Gelap

Alamak Tuyul 4

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Alamak Tuyul 4

. Minggu siang menjelang sore, setelah naik bis dan berganti angkot, sampailah Farah di sebuah wilayah Gunung Kidul.
Di pinggir jalan besar yang aspalnya rusak disana-sini, di salah satu pelosok wilayah dimana jarang ada bangunan di sepanjang jalan, hanya beberapa rumah yang jaraknya berjauhan satu sama lain, sisanya cuma sawah dan perbukitan sejauh mata memandang.
Farah menenteng tas berisi keperluanya, sedikit uang terakhir yang ia punya, dan secarik kertas di genggamanya.
Ia berdiri di depan sebuah gang diantara persawahan.
Gang tersebut adalah jalan setapak ke arah kaki gunung.
Sebuah palang kayu yang sudah lapuk dengan tulisan yang mulai memudar ia baca.
"Wila...ya ejanya dengan ujung kata yang sudah hilang dari gapuknya papan itu.
Ya benar itu alamat yang ditunjukkan oleh kertas yang ditulis oleh Bu Siti.
Dusun Watingin, sebuah dusun pelosok dikaki gunung kidul dengan wilayah yang mayoritas lahannya adalah persawahan, hutan, bukit, dan sisanya adalah kampung dusun itu sendiri.
Namun peta yang dituliskan oleh Bu Siti tidaklah melewati gapura utama masuk Dusun Watingin.
Farah harus melalui salah satu jalan alternatif setapak yang menuju ke arah perbukitan.
Karena tujuan Farah adalah kediaman Mbah Jenggot, seorang dukun sakti yang mampu membantu perjanjian dua alam berupa pesugihan, yang berada di lereng gunung kidul.
Untungnya tak jauh dari tempat Farah berdiri ada pangkalan ojek, bukan pos ojek yang sering ia lihat di tv tapi cuma gubuk berisi tiga orang pengojek.
"OJEK MBAAK?!", tawar seorang pengojek berkumis yang berseru dari kejauhan.
"Wueel Ayu tenan bro!", celoteh seorang pengojek lain yang bertubuh bantet.
"Mana? Mana to?", seorang temannya lagi yang botak gelagapan bangun dari tidurnya, "Uediaaan! Montok meen!", sambil mengucek matanya dan memainkan selipan rumput di mulutnya.
"Huu! Matamu kuwi ngacengan!", seloroh si bantet sambil menoyor jidat si Botak.
"Yo matamu kuwi yang picek! Cewek bahenol gitu apa kowe ndak liat?!", Si Botak kini membalas mencengkeram kepala si Bantet dan membelalakan matanya untuk melihat sosok Farah di kejauhan.
"Tuh liat, ndak cuma ayu tapi Susune guede! Bodyne jugak gede duwur...! Apalagi itunyaa l wuiiih semok meen!", ucap si botak sambil menatap tubuh Farah seolah tanpa berkedip.
"Widiiih, yoi Bro! Ckckck, ayu itu bener manusia apa bidadari yo? atau jangan-jangan bangsa lelembut?!""Lelembut kontolmu bisulan! Mana ada setan siang siang panas gini! Tapi kalopun dia setan, aku mau ngawini, khahahaha".
"Ah persetan kowe kowe pada! Yang penting sekarang giliranku narik, Mangkaaaa "KRRRUUUUNGGG"...", tak mempedulikan dua temanya yang masih takjub, si pengojek berkumis langsung ngegas motor dua tak-nya mendekati Farah.
"Wooo dasar bandot!", seru kedua temannya berbarengan.
"Mau kemana mbak ayu? hehehe", setelah sampai di dekat Farah, sambil cengengesan si Kumis menawarkan tumpangan.
Si pengojek kumis ini nampaknya sudah cukup berumur, namun gairah lelakinya tetap bergejolak begitu melihat sosok Farah.
Farah yang kala itu mengenakan tank top putih ketat yang diselimutinya dengan cardigan putih semi transparan bercorak batik karena hari itu lumayan panas, memang tampak menggoda.
Ditambah celana jeans yang membungkus ketat paha dan bokong montoknya sangat terlihat seksi.
Namun sejatinya yang membuatnya tampil menarik perhatian bukanlah bajunya, melainkan tubuhnya yang aduhai.
Melihat gelagat si pengojek yang melihati tubuhnya dari atas sampai bawah, Farah jadi rada takut.
"Tenang mbak ayu, saya cuma tukang ojek, bukan kucing garong, jelas si kumis sambil mengelusi kumisnya yang tidak tercukur rapi.
"Mm... belum sempat Farah selesai bicara, tiba-tiba dua motor lain ikut mendekati Farah.

Sumber:Internet