Gelap

43 Jum 21 1

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

43 Jum 21 1

. Hai.. ini cerita baruku.
Sudah ada e-booknya.
Link ada di profilku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami.
Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Murah sekali kan? Kalian bisa membaca di ebook dengan desain menarik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami.
Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami.
Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami.
Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Asik kan? Buat yang tak sabar mengikuti cerita ini di Wattpad, boleh langsung membelinya di ebook.
HEPI reading.. ❤️❤️❤️.
"Masuk, Jum.
" Nyonya Kamila mempersilahkan Jum masuk.
Matanya membola ketika melihat Jum melepas sandal jepitnya di samping keset.
"Eh, buat apa dilepas? Pakai saja, Jum," titah Nyonya Kamila.
"Tapi, Nyonya.
Sandal Jum jelek.
Nanti mengotori lantai," kata Jum berkelit.
"Haish, tak usah aneh-aneh, deh! Sini masuk.
" Nyonya Kamila menggaet tangan Jum dan menghela lengan perempuan itu supaya masuk ke dalam rumahnya yang megah dan mewah.
Mata Jum menatap takjub ke sekeliling rumah yang sangat indah dengan warna putih mendominasi.
Seumur hidup baru kali ini dia melihat rumah semewah ini.
Namanya Jumiati, panggilannya Jum.
Usianya 26 tahun, dia perempuan desa lulusan SMP yang tak bisa meneruskan sekolah karena tak ada biaya.
Keluarga Jum sangat miskin.
Bapaknya telah meninggal sepuluh tahun lalu, sejak saat itu ibunya mati-matian membanting tulang mencari uang dengan berjualan rujak dan bubur campur.
Jum membantu perekonomian keluarga dengan menjadi pembantu rumah tangga.
Nyonya Kamila adalah salah satu mantan majikannya yang amat baik.
Jum berhenti bekerja dengannya sepuluh tahun lalu karena bapaknya meninggal.
Sejak saat itu Jum tinggal di desa untuk menemani Ibu.
Jum kembali kemari atas permintaan Nyonya Kamila yang tahu ibu perempuan desa itu telah meninggal dan memintanya kembali bekerja padanya.
Sepuluh tahun lebih Jum tak berjumpa dengan majikannya, ternyata Nyonya Kamila semakin kaya.
"Bagus Jum?" tanya Nyonya Kamila yang tahu Jum mengagumi rumahnya.
"Bagus banget, Nyonya.
" "Sini, saya tunjukkan kamarmu.
" Nyonya Kamila membawa Jum ke kamar yang akan ditempati pembantunya itu, sebuah kamar lumayan besar.
Dua kali lebih besar dari kamar Jum di desa dan sangat bagus.
"Semoga kamu betah, Jum.
" "Suwun, Nyah.
Jum yakin pasti betah.
" Itu keyakinan Jum.
Tapi itu sebelum Jum bertemu dengan Den Juno, lelaki yang kemudian mengobrak-abrik ketenangan hidupnya! Lelaki yang merusaknya, namun juga yang berhasil merampok hatinya dan mematahkannya sekaligus.
Den Juno, seorang lelaki dingin dan bangsat! ==== >(*~*)< ==== Jum merasakan tatapan panas saat mengepel lantai.
Seperti gadis desa lainnya, Jum terbiasa mengepel lantai dengan menungging.
Dia merasa ada seseorang yang memperhatikan pantat bahenolnya yang bergoyang seperti lonceng ketika dipakai mengepel.
Penasaran, Jum menoleh ke belakang.
Ya Allah, siapa lelaki tampan yang melihatnya dari belakang? Dia tampan sekali! Mirip aktor luar negeri.
Kulitnya putih bersemu merah, tubuhnya tinggi dan kekar, wajahnya seperti ada campuran barat dan Korea.
Jum menelan ludah kelu menyadari lelaki itu memandang dengan tajam.
"Maaf, Den ada perlu apa?" tanya Jum sopan.
Lelaki itu mendengkus dingin, lantas menggumam dengan suara rendah.
"Minggir! Lo menghalangi jalan gue.
" Ya ampun ternyata dia hendak masuk ke dalam kamarnya dan Jum tepat menungging di depan kamarnya.
Dari sini Jum tahu bahwa dia adalah Den Juno, anak sambung Nyonya Kamila.
Dulu saat Jum bekerja padanya, status Nyonya Kamila adalah janda dengan satu anak.
Sekarang Jum baru tahu kalau Nyonya Kamila telah menikah dengan bekas iparnya sendiri, Tuan Jamal.
Den Juno adalah anak kandung Tuan Jamal dengan almarhumah istrinya ... Nyonya Gladhys.
"Aduh, maaf Den," kata Jum rikuh.
Dia berdiri dan bergeser ke samping untuk memberinya ruang pada Juno masuk ke kamarnya.
Tanpa berkata apapun, Juno melewati Jum.
Duk! Entah disengaja atau tidak lengannya menyenggol keras payudara Jum.
Sial, terasa ngilu.
Jum masih meringis ketika Juno berbalik dan memandangnya lekat.
"Kenapa lo?" sembur Juno galak.
"Ndak apa, Den.
Susu Jum jadi ngilu karena tadi tersenggol tangan Den Juno," sahut Jum polos.
Juno menutupi rasa herannya.
Dia tak menyangka perempuan lugu seperti Jum bicaranya nyablak seperti itu.
Padahal justru saking polosnya, Jum selalu mengatakan apa adanya yang dirasakan olehnya, bukan karena bermaksud menggoda.
"Lo ... masih gadis?" tanya Juno penasaran.
"Ndak, Den.
Jum sudah menjanda sejak lima tahun lalu.
" Pengakuan Jum membuat bibir Juno melengkung keatas.
Hanya sekilas setelah itu kembali ketus.
"Napa lihat-lihat gue? Naksir? Ingat, lo bukan level gue!" "Iya, Den.
Jum tahu," sahut Jum memelas.
Sepertinya kali ini dia mendapat satu majikan yang bakal mempersulitnya.
Juno maju, menipiskan jarak di antara mereka.
Lantas berbisik dengan sinis, "lo pembantu gue, tugas lo melayani segala kebutuhan gue.
Kebutuhan apapun!" Entah mengapa mendengar tuntutan itu, bulu kuduk Jum merinding.
==== >(*~*)< ==== Bersambung
Sumber:Internet