. "DOK DOK DOK DOK!""BUKA PINTUNYA! Uhuk uhuk", dengan terbatuk-batuk dan sempoyongan, Yono pulang dan menggedor pintu rumahnya,"BUNEEE... CEPETAN BUKA!""Cklek""Darimana saja kowe mas?!", sambut istri Yono dengan mata sembab seperti habis menangis.
"Uhuk, u tidak menjawab, Yono langsung meng-ambrukan diri di kursinya.
Istri Yono yang melihat suaminya dengan kondisi kotor penuh lumpur, juga babak belur dengan muka lebam-lebam menjadi bingung dan khawatir.
"As kenapa kowe mas? kok bisa ngene... darimana kowe?""Cepet ambilke aku air buat bersihin ini... u"Jawab dulu mas darimana kowe?"Yono menjadi kaget karena tidak biasanya si istri sengeyel itu.
Biasanya apapun perintah Yono akan segera dilaksanakan.
Setelah diperhatikan ia juga heran istrinya nampak sedang marah.
Apalagi penampilanya awut-awutan seperti sehabis menerima petaka.
Ia jadi cemas istrinya mengetahui apa yang dilakukanya.
Diliputi perasaan tidak nyaman, apalagi masih terbawa kemarahan atas apa yang dialaminya, emosi Yono naik lagi.
"NDAK USAH TANYA-TANYA, CEPET AMBILKAN AIR!"Merasa dibentak seperti itu, si istri yang biasanya kalem,entah kenapa juga ikut naik pitam.
"MAS! AKU TANYA BAIK-BAIK DARIMANA KOWE?! SUDAH DUA HARI NDAK PULANG! NDAK NGASIH KABAR!""AGH, OPO URUSANMU TANYA-TANYA?! MAU NDAK PULANG DUA HARI, DUA TAUN KEK, URUSANKU DEWE!""AKU INI BOJOMU MAS! AKU BERHAK TAU!""BOJO OPO?! WIS TUO, PEYOT, AKU NDAK BUTUH BOJO KAYAK KOWE!"Bagaikan geledek di siang bolong, istri Yono shock mendengar suaminya berkata seperti itu.
Belasan tahun bersama baru kali ini Yono mengatakan sesuatu yang menyakiti hatinya.
"Opo kowe ngomong mas...?""IYO, Kowe wis tuek, jelek, ndak menarik lagi kanggoku.
Aku wis ndak tresno padamu!""...h TARIK OMONGANMU MAS!", suara istri Yono meninggi seiring napasnya yang mulai bersungut-sungut"NDAK AKAN! AKU WIS YAKIN, AKU NDAK BUTUH KOWE MANEH! AKU MAU CARI ISTRI MUDA! TERSERAH KOWE MAU MASIH IKUT AKU APA NDAK, POKOKNYA AKU BAKAL CARI BOJO MANEH!""PLAK!", satu tamparan keras melayang dari tangan seorang ibu ke pipi seorang bapak.
"DUA HARI PERGI, SEKARANG KOWE PULANG KAYAK BEGINI MAS!""PLAK!", tak disangka Yono melayangkan tamparan balasan kepada istrinya.
Sungguh ironis melihat pria memukul wanita seperti itu.
"DENGER, justru 2 hari aku pergi aku sadar bahwa kenikmatan dunia masih luas, masih ada wanita-wanita diluar sana yang bisa memuaskan kontolku, yang ndak kudapatkan dari kowe lagi, ngerti?!""Edan kowe mas!""Asal kowe ngerti wae yo, aku wis menemukan kenikmatan ngentot bersama wanita lain, dan pancen beberapa hari ini aku mengarungi kepuasan ngentot bersama wanita itu!Tapi wanita itu wis direbut orang, ya, orang yang bikin aku bonyok begini!Padahal aku wis berniat menjadikan dia bojoku!ASUUUU!""BAJINGAN KOWE MAS!", seketika itu juga amarah istri Yono meledak dan tangisnya tak terbendung, "...kowe enak-enakan ngurusi selangkanganmu, kowe ngerti ndak... ANAKMU, ANAK PERAWANMU SUDAH DIPERKOSA DUKUN!!"Mi, mi, MINUL...?!", mendengar itu, rasanya jantung Yono seakan mau meloncat keluar dari rongga paru-parunya.
Pandangan Yono seketika kabur, kepalanya yang pening menjadi kosong.
Seiring dengan jeritan pilu istrinya, tubuh Yono lemas dan ambruk tak sadarkan diri.
Subuh itu, di rumah sepasang suami istri pengojek dan penjahit, hanya jerit tangis yang terdengar.
Sumber:Internet