. kereta pun berhenti akhirnya kami tiba di semarang.
atez membantuku membawakan tas yang berisi pakaianku.
-atez kamu mau kemana? kamu gak mungkin ikutin aku mau ke makam suamiku -iya aku akan antar kamu -mau ngapain sih pake ikut kan bisa jalan jalan sendiri atau kamu balik lagi aja ke jakarta! -enak aja kamu nyuruh nyuruh aku..! lalu atez berjalan ke arah pangkalan taksi dan aku terpaksa mengikutinya karena tas pakaianku dia yang bawa.
aku berteriak kepadanya untuk mengembalikan tas ku tapi dia gak peduli.
-a okeh kamu boleh ikut ke makam tapi hanya sampai makam setelah itu pleaseee kamu balik ke jakarta.. -oke! ayo masuk ke cari sarapan dulu setelah itu ke makam selama makan atez hanya diam saja sepertinya dia kesal tapi aku gak peduli karena emang ini diluar rencana dia ada di dalam perjalananku.
setelah selesai makan kami pun melanjutkan perjalanan menuju makam.
setibanya disana aku meminta atez menunggu di area luar pemakaman.
suasana hatiku mendadak duduk disamping batu nisan bertuliskan nama dean mars dean akhirnya kita bertemu lagi aku merindukanmu kabar kamu disana.
andai waktu bisa diputar kembali aku ingin terus berada disamping mu kamu masih ingat saat pertama kita bertemu, waktu itu kamu manager baru di kantor.
dan sejak saat itu hampir semua karyawan wanita selalu membicarakanmu.
ahh dean andai kamu masih ada mungkin sekarang kita sudah memiliki 2 anak seperti impian kita dulu..kamu selalu ingin menamai anak perempuan kita dengan nama angel.
semua itu hanya tinggal yang gak mungkin terwujud.
aku gak akan pernah melupakanmu dean kamu selalu ada di hati ku..dan selalu mendoakanmu..semoga kita bisa bertemudi kehidupan yang lain.
airmataku terus mengalir saat aku mendoakan dean.
rasanya aku ingin terus berada disini tapi aku sudah 3 jam disini.
maafkan aku dean aku harus janji aku akan kembali lagi kesini.
dan akupun beranjak meninggalkan makam dean aku berjalan meninggalkan area pemakaman dan mencari kemana atez tas aku masih berada dengan nya aku harus mengambilnya.
aku berkeliling area parkiran tapi dia gak ada..duh kemana sih nih orang..aku telepon berapa kali tidak dijawab..aku mulai kesalll arghh 5 menit kemudian dia wa "lisa aku sudah di hotel crown kalau kamu mau ambil kesini saja" apahh orang gila! aku telepon berkali kali gak dijawab malah sekarang dimatiin! kurang ajar nge bagaimana ini.
aku membalas wa nya "terserahlah kamu ambil saja smua pakaianku aku gak peduli!" aku melanjutkan perjalananku sesuai rencana aku akan mampir kerumah ibu mertuaku.
aku memutuskan naik angkot sambil menikmati suasana di kota semarang.
jantungku sedikit berdebar ketika hampir sampai di rumah ibu mertuaku entahlah mungkin karena sudah lama tidak bertemu dan rumah ini penuh kenangan..rumah dimana dean menghabiskan masa kecilnya.
aku memasuki pekarangan rumah kelihatannya sepi sekali pintunya ketuk pintu rumah beberapa kali lalu.. -iya tunggu sebentar..(sambil membukakan pintu) -ibu..aku memeluknya dengan erat -lisa ya ampun ndok(panggilan orang tua kepada anak perempuan) ini beneran kamu toh -iya ibu ini aku lisa menantu ibu..ibu sehat kan? -ayo ayo masuk dulu..kamu naik apa kesini sama siapa? -eem.. sebenernya cuma mampir bu kebetulan ada acara kantor di dekat sini jadi mumpung disini lisa mampir bu.
( aku terpaksa berbohong karena tas ku ada di atez) -oala ibu bikin minum dulu buat kamu -gak usah bu..ibu jadi repot lisa udah minum koq.
nanti kalau lisa haus lisa ambil sendiri.
-ibu sama siapa dirumah? -sama mas mu..mas deni tapi dia lagi kerja.
semenjak dean gak ada mas deni pindah dari bandung ke sini.
rencana nya nanti setelah menikah mas deni dan istrinya akan tinggal disini.
-ooh mas deni mau menikah bu -iya bulan depan mas mu nikah setelah kami berbincang bincang melepas rindu, akupun minta ijin ibu untuk ke kamar dean, dan tentu saja ibu mengijinkan.
kamar dimana dean menghabiskan malamnya selama berapa tahun sampai dia beranjak dewa pernah tidur di kamar ini sewaktu dean beberapa kali mengajakku kesini.
masih ada beberapa barang barang dean disini foto mainan buku buku..lalu aku tidur dikasurnya memeluk guling yang dulu pernah dia peluk juga.
tak terasa aku sudah tertidur lama dan ini sudah hampir gelap ah tidak aku harus mengambil tas ku.
aku harus pamit sama ibu dan terpaksa berbohong bilang aku harus kembali ke hotel dimana acara kantor berlansgung.
-bu..lisa pamit ya lisa harus kembali ke hotel tempat acara kantor -yahh padahal ibumasih kangen sama kamu -maaf ya bu..kalau ada waktu nanti lisa kesini lagi bu..ibu jaga kesehatan ya ketika aku akan melangkah keluar rumah tiba tiba ada yang datang.
dan ketika dia turun dari mobil oh ternyata.. -itu mas mu da deni ini lisa istri adikmu dean -ohh ya ampun li kabar? kamu dari tadi? ini kamu mau kemana koq udah mau pergi aja -iya mas kabar aku baik..ini aku harus balik ke acara kantor kebetulan di adain di semarang jadi aku mampir deh -ini udh hampir gelap li antar deh ya ayo -gak usah mas aku bisa mas deni juga baru sampe pasti capek -gapapa hayoo aku gak bisa nolak ajakan mas deni yang ingin mengantarku.
tapi bagaimana ini kalau dia tau aku bohong.
selama perjalanan mas deni menceritakan rencana pernikahannya dan juga calon istrinya.
sedangkan aku..aku gak fokus dengan apa yang diceritakan.
sebentar lagi hampir sampai hotel tapi aku terpaksa bohong lagi aku minta berenti di minimarket yang berjarak beberapa kilometer dari hotel, alasannya ada yang harus aku beli pesanan teman temanku.
-kamu gapapa turun disni? masih lumayan lho jaraknya -gapapa mas tenang aja..makasih banyak ya -kamu datang ya nanti dipernikahanku nanti undangannya ku kirim -iya mas pasti aku datang.. setelah mas deni pergi aku berjalan ke arah hotel sambil menelpon a gak dijawab jawab padahal ponselnya aktif.
bener bener keterlaluan manusia ini ug aku sampai di lobby hotel aku masih berusaha menelponnya gak dijawab juga.
aku terpaksa menanyakan ke petugas hotel.
-permisi mbak..saya boleh tau atas nama atez daniyyal di kamar nomer berapa? -maaf anda dengan siapanya? kami tidak bisa sembarangan memberikan data siapa saja yang menginap di hotel ini mbak.. -mbak tolong telepon aja ke kamarnya bilang ada tamunya li mba please (kesel) -setelah si mbak ini tlp " maaf bu lisa bapak menyuruh ibu langsung ke kamar 507 lantai 5" -okeh..(apah tadi dia bilang "bapak" ah masa bodo amat tapi agak aneh aja) aku langsung jalan menuju lift dan naik ke lantai 5..aku kesal sekali aku dibuat repottt atez.
setelah aku ambil tas ku aku akan langsung ke bandara saja pasti ada penerbangan ke jakarta malam ini.
sampai di depan pintu kamar 507 aku ketuk2 pintu lama sekali dia muncul..aku teriak panggil namanya..atezzz dan tiba tiba dia buka pintu dan menarik ku ke dalam.
---------------------------------------------****************-----------------------------------------------------.
Sumber:Internet