Gelap

Biaya Hutang Kepolosanku Kepada Tukang Pajak

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Biaya Hutang Kepolosanku Kepada Tukang Pajak

. . . Aku masih duduk di kelas tiga SMP.
Dari kecil aku sudah terbiasa untuk hidup secara menyenangkan.
Setiap keinginanku dituruti, sebagai anak bungsu, aku sangat dimanja dengan segala fasilitas.
Aku mempunyai sopir pribadi yang siap mengantarkanku ke mana saja aku mau.
Ayahku memberiku uang jajan yang bisa aku belikan apa saja sesukaku.
Namun, ketika krismon tiba, musibah itupun tidak bisa dipungkiri oleh keluarga kami.
Kami jatuh bangkrut.
Itupun kami memiliki hutang pajak yang tertunggak.
Sudah seminggu lamanya, tukang pajak menyatroni rumah kami dan menghutang segala berkas berkas perusahaan ayahku.
Ketika aku dipanggil masuk, petugas pajak dan ayahku sedang duduk di ruang kerja.
Petugas pajak itu sudah cukup tua.
Kira-kira seumur ayahku, tapi matanya dengan nanar memandangi tubuhku yang termasuk bongsor.
Dia tersenyum memandangku, wajahku memang termasuk lumayan, maklum dengan tampang orientalku yang klasik, banyak yang mengincarku.
Termasuk petugas pajak bernama Pak Amir yang duduk di hadapanku.
Ayahku secara panjang lebar menceritakan kesulitannya yang dihadapinya dan bagaimana Pak Amir menawarkan bantuannya untuk mengurangi hutang pajak yang tertunggak kepadanya.
Tapi untuk itu ada harga yang sangat mahal.
Masalahnya, ayahku sedang tidak memiliki uang sama sekali.
Sedangkan bila hutang pajak itu tidak diselesaikan, ayahku akan dimasukkan ke penjara.
Pak Amir berkata, bisa dibayar asal aku mau memberikan keperawananku kepadanya.
Ayahku hanya tertunduk saja.
Aku sangat kaget karena mendengar hal yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan.
Setelah dijelaskan secara panjang lebar, akupun menuruti perintah ayah.
Secara gontai, dia meninggalkan kami berdua keluar dari kamar kerja.
Saat itu, aku mengenakan t-shirt dan rok mini.
Pak Amir secara perlahan mulai mengelus tanganku.
Aku hanya bisa memejamkan mata.
Dia mulai berani dan mengelus rambutku, tiba-tiba aku mencium bau rokok, ternyata Pak Amir mulai menciumi bibirku.
Aku tidak bisa bergerak karena tubuhnya yang besar telah menimpa tubuhku yang kecil.
Ciumanpun turun ke dadaku yang membusung.
Tangannya secara perlahan meraba betis dan naik ke pahaku.
Secara perlahan, rokku di kibaskan dan aku merasa kemaluanku dipermainkan oleh jarinya.
Aku hanya bisa berteriak kecil ketika jarinya menusuk alat kemaluanku dan tak lama kemudian alat kemaluankupun menjadi basah.
Tiba-tiba Pak Amir berdiri dan membuka celananya.
Aku tidak bisa berbuat apa-apa ketika dia memaksa memasukkan alat kemaluannya ke mulutku.
Aku mencoba berontak, tapi apa daya? Bau sekali penisnya tapi aku teringat akan nasib ayahku yang saat ini sedang berada di tanganku, mengingat hal itu, aku mencoba merubah sikapku dari pasif menjadi aktif.
Aku tidak ragu lagi melahap penis Pak Amir yang besar itu dengan mulutku.
Kukulum dan kuhisap seperti orang ahli.
Dia memegang kepalaku seakan tidak mau penisnya keluar dari mulutku.
Setelah puas, dia memaksaku membuka celana dalamku.
Akupun hanya bisa telentang ketika lidahnya memainkan clitorisku.
Aku hanya bisa merem-melek keasyikan, baru kali ini rasanya aku merasakan kenikmatan yang begitu dahsyat.
Tak lama kemudian, tak hanya lidah saja yang berbicara.
Rupanya Pak Amir tidak sabar lagi untuk mencoba vaginaku yang masih perawan.
Aku menjerit kecil ketika aku merasakan penisnya yang besar memasuki vaginaku untuk pertama kalinya.
Aku hanya bisa mengaduh kesakitan ketika dia dengan ganasnya melahap keperawananku.
Setelah bosan dengan posisi itu, dia memaksaku dengan posisi menungging dan dia menghantamku dari belakang.
Aku hanya bisa memejamkan mata antara menikmati dan kesakitan.
Diapun berganti posisi dan duduk di bangku dan aku disuruhnya untuk duduk di atasnya, Dengan posisi duduk, aku memiliki kendali atas dirinya dan entah kenapa aku telah lepas kendali, sehingga aku menggoyangkan penisnya dengan cepat sekali, dia tidak tahan lagi dan akupun dipaksa untuk menjilati air maninya, rasanya aneh.
Tapi karena aku disuruh telan, akupun tanpa pikir panjang menelannya.
Selesai tugasku untuk membantu ayahku dan selesai pula pengalaman seks pertamaku dengan seorang petugas pajak yang sebenarnya lebih pantas menjadi ayahku.
Apa mau dikata.
Akupun tidak tahu apakah aku harus menyesal atau menikmati kejadian tersebut.
Rasanya aku jadi ketagihan juga sih.

Sumber:Internet