×
Bantuan tetapan main balik
Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.
Untuk pengguna Android dan OS lain
Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.
Untuk pengguna iOS
Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara
Untuk pengguna PC MacOS
Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.
Untuk pengguna Windows
Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll
Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.
Cerita Dewasa My house keeper
.
. Hari ini seperti biasa aku perhatikan istriku sedang bersiap untuk. berangkat kerja, sementara aku masih berbaring.
Istriku memang harus
selalu berangkat pagi, tidak seperti pekerjaanku yang tidak mengharuskan
berangkat pagi.
Tidak lama kemudian aku perhatikan dia berkata sesuatu,
pamitan, dan perlahan meninggalkan rumah.
Sementara aku bersiap kembali
untuk tidur, kembali kudengar suara orang mendekat ke arah pintu kamar.
Tetapi langsung aku teringat pasti pembantu rumah tangga kami, Lia,
yang memang mendapat perintah dari istriku untuk bersih-bersih rumah. sepagi mungkin, sebelum mengerjakan yang lain.
Lia ini baru berumur 17 tahun, dengan tinggi badan yang termasuk
pendek, dan bentuk badan yang sekal.
Aku hanya perhatikan hal tersebut
selama ini, dan tidak pernah berfikir macam-macam sebelumnya.
Tidak
berapa lama dari suara langkah yang kudengar tadi, Lia pun mulai tampak
di pintu masuk, setelah mengetuk dan meminta izin sebentar, ia pun masuk
sambil membawa sapu tanpa menunggu izin dariku.
Baru pagi ini aku
perhatikan pembantuku ini, not bad at all.
Karena aku selalu tidur hanya
dengan bercelana dalam, maka aku pikir akan ganggu dia.
Dengan masih pura-pura tidur, aku menggeliat ke samping hingga
selimutku pun tersingkap.
Sehingga bagian bawahku sudah tidak tertutup
apapun, sementara karena bangun tidur dan belum sempat ke WC, kemaluanku
sudah mengeras sejak tadi.
Dengan sedikit mengintip, Lia berkali-kali
melirik ke arah celana dalamku, yang di dalamnya terdapat penisku yang
sudah membesar dan mengeras.
Namun aku perhatikan dia masih terus
mengerjakan pekerjaannya sambil tidak menunjukkan perasaannya.
Setelah
itu dia selesai dengan pekerjaannya dan keluar dari kamar tidur.
Akupun
bangun ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Seperti biasa aku lepas celana dalamku dan kupakai handuk lalu keluar. mencari sesuatu untuk minum.
Kulihat Lia masih meneruskan pekerjaannya
di ruang lain, aku rebahkan diriku di sofa depan TV ruang keluarga kami.
Sejenak terlintas untuk membuat Lia lebih dalam menguasai. ‘pelajarannya’.
Lalu aku berfikir, kira-kira topik apa yang akan aku
pakai, karena selama ini aku jarang sekali bicara dengan dia.
Sambil aku
perhatikan Lia yang sedang sibuk, aku mengingat-ingat yang pernah
istriku katakan soal dia.
Akhirnya aku ingat bahwa dia memiliki masalah bau badan.
Dengan
tersenyum gembira aku panggil dia dan kuminta untuk berhenti melakukan. aktivitasnya sebentar.
Liapun mendekat dan mengambil posisi duduk di
bawah.
Duduknya sangat sopan, jadi tidak satupun celah untuk melihat
‘perangkatnya’.
Aku mulai saja pembicaraanku dengannya, dengan
menanyakan apakah benar dia mempunyai masalah BB.
Dengan alasan tamu dan
relasiku akan banyak yang datang aku memintanya untuk lebih perhatian. dengan masalahnya.
Dia hanya mengiyakan permintaanku, dan mulai berani
mengatakan satu dua hal.
Semakin baik pikirku.
Masih dengan topik yang sama, akupun mengajaknya ngobrol sejenak, dan
mendapat respon yang baik.
Sementara dudukku dengan sengaja aku buat
seolah tanpa sengaja, sehingga penisku yang hanya tertutup handuk akan
terlihat sepenuhnya oleh Lia.
Aku perhatikan matanya berkali-kali
melirik ke arah penisku, yang secara tidak sengaja mulai bangun.
Lalu
aku tanyakan apa boleh mencium BB-nya, sebuah pertanyaan yang cukup
mengagetkannya, selain karena pertanyaan itu cukup berani, juga karena
matanya yang sedang melirik ke ‘anu’ ku.
Untuk menutupi rasa malunya, diapun hanya mengangguk membolehkan.
Aku
minta dia untuk mendekat, dan dari jarak sekian centimeter, aku mencoba
mencium BB-nya.
Akalku mulai berjalan, aku katakan tidak begitu jelas,
maka dengan alasan pasti sumbernya dari ketiaknya, maka aku minta dia
untuk menunjukkan ketiaknya.
Sejenak dia terdiam, mungkin dipikirnya,
apakah ini harus atau tidak.
Aku kembali menyadarkannya dengan
memintanya kembali memperlihatkan ketiaknya.
Melihat tatapannya aku mengerti bahwa dia tidak tahu apa yang harus. dikerjakannya untuk memenuhi permintaanku.
Maka aku dengan cepat
menuntunnya agar dia tidak bingung akan apa yang harus dilakukan.
Dan
aku katakan, naikkan saja baju kaosnya sehingga aku dapat memeriksa
ketiaknya, dan aku katakan jangan malu, toh tidak ada siapapun di rumah.
Perlahan diangkatnya baju kaosnya dan akupun bersorak gembira.
Perlahan
kulit putih mulusnya mulai terlihat, dan lalu dadanya yang cukup besar
tertutup BH sempit pun mulai terlihat.
Penisku langsung membesar dan mengeras penuh.
Setelah ketiaknya
terlihat, akupun memberi perhatian, kudekatkan hidungku terlihat bulu
ketiaknya cukup lebat.
Setelah dekat aku hirup udara sekitar ketiak,
baunya sangat merangsang, dan akupun semakin mendekatkan hidungku
sehingga menyentuh bulu ketiaknya.
Sedikit kaget, dia menjauh dan
menurunkan bajunya.
Lalu aku katakan bahwa dia harus memotong bulu
ketiaknya jika ingin BBnya hilang.
Dia mengangguk dan berjanji akan
mencukurnya.
Sejenak aku perhatikan wajahnya yang tampak beda, merah
padam.
Aku heran kenapa, setelah aku perhatikan seksama, matanya
sesekali melirik ke arah penisku.
Ya ampun, handukku tersingkap dan penisku yang membesar dan
memanjang, terpampang jelas di depan matanya.
Pasti tersingkap sewaktu
dia kaget tadi.
Lalu kuminta Lia kembali mendekat, dan aku katakan bahwa
ini wajar terjadi, karena aku sedang berdekatan dengan perempuan,
apalagi sedang melihat yang berada di dalam bajunya.
Dengan malu dia
tertunduk.
Lalu aku lanjutkan, entah pikiran dari mana, tiba-tiba aku
memuji badannya, aku katakan bahwa badannya bagus dan putih.
Aku juga
mengatakan bahwa bibirnya bagus.
Entah keberanian dari mana, aku bangun
sambil memegang tangannya, dan memintanya berdiri berhadapan.
Sejenak kami berpandangan, dan aku mulai mendekatkan bibirku pada
bibirnya.
Kami berciuman cukup lama dan sangat merangsang.
Aku
perhatikan dia begitu bernafsu, mungkin sudah sejak tadi pagi dia
terangsang.
Tanganku yang sudah sejak tadi berada di dadanya, kuarahkan
menuju tangannya, dan menariknya menuju sofa.
Kutidurkan Lia dan
menindihnya dari pinggul ke bawah, sementara tanganku berusaha membuka
bajunya.
Beberapa saat nampaknya kesadaran Lia bangkit dan melakukan
perlawanan, sehingga kuhentikan sampai membuka bajunya, dan aku kembali
mencium bibirnya hingga lama sekali.
Begitu Lia sudah kembali meracau, perlahan tangan yang sejak tadi
kugunakan untuk meremas dadanya, kuarahkan ke belakang untuk membuka
kaitan BH-nya.
Hingga terpampanglah buah dadanya yang berukuran cukup
besar dengan puting besar coklat muda.
Lumatan mulutku pada buah dadanya
membuatnya sudah benar-benar terangsang, sehingga dengan mudah tanganku
menuju ke arah memeknya yang masih bercelana dalam, sedang tanganku
yang satunya membawa tangannya untuk memegang penisku.
Secara otomatis
tangannya meremas dan mulai naik turun pada penisku.
Sementara aku sibuk
menaikkan roknya hingga celana dalamnya terlihat seluruhnya.
Dan dengan
menyibakkan celana dalamnya, memeknya yang basah dan sempit itupun
sudah menjadi mainan bagi jari-jariku.
Namun tidak berapa lama, kurasakan pahanya menjepit tanganku, dan
tangannya memegang tanganku agar tidak bergerak dan tidak meninggalkan. memeknya.
Kusadari Lia mengalami orgasme yang pertama.
Setelah mereda,
kupeluk erat badannya dan berusaha tetap merangsangnya, dan benar saja,
beberapa saat kemudian, nampak dirinya sudah kembali bergairah, hanya
saja kali ini lebih berani.
Lia membuka celana dalamnya sendiri, lalu
berusaha mencari dan memegang penisku.
Sementara secara bergantian bibir
dan buah dadanya aku kulum.
Dan dengan tanganku, memeknya kuelus-elus
lagi dari bulu-bulu halusnya, bibir memeknya, hingga ke dalam, dan
daerah sekitar lubang pantatnya.
Sensasinya pasti sungguh besar,
sehingga tanpa sadar Lia menggelinjang-gelinjang keras.
Kesempatan ini tidak aku sia-siakan, bibirku pindah menuju bibirnya,
sementara penisku kudekatkan ke bibir memeknya, ku elus-elus sebentar,
lalu aku mulai selipkan pada bibir memek pembantuku ini.
Sudah seperti
layaknya suami dan istri, kami seakan lupa dengan segalanya, Lia bahkan
mengerang minta penisku segera masuk.
Karena basahnya memek Lia, dengan
mudah penisku masuk sedikit demi sedikit.
Sebagai wanita yang baru
pertama kali berhubungan badan, terasa sekali otot memek Lia menegang
dan mempersulit penisku untuk masuk.
Dengan membuka pahanya lebih lebar
dan mendiamkan sejenak penisku, terasa Lia agak rileks.
Ketika itu, aku mulai memaju-mundurkan penisku walau hanya bagian
kepalanya saja.
Namun sedikit demi sedikit penisku masuk dan akhirnya
seluruh batangku masuk ke dalam memeknya.
Setelah aku diamkan sejenak,
aku mulai bergerak keluar dan masuk, dan sempat kulihat cairan berwarna
merah muda, tanda keperawanannya telah kudapatkan.
Erangan nikmat kami
berdua, terdengar sangat romantis saat itu.
Lia belajar sangat cepat,
dan memeknya terasa meremas-remas penisku dengan sangat lembut.
Hingga
belasan menit kami bersetubuh dengan gaya yang sama, karena ku pikir
nanti saja mengajarkannya gaya lain.
Penisku sudan berdenyut-denyut tanda bahwa tak lama lagi aku akan. ejakulasi.
Aku tanyakan pada Lia, apakah dia juga sudah hampir orgasme.
Lia mengangguk pelan sambil tersenyum.
Dengan aba-aba dariku, aku
mengajaknya untuk orgasme bersama.
Lia semakin keras mengelinjang,
hingga akhinya aku katakan kita keluar sama-sama.
Beberapa saat kemudian
aku rasakan air maniku muncrat dengan derasnya di dalam memeknya yang. juga menegang karena orgasme.
Lia memeluk badanku dengan erat, lupa bahwa aku adalah majikannya,
dan akupun melupakan bahwa Lia adalah pembantuku, aku memeluk dan
menciumnya dengan erat.
Dengan muka sedikit malu, Lia tetap tertidur di
sampingku di sofa tersebut.
Kuperhatikan dengan lega tidak ada
penyesalan di wajahnya, tetapi kulihat kepuasan.
Aku katakan padanya
bahwa permainannya sungguh hebat, dan mengajaknya untuk mengulang jika
dia mau, dan dijawab dengan anggukkan kecil dan senyum.
Sejak saat itu, kami sering melakukan jika istriku sedang tidak ada.
Di kamar tidurku, kamar tidurnya, kamar mandi, ruang tamu, ruang makan,
dapur, garasi, bahkan dalam mobil.
Lia ikut bersama kami hingga tahunan,
hingga dia dipanggil oleh orang tuanya untuk dikawinkan.
Ia dan aku
saling melepas dengan berat hati.
Namun sekali waktu Lia datang ke
rumahku untuk khusus bertemu denganku, setelah sebelumnya menelponku
untuk janjian.
Anak satu-satunyapun menurutnya adalah anakku, karena
suaminya mandul.
Tapi tidak ada yang pernah tahu.
. . .
Sumber:Internet