Gelap

Cinta Pak Lurah 19

๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear โš™ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple (๏ฃฟ) > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Cinta Pak Lurah 19

. ***"Mantan kan cuma masa lalu Dek, yang penting nikahnya kan sama kamu sekarang.
Iya nggak?.
" Ucap Pak Lurah sambil mengedipkan sebelah matanya, genit banget dasar.
"Je-la-sin!!.
" Menolak luluh, aku mengabaikan jawabannya dan tetap kekeh meminta penjelasan.
Ya bukannya tidak menghargai masa lalu Pak Lurah, selain kesel karena aku tidak berjodoh sesuai dengan keinginanku, paling tidak aku harus tau siapa saja bekas pacarnya.
Kalau-kalau suatu saat aku tidak sengaja bertemu kan aku sudah tau harus berlaku bagaimana.
Sekali lagi, ini memang masalah komunikasi sih.
"Oke, oke Sayang.
Kalem dulu tapi, sini senderan lagi sama Mas.
" ucapnya sambil menarikku mendekat.
"Sabaar sabaar, istri sabar rejeki suaminya lancaar.
" Tambahnya sambil mengelus-elus dadaku.
"Ih modus.
" Aku menepis tangannya, urung untuk bersandar kembali di dadanya.
"Hehe, maaf maaf, gede banget sih bikin gagal fokus.
""Ck..""Iya, iya, sini dong Mas jelasin.
" Terpaksa aku mendekat lagi dan menyenderkan tubuhku ke dadanya.
Tanganku mencengkeram erat selimut yang menutupi tubuhku supaya tdak melorot dan membuat Pak Lurah gagal fokus lagi.
"Mas ini kan laki-laki normal pada umumnya Sayang, jadi ya gitu waktu teman-teman Mas sudah mulai cinta-cintaan dan punya pacar, Mas juga nggak mau ketinggalan.
""Waktu itu SMP kelas 3...""SMP?.
" Teriakku saat mendengar perkataanya, aku mendongakkan kepala melihatnya dengan mata menyipit.
Dia pacaran saat masih SMP?.
"Dengerin dulu suaminya jelasin dong Sayangku.
" Jawab Pak Lurah gemas sambil mengusak rambutku.
Aku kembali diam, menanti penjelasannya.
"Waktu itu SMP kelas 3, Mas sekelas dengan perempuan yang kata satu sekolah primadona.
Awalnya Mas nggak deket sama dia, tapi karena sekelas dan sering satu kelompok, Mas jadi akrab.
Terlebih lagi karena rumah kita deket, kita jadi sering berangkat dan pulang bareng.
Akhirnya temen-temen Mas ledekin dan nyomblangin Mas sama dia.
Entah gimana akhirnya, perempuan ini tiba-tiba nyatain perasaan dan nembak Mas.
Karena Mas juga jomblo dan temen-temen Mas sudah pada punya pacar, akhirnya Mas terima aja waktu itu.
"Aku mendengarkan cerita Pak Lurah dengan sungguh-sungguh, ada satu kalimatnya yang membuatku mengernyit.
"Rumah kalian deket? Warga sini dong?.
" Tanyaku.
"Ehem, iya.
" Jawabnya gugup.
"Siapa?.
" Kejarku.
"Ehem, Santi.
" Katanya pelan.
"Santi โ€“Santi Carik?.
" Tanyaku kaget.
Aku tau ada satu Santi di desa ini dan dia juga kerja sebagai perangkat desa, jabatannya carik atau bisa disebut sekretaris desa.
"Ehem, iya.
" Jawaban gugupnya membuatku semakin jengkel.
"Wah, enak dong Senin besok kamu kerja bareng mantan pacar.
" Kataku sambil menekan kata mantan pacar.
"Apa jangan-jangan kamu jadi Lurah biar bisa kerja dan deket terus sama dia yaa?.
" Cecarku.
"Ngawur, nggak lah.
Mas itu profesional ya Dek, tulus kerja buat Desa.
"" kamu udah mulai cemburu Dek?.
" Tanyanya menggoda.
Aku mendengus, percaya diri sekali Pak Lurah ini.
"Ih enak aja, enggak ya.
Mana ada aku cemburu.
""Halah ngaku aja udah mulai cemburu, artinya kamu udah cinta aku ya?.
Baru juga seminggu jadi istriku kamu Dek, klepek klepek sama ini ya?.
" Godanya lagi sambil mengelus kejantanannya membuatku mengernyit geli.
"Ih nggak ya, aku nggak cemburu.
Ini namanya waspada, walaupun belum cinta, kamu kan sudah menjadi suamiku, aku nggak ridho ya kalau kamu kecantol lagi sama mantan kamu.
""Ck, enggak Deek.
Percaya sama Mas.
Mas kerja professional, kalaupun bareng sama dia, sudah pasti hanya seputar kerjaan.
Lagian mana mungkin Mas kecantol sama orang lain, Mas itu nunggu kamu buat jadi istri lama banget lho.
Nggak akan mungkin Mas sia-siakan kamu Dek.
""Ya siapa yang tau Mas.
Dulu kan Mas nggak kerja bareng dia, beda dong sama besok dan seterusnya.
Mas bakalan deket dan kerja bareng dia selama hampir delapan jam setiap harinya.
Mana orangnya sekarang single kan? Semok lagi tuh.
" Kataku panjang lebar.
Ya, si Santi ini memang lagi single sekarang.
Denger-denger, cerai karena suaminya nggak mampu menafkahi dengan layak.
Aku pernah melihatnya sekali saat dia akan pergi kerja ke kelurahan.
Pakaiannya pendek, menampilkan lekuk tubuhnya yang memang seksi, rambutnya di gerai hasil rebondingan.
Wajahnya memang cantik, tentu saja aku takut Pak Lurah lama-lama kecantol juga.
"Janji, Mas akan selalu setia sama kamu Dek.
Jangan khawatir ya, lagian Mas kan sudah pernah bilang, ada dua hal yang bisa kamu pegang dari Mas.
Yang pertama omongan Mas dan yang kedua adalah...""Sssst stop stop, iyaaa tauu.
Aku pegang janji Mas.
" Kataku sambil mengerucutkan bibir.
Pak Lurah ini, omongannya pasti nyerempet-nyerempet ke hal mesum.
Jadi penasaran, kalau di luar, apakah dia juga berlaku macam ini?.
"Pinternya istri Mas ini.
" Ucapnya sambil mengelus-elus dahiku dan menyingkirkan anak rambut yang mengganggu disana.
"Sekarang, ayo kita nyoba kamar mandi.
Mas baru pasang bathup lho.
" katanya sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Plak"Enak aja! Ceritanya Mas belum komplit ya! Terus Mas pacaran berapa lama sama dia, dan putusnya kenapa?.
" Jawabku setelah menepuk dadanya.
Enak aja, baru juga satu mantan yang di ceritakannya, itu juga belum komplit, masih ada 3 mantan lagi yang lainnya, kok sudah minta enak-enak di kamar mandi.
Jangan Harap!!.
Jadilah, pagi menjelang siang itu kita habiskan untuk membahas mantan pacarnya yang di selingi dengan kegeramanku dan pembelaan-pembelaannya.
Pak Lurah cerita dia putus dengan Santi setelah 6 bulan pacaran, karena si Santi ini semakin lama semakin posesif dan cemburuan, belum lagi menuntut ini itu yang membuat Pak Lurah tidak tahan dan akhirnya mengajak putus.
Mantan keduanya adalah saat SMA namanya Juwi, sesama anggota OSIS tapi cuma bertahan 2 bulan karena katanya Juwi posesif, Pak Lurah trauma punya pacar yang posesif.
Mantan ketiga didapatkannya saat kuliah, bertemu saat mereka menjadi anggota BEM Universitas, berpacaran selama 3 bulan dan putus karena si perempuan ternyata ketahuan punya pacar lain.
Terakhir, pacaran saat kerja di kota, teman satu divisi.
Yang ini bertahan agak lama, tapi berakhir putus karena sadar tidak bisa lanjut ke jenjang berikutnya, temboknya tinggi.
Yap, beda agama.
Kata Pak Lurah sih sekarang mantannya itu sudah menikah, hasil perjodohan orangtuanya, tentu saja dengan yang seiman.
Nah dari cerita-cerita ini, bukannya membuatku semakin tenang, tetapi malah membuatku semakin gelisah.
Mantan-mantan pacar Pak Lurah ini didapatkannya dari hasil cinlok atau cinta lokasi.
Entah teman sekolah, teman satu organisasi atau teman kerja.
Yang pasti, semua itu adalah karena mereka sering bertemu.
Nggak menutup kemungkinan, kalau Pak Lurah nggak akan cinlok lagi dengan rekan kerjanya yang sekarang kan?.
Aduh amit-amit, amit-amit.
Semoga Allah melindungi suamiku dari perbuatan-perbuatan buruk macam itu.
Aku harus mencoba mempercayai Pak Lurah.
Semoga benar apa yang di ucapkannya kalau yang bisa dipegang darinya ada dua hal, yang pertama adalah omongannya dan yang kedua adalah... kontolnya.
***Enaknya double up nggak nih??.
Sumber:Internet