Acces > Speech Recognition > Text to Speech
Windows XP
Start > Control Panel > Sounds, Speech, and Audio Devices > Speech
Windows 2000 & ME
Start > Settings > Control Panel > Speech
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Harap cari pengaturan untuk aktifkan text-to-speech di mesin pencari, seperti Google, Bing, dll

Catatan Untuk saat ini, halaman ini bekerja sesuai mesin dari perangkat anda.
Jadi suara yang di hasilkan, mengikuti mesin TTS dari perangkat anda.

Terdampar Di Pulau Sunyi 1

. PROLOGSebuah sekoci terombang ambing ombak menyusuri pantai.
Terlihat dua orang paruh baya berdiri di bagian depan, sementara di bagian belakang dua orang muda kekar mendayung.
“Kapten… sepertinya pulau ini berpenghuni… “ “Ya… saya juga memperhatikan sejak tadi, chief”Perahu terus menyusuri pantai berkarang dengan perlahan, hingga sampai di suatu bagian pantai berpasir putih.
“Kapten… lihat… ada gubuk di sela pohon !”“Chief… kita kesana… seharusnya pulai ini tak berpenghuni.
Ini di tengah pasifik”“Siap Kapten”“Beri kabar radio ke tanker, supaya mereka berjaga”“Siap Kapten”Tak berapa lama sekoci itu menyentuh pasir halus, Kapten dan Chief Officer berturut-turut melompat sementara dua ABK lain yang tadi mendayung kemudian menarik sekoci itu keatas pantai kemudian menunggu.
“Chief… parangnya tadi dibawa? kita harus tetap hati-hati”“Maaf Kapten… ketinggalan di sekoci”“Ya sudah… kita intip dulu pelan2… takutnya ini sarang perampok”Diterangi sinar matahari sore yang menyoroti. langkah mereka, membentuk dua bayangan panjang dari tubuh mereka, mengendap-endap keduanya menghampiri gubuk berdinding dedaunan itu.
Tepat di depan gubuk keduanya berhenti, lalu kapten menyentuhkan telunjuknya di depan bibir menandakan Chief untuk tidak bersuara.
“Nnnngggghh… ngggggh… aaaaah” terdengar suara di dalam gubuk.
“Suara perempuan” ujar Kapten berbisik.
Tanpa dikomando mereka mencari lubang di dinding lalu mengintip bersamaan.
“Mamaaaa… Donny ngga kuat maaaa…”“Mama juga… sssssh… aaaah… aaaah”Kapten dan Chief berpandangan sambil mulut mengaga.
Tepat pada saat itu terdengar jeritan dan dengusan dari balik dinding.
“Mama keluaaaaaaar… aaaaaarggggghhhh… aaaaaaaah…”***********LIMA TAHUN SEBELUMNYADi tengah jeritan-jeritan perempuan, tangisan anak kecil, dan bisikan do’a beberapa orang tua, di loudspeaker di pesawat Boeing 747 Jumbo Jet terdengar perintah tegas Kapten Pilot.
“… Cabin Crew… prepare passenger for emergency landing…”Namun para crew tak sempat lagi memeriksa seluruh penumpang yang sebagian besar telah mengenakan Life Vest, karena pada saat itu juga pesawat terbanting lalu meluncur di tengah ombak yang sedang bergulung di Samudera Pasifik.
Segera setelah itu emergency door dibuka, seluruh penumpang berebut keluar dan… ditelah ombak ganas…**********Perlahan, Nina membuka matanya.
Kepalanya terasa sakit — teramat sakit — hingga ia kembali menutupkan mata.
Seluruh badannya terasa lemas tak bertenaga, sementara perih yang menusuk-nusuk seluruh tubuhnya membuat ia merintih.
Namun ia teringat sesuatu… dan memaksa diri untuk bangun.
Pandangannya terasa buram, pandangannya menyapu sekeliling.
Dilihatnya ia berada di sebuah pantai berpasir, dan hari saat itu menjelang sore.
Nina segera memegang tali yang terikat di pinggangnya, dan dengan panik ia menariknya, berusaha mencari sesuatu di ujung tali itu.
Donny —anaknya— sempat ia ikat dengan sebuah tali yang didapatinya sebelum keluar dari pesawat yang terjatuh itu sehingga mereka tidak akan terpisah.
Dan ah… beberapa meter darinya, dilihatnya sosok tubuh yang terbaring: Donny.
Nina segera menghampiri dan memeriksa anaknya walaupun ia harus merangkak sambil merintih, diraihnya lengan donny dan Nina memeriksa denyutnya.
Masih ada.
Tak lama kemudian, perempuan cantik itu terisak dan kembali terbaring di samping anaknya yang masih belum siuman.

Sumber:Internet