. Sesaat dia mengusap usap jembutku, lalu mengusap memekku berulang kali.
Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar memekku.
Dia mengusap berulang kali.
itilku pun menjadi sasaran penggunaannya.
“Aarrgghh..!” rintihku ketika merasakan kon tolnya semakin kuat menekan pantatku.
Aku merasa lendir membanjiri memekku.
Aku jongkok agar memekku terendam ke dalam air.
Kubersihkan celah diantara bibir memekku dengan mengusapkan 2 jariku.
Ketika menengadah kulihat kon tolnya telah berada didepanku.
kon tolnya sudah ngaceng berat.
“Mang, kuat banget sih, baru aja ngecret di memekku sekarang sudah ngaceng lagi”, kataku sambil meremas kon tolnya, lalu kuarahkan ke mulutku.
Kukecup ujung kepala kon tolnya.
Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika aku menjilati kepala kon tolnya.
Dia meraih bahuku karena tak sanggup lagi menahan napsunya.
Setelah berdiri, kaki kiriku diangkat dan diletakkan di pinggir bak mandi.
Aku dibuatnya menungging sambil memegang dinding di depanku dan dia menyelipkan kepala kon tolnya ke celah di antara bibir memekku.
”Argh, aarrgghh..,!” rintihku.
Dia menarik kon tolnya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula.
Bibir luar memekku ikut terdorong bersama kon tolnya.
Perlahan-lahan menarik kembali kon tolnya sambil berkata “Enak neng?”.
”Enak banget mang”, jawabku!” Dia mengenjotkan kon tolnya dengan cepat sambil meremas bongkah pantat ku dan tangan satunya meremas toketku.
“Aarrgghh..!” rintihku ketika kurasakan kon tolnya kembali menghunjam memekku.
Aku terpaksa berjinjit karena kon tol itu terasa seolah membelah memekku karena besarnya.
Terasa memekku sesek kemasukan kon tol besar dan panjang itu.
Kedua tangan dengan erat memegang pinggulku dan dia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras.
Terdengar 'cepak-cepak' setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pantatku.
“Aarrgghh.., aarrgghh..!Mang.., aku nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian selamanya.
Pembukaan dia juga tidak dapat menahan pejunya lebih lama lagi.
“Aarrgghh.., neng”, kata nya sambil menghunjamkan kon tolnya sedalam-dalamnya.
“Mang.., sstt, sstt..” kataku karena berulangkali ketika merasakan tembakan pejunya dimemekku.
“Aarrgghh.., neng, enaknya!” bisiknya ditelingaku.
“Mang.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dien tot mamamng”, jawabku karena nikmatnya nyampe.
Dia masih mencengkeram pantatku sementara kon tolnya masih nance dimemekku.
Beberapa saat kami diam di tempat dengan kon tolnya yang masih menancap di memekku.
Kemudian dia membimbingku ke shower,menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat.
Setelah selesai aku keluar duluan, sedang dia masih menikmati mandi.
Selesai dengan rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, aku keluar dari kamar mandi.
Hari dah mulai gelap.
Aku menyiapkan makan malem sambil tetep bertelanjang bulat.
Masakanku tadi siang kuangetin lagi, begitu juga nasinya.
Diapun keluar kamar bertelanjang bulat juga, sepertinya dia masih mau sekali lagi.
Kami nyantap makanan sambil ngobrolin kenikmatan yang baru kami nikmati.
“Mamang pengalaman sekali ngegarap tubuhku, sampe aku klojotan berkali2, biasanya garap siapa mang?.
“Iya neng, biasanya aku suka maen ma pembantu2 aja yang pengen kugarap, baru sekali ini maen ma yang punya rumah.
jau lebi nikmat lah ma neng, neng mana cantik, putih, mulus lagi”.
Setelah makan, aku ngajak duduk di sofa.
dia memintaku duduk di pangkuannya.
Menurutku saja.
Sambil berlandaskan, aku dimanja dengan belaiannya.
Diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, aku menyeimbangkan ciumannya.
Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas gemes toketku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan pahaku.
Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu yang aku duduki terasa mulai agak memaksa.
Ohh, langsung aku bangkit.
Aku bersimpuh di depannya dan ternyata kon tolnya sudah mulai ngaceng, meski masih belum begitu menggunakannya.
Kepala kon tolnya ku raih, ku belai dan sebelum penuh ngacengnya langsung aku kulum kon tolnya.
Tapi hanya bisa sesaat, karena dengan cepatnya kon tolnya semakin membengkak dan dia mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh.
“Mamang hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk mang”, kataku yang juga sudah terangsang.
Ternyata dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku.
Maka aku ditarik dan diajak ke kamar.
Aku berbaring diranjang yang masih berantakan sisa pertempuran seru tadi.
Kakiku menahannya sambil tersenyum, dibiarkan dengan membuka kakiku dan dia langsung menelungkup di antara pahaku.
“Aku suka melihat memek neng” sambil membungkuk bulu jembutku.
Aku merasakan dia terus membekukan jembutku dan bibir memekku.
Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik seperti mainan.
Aku suka memekku dimainkan lama-lama, aku terkadang melirik apa yang dilakukannya.
Seterusnya dengan dua ikon membuka bibir memekku, aku semakin terangsang dan aku merasakan semakin banyak keluar cairan dari memekku.
Dia terus memainkan memekku seolah tak puas-puas memperhatikan memekku, kadang kadang tersentuh sedikit itilku, membuat aku penasaran.
Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran.
Maka saat aku mengangkat pinggulku, langsung disambut dengan bibirku.
Terasa dia menyedot lubang memekku yang sudah penuh cairan.
Lidahnya ikut menari kesana kemari menjalar ke seluruh lekuk memekku, dan saat dihisapnya itu ilku dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung itilku, benar-benar aku tersentak.
Terkejut kenikmatan, membuat aku tak sadar berteriak.. “Aauuhh!!”.
Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku sudah tak tahan lagi.
“Ayo dong mang, aku pingin dientot lagi” ujarku.
Sumber:Internet