Gelap

Alamak Tuyul 11

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Alamak Tuyul 11

. "Jgrek grek grek grek grek...""Buu...""Hm?""Bapak kok belom pulang yo?""Embuh, tumben-tumbenan sampe jam segini belom sampe rumah lho".
"Iya lho, wis jam setengah sembilan gini...""Wis to, palingan lagi nganterin penumpang sampe jauh, atau lagi nongkrong dirumahe paklikmu Gembul...""Jgrek grek grek grek grek..."Di malam hari suasana rumah Yono, terlihat percakapan antara Amin, putra Yono dengan ibunya yang sedang menjahit.
Nampak sang putra yang selesai mengerjakan PR sedang heran karena tak biasanya si bapak belum pulang.
Tak jauh dari keduanya, si kakak perempuan terlihat menyamankan diri di kursi depan TV.
Paha mulusnya terekspos jelas karena ia hanya mengenakan celana pendek ketat, begitu pula lengan, bahu, ketiak hingga dada putihnya terlihat jelas akibat singlet yang nampak kekecilan.
"Atau jangan-jangan, bapak digondol demit gunung kidul,"Hus, Minul! Jangan nakutin adekmu!", tegur sang ibu.
"Hihi"Lagian kowe ini lho, malem-malem gini kok cuman pake singlet! Awas masuk angin!""Halaah ibuk, wis to enakan gini... lebih lega...", jawab Minul.
"Wuu, biar dicokot nyamuk kowe Mbak!", celetuk si adik.
"Nyamuk e yang tak cokot balik!", jawab Minul lagi tak mau kalah.
Tak lama berselang terdengar suara motor butut Yono diluar rumah.
"Krung krung krung krung krung.... Jglek""Biar aku wae yang bukain pintu!", seru Amin bergegas membukakan pintu untuk bapaknya lalu melihat bapaknya masuk dan langsung duduk di kursi.
"Bapak kok baru pulang?", tanya istri Yono, ia menangkap raut wajah gembira dari muka Yono.
Seperti orang yang sudah puas dan bahagia.
"Nul, bikinin bapak kopi", perintah Yono seakan tak menggubris pertanyaaan istrinya.
"Ah Bapak, lagi pewe iki...", gerutu Minul, meski begitu gadis ayu itu tetap beranjak ke dapur.
"Biasalah bu... penumpang jauh", jawab Yono acuh.
"Wah, berarti dapet duit banyak dong Pak?", tanya Amin bersemangat.
"Eh, anu... ya cuma sedikit soalnya tadi dipinjem Gembul...", Yono beralasan.
Istri Yono sedikit merasa aneh dengan jawaban Yono, namun ia tidak begitu menggubrisnya, ia tetap melanjutkan pekerjaan jahitanya.
Ia berpikir suaminya pastinya lelah bekerja seharian dan tidak ingin membebaninya dengan pertanyaan.
Kemudian si Amin terlihat membereskan buku-bukunya.
Dari balik gorden dapur, Minul muncul membawa secangkir kopi lengkap dengan cawanya.
Ditaruhnya kopi itu di meja depan bapaknya yang sedang senyum-senyum sendiri.
"PLAK!""AW!""Ish, bapak! Salah Minul apa kok pantatku dipukul?!""Heh, ini lho nyamuk", jawab Yono menunjukan nyamuk mati di telapak tanganya.
Benar saja, ada bekas gigitan nyamuk membentol kecil di paha belakang minul agak keatas nyaris dekat pantat kencangnya.
Namun lucunya bekas itu bertambah parah dengan bekas memerah akibat tamparan tangan Yono yang kelewat keras.
Jadilah pantat putih itu kemerah-merahan.
Minul dengan bersungut-sungut kembali kekamarnya mencari minyak kayu putih.
Sementara Yono, dalam lamunanya setelah tanpa sengaja merasakan kenyalanya bokong putrinya sendiri, teringat tubuh Farah..."Ooh... Mbak Farah...", lirih Yono pelan.

Sumber:Internet