. "Mbul...""Weh... kowe boy, abis ngojekin dimana?", tanya Gembul yang melihat Boy baru datang ke pangkalan ojek dan langsung merebahkan dirinya diatas jok motornya sendiri.
"Adalah orang di kampung jawab Boy sambil merem.
Tak berapa lama, sebuah motor tua mendekat.
Seorang teman seprofesi yang paling tua, tanpa mematikan mesin motornya.
"Kalian bedua ikut aku sekarang!""Lholho, dateng-dateng langsung nyuruh... ikut kemana?!", kaget Boy gelagapan terbangun dari motornya.
"Kemana lagi? ke tempat dukun gendeng kuwi!""Hah?", Boy memasang muka bingung.
Tapi tanpa menunggu jawaban kedua temanya, Yono langsung menggeber motornya ke arah jalan setapak menuju kaki bukit gunung kidul.
Nampak wajah bersungut-sungut dan sedikit merah padam di wajah pengojek gaek itu.
"Apaan maksudnya si Yono Mbul? mukanya kayak udang rebus", tanya Boy masih keheranan pada Gembul yang menghidupkan starter motor maticnya, "Hoi MBUL! Ditanyain malah..., lho mau kemana kowe?!""Ya nyusulin Si Yono lah...""Brengsek! Kalian ini kenapa to?! Maksudnya dukun gendeng kuwi Mbah Jenggot apa gimana to?! Emang ada masalah apa?!", seru Boy mulai frustasi karena dicuekin.
" banyak cingcong kowe Boy! Wis melu wae ayo!", jawab Gembul yang langsung ngegas motornya mengikuti Yono.
Boy yang masih kebingungan akhirnya ikut menyusul kedua temanya.
Rasa penasaran membuatnya memutuskan untuk mengikuti dari belakang.
Maka ketiga pengojek itupun meninggalkan pos ojeknya.
Terlihat di depan motor tua Yono yang digeber dengan kencang seolah tidak sabaran, menandakan pemiliknya sedang dikuasai emosi yang meluap-luap.
Diikuti Gembul dengan motor maticnya dan Boy dengan motor RXKingnya menyusuri jalanan tanah diantara persawahan yang membentang ke arah alas gunung kidul.
Ditengah deru mesin tiga motor yang bersuara kencang, membuat omongan harus di"WOI MBUL...., EMANG ADA APA TO? URUSAN APA YONO MAU KETEMU MBAH JENGGOT?!""NDAK TAU AKU...", jawab Gembul merahasiakan tentang Yono yang dikadalin.
Ia pikir tidak mungkin ia menceritakan tentang uang 500ribu yang berubah jadi daun.
Karena kalau diceritakan pasti si Boy bakal marah karena rejeki yang tidak dibagi.
"L LHA TERUS NGAPA KOWE IKUTAN?""KALO ITU AKU PENGEN KETEMU MBAK FARAH, WEHEHEHESOAL SI YONO, AKU SIH BODO AMAT, WEHEHE jawab Gembul dengan muka mesumnya.
"LHA MEMANGNYA MBAK FARAH TINGGAL DITEMPATE MBAH JENGGOT?""NDAK TAU PASTINYA TAPI SEJAK DIA DATENG BEBERAPA HARI LALU, AKU NDAK LIAT MBAK FARAH PULANG NGLEWATIN POS OJEK KI"..... HMMM BENER JUGA YA MBUL...""MAKANYA... AKU CURIGA ADA APA-APA.
BUKANE SI YONO DULU JUGA BILANG KALO SI DUKUN ITU NGGREPEIN BADAN SEMOKNYA MBAK FARAH..."Boy cuma manggut-manggut mendengar penjelasan Gembul.
Masuk akal juga, begitu pikirnya.
Lagian siapa sih yang tidak mau melihat sosok seksi Farah lagi.
Maka dengan resiko meninggalkan pekerjaan mereka, mereka bertaruh untuk bisa menemui Farah lagi.
Kali ini tidak butuh waktu lama bagi ketiganya untuk sampai di bagian dalam alas yang teduh dan sedikit gelap walaupun kondisi siang hari.
Sesampainya di wilayah gubuk Mbah Jenggot, ketiganya mematikan mesin motor.
Boy dan Gembul yang baru pertama kali datang ketempat itu merasa sedikit takut.
Hawa wingit dan hening di tengah hutan memang sedikit menyeramkan.
Tapi tidak bagi Yono yang dikuasai amarah.
Pengojek berkumis itu langsung turun, berjalan dengan cepat melewati halaman gubuk Mbah Jenggot dan langsung berdiri di depan pintu Gubuk.
Sumber:Internet