Gelap

Aku Dan Tukang Sayur 5

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Aku Dan Tukang Sayur 5

. Dan tak henti-hentinya dia menciumku, menggigil rambutku dan paling suka menggigil keketku.
Aku merasakan pejunya yang bercampur dengan cairan memekku mengalir keluar.
Setelah cukup mensyaratkan dan saling meyakinkan, pelan-pelan kon tol yang telah menghantarkan aku ke awang awang itu dicabut sambil dia menciumku.
Tak lama kemudian tertidurlah aku dalam pelukannya, merasa nyaman dan benar-benar aku terpuaskan dan merasakan apa yang selama ini hanya kubayangkan saja.
Aku bangun masih dalam pelukannya.
Katanya aku tidur nyenyak sekali, sambil membekukan rambutku.
Hari dah menjelang sore.
Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan.
Ia lalu mengajakku mandi.
Dibimbingnya aku ke kamar mandi, saat berjalan rasanya masih ada yang mengganjal memekku dan ternyata masih ada peju yang mengalir di pahaku, mungkin saking banyaknya dia mengekretkan pejunya di dalam memekku.
Dalam bathtub yang berisi air hangat, aku duduk di atas pahanya.
Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni punggungku.
Dia memelukku sangat erat hingga menekan toketku.
Sesekali aku menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan dengan dada yang berbulu dan diisi busa sabun.
Pentilku semakin mengeras.
Pangkal pahaku yang terendam air hangat tersenggol2 tititnya.
Hal itu menyebabkan napsuku mulai berkobar kembali.
Aku di tariknya sehingga menempel lebih erat ke tubuhnya.
Dia menyabuni punggungku.
Sambil mengusap-usapkan busa sabun, tangan terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air.
Dia mengusap-usap pantatku dan diremasnya.
kon tolnya pun mulai ngaceng ketika menyentuh memekku.
Terasa bibir luar memekku bergesekan dengan kon tolnya.
Dengan usapan yang lembut, tapak tangan terus menerus menyentuh pantatku.
Dia mengusap beberapa kali hingga ujung jempol menyentuh lipatan daging antara lubang pantat dan memekku.
“mamang nakal!” desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku.
Walau tengkukku basah, aku merasakan bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari memekku.
Aku menggeliatkan pinggulku.
Ia mengecup leherku berulang kali sambil menyentuh bagian bawah bibir memekku.
Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh menyusur hingga akhirnya kurasakan lipatan bibir luar memekku diusap-usap.
Dia berulang kali mengecup leherku.
Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas.
”Aarrgghh.. rintihku berulang kali.
Lalu aku bangkit dari pangkuannya.
Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di memekku.
Tapi ketika berdiri, kedua lututku terasa goyah.
Dengan cepat dia pun bangkit berdiri dan segera membekukan tubuhku.
Dia tak ingin aku terjatuh.
Dia menyangga punggungku dengan payudara.
Lalu diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku.
Dia menggerakkan tangan keatas, meremas dengan lembut kedua toketku dan pentil ku dijepit2 dengan jempol dan telunjuknya.
Pentil kiri dan kanan diremas secara bersamaan.
Lalu dia mengusap semakin ke atas dan berhenti di leherku.
“Mang, lama amat menyabuninya” rintihku sambil menggeliatkan pinggulku.
Aku merasakan kon tolnya semakin keras dan besar.
Hal itu dapat kurasakan karena kon tolnya semakin terselip di pantatku.
Tangan kiriku segera meluncur ke bawah, lalu meremas biji pelernya dengan gemas.
Dia menggerakkan telapak tangan ke arah pangkal pahaku.

Sumber:Internet