. Dia langsung menempatkan tubuhnya semakin ke atas dan mengarahkan kon tol gedenya ke arah memekku.
Aku masih sempat melirik saat dia memegang kon tolnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir memekku.
Kembali aku berdebar karena berharap.
Dan saat kepala kon tolnya telah menyentuh di antara bibir memekku, aku menahan nafas untuk menikmatinya.
Dan dilepasnya dari pegangan saat kepala kon tolnya mulai terdengar di antara bibir memekku dan menyelusup lubang memekku hingga aku berdebar nikmat.
Pelan-pelan ditekannya dan dia mulai mencium bibirku dengan lembut.
Kali ini aku lebih dapat menikmatinya.
Makin ke dalam.. Oh, terima kasih sekali.
kon tolnya semakin masuk.
Belum semuanya masuk, Dia menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulku naik mencegahnya agar tidak lepas.
Beberapa kali dilakukannya sampai akhirnya aku penasaran dan berteriak-teriak sendiri.
Setelah dia puas menggiurkanku, tiba tiba dengan hentakan agak keras, dipercepat gerakan mengenjotnya hingga aku transmisi.
Dan dengan hentakan keras serta digoyang goyangkan, tangan satunya meremas toketku, direkomendasikan dahsyat menciumi leherku.
Akhirnya aku mengelepar-gelepar.
Dan sampailah aku kepuncak.
Tak tahan aku berteriak, terus Dia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya aku melewati puncak kenikmatan.
Lama sekali.
Tak kuat aku meneruskannya.
Aku memohon, tak kuat menerima rangsangan lagi, benar-benar terkuras tenagaku dengan orgasme berkelanjutan.
Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya.
Aku terkulai lemas sekali, keringatku bercucuran.
Hampir pingsan aku menerima kenikmatan yang berkepanjangan.
Benar-benar aku tidak menyesal ngen tot dengan dia, dia memang benar-benar hebat dan mahir dalam ngen tot, dia dapat mengolah tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.
Lamunanku lepas saat pahanya mulai kembali menjepit kedua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya menindihku serta leherku kembali dicumbu.
Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya kembali meremas toketku.
Pelan-pelan mulai dienjotkan kon tolnya.
Kali ini aku ingin lebih menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhku.
Tangannya terus menjelajahi permukaan tubuhku.
Dadanya merangsang dadaku setiap kali bergeseran mengenai pentilku.
Dan kon tolnya dipompakan dengan penuh napsu, intimidasi di leher dan bibirku.
Ohh, luar biasa.
Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas, mulai terbakar lagi.
Aku berusaha menggeliat, namun tubuhku dipeluk cukup kuat, barulah mulai menggapai apa saja yang kudapat.
Dia semakin meningkatkan cumbuannya dan mengeraskan kon tolnya semakin cepat.
Gesekan di dinding memekku semakin terasa.
Dan kenikmatannya semakin memuncak.
Maka kali ini leherku bengkaknya agak kuat dan dimasukkan seluruh batang kon tolnya serta digoyang-goyang untuk meningkatkan rangsangan di itilku.
Maka jebol lah bendungan, aku mencapai puncak kembali.
tiba tiba dia dengan cepat mengenjot lagi.
Kembali aku berteriakku menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, aku meronta sekenaku.
Gila, batinku, dia benar-benar membuat aku menginginkannya.
Kugigit pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat.
Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi saat itu dibaliknya tubuhku hingga aku di atas tubuhnya.
Aku terkulai di atas tubuhnya.
Dengan sisa tenagaku aku keluarkan kon tolnya dari memekku.
Dan kuraih batang kon tolnya.
Tanpa pikir panjang, kon tol yang masih berlumuran cairan memekku sendiri kukulum dan kukokok.
Dan pinggulku diraihnya hingga akhirnya aku telungkup di atasnya lagi dengan posisi terbalik.
Kembali memekku yang berlumuran cairan jadi mainannya, aku makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian kontolnya.
Dipeluknya pinggulku hingga sekali lagi aku orgasme.
Dihisapnya itu ilku sambil ujung lidahnya menari cepat sekali.
Tubuhku mengejang dan kujepit kepalanya dengan kedua pahaku dan kurapatkan pinggulku agar bibir memekku merapat ke bibir.
Ingin aku berteriak tapi tak bisa karena mulutku penuh, dan tanpa sadar aku menggigit agak kuat kon tolnya dan kucengkeram kuat dengan mengakui saat aku masih menikmati orgasme.
“Neng, aku mau ngecret di dalam memek neng ya”, katanya sambil menelentangkan aku.
“Ya, mang”, jawabku.
Dia menaiki aku dan dengan satu hentakan keras, kon tolnya yang besar sudah kembali menyesaki memekku.
Dia langsung mengenjot kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras.
Dalam beberapa enjotan saja tubuhnyapun mengejang.
Tekan kuhentakkan ke atas dengan kuat sehingga kon tolnya nancap semuanya ke dalam memekku dan akhirnya crot .. crot ..crot, pejunya muncrat dalam beberapa kali semburan kuat.
Herannya, ngecretnya yang ketiga masih saja pejunya keluar banyak, memang luar biasa staminanya.
Dia menelungkup diatasku sambil memelukku erat2.
“Neng, nikmat sekali ngen tot sama neng, memek neng kuat sekali mencengkeramnya ke kon tolku”, bisiknya di telingaku.
“Ya mang, aku juga nikmat sekali, tentu saja cengkeraman memekku terasa kuat karena kon tol mamang kan gede banget.
Rasanya sesek deh memekku kalau mamang neken kon tolnya masuk semua”.
“Sayangnya aku kudu balikl neng, kudu nyiapin dagangan sayur buat besok lagi.
Suaminya blon pulang ya neng”.
“Ah dia kalo dah kerja ya lupa ma aku mang.
Kalau ada kesempatan, aku akan bertanya lagi ya mang”, jawabku.
Sumber:Internet