. Happy Reading guyss!! 😄❤️...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒Luna berbaring di kamarnya.
Sudah sekitar tiga jam hujan turun, dan sekarang waktu menunjukan siang hari.
Ringggg~"Ha-..""Buka pintunya, aku sudah di depan rumahmu.
" Ucap Max.
"Hn, Baiklah.
" Ucap Luna.
Ia mengambil tongkatnya dan berjalan menuju pintu.
Cklek..."Aku sudah memanggilmu beberapa kali.
" Ucap Max yang tubuhnya sudah basah karena air hujan, ia terpaksa berjalan kaki untuk masuk gang rumah Luna karena jalannya sempit untuk dimasuki mobil.
"Aku tidak mendengarnya karena hujan.
Silahkan masuk.
" Ucap Luna.
Max duduk di kursi kayu yang ada di ruang tamu Luna.
"Tunggu sebentar.
" Ucap Luna.
Luna pergi ke dapur untuk membuat susu jahe, ia juga mengambil handuk kecil di lemarinya dan kembali lagi ke ruang tamu.
"Pakai ini untuk mengeringkan rambutmu.
Aku juga membuat susu jahe agar tubuhmu hangat, hanya ini yang bisa aku berikan.
" Ucap Luna.
Max mengambil handuk tersebut dan mengeringkan rambutnya yang agak basah.
Max membuka tasnya dan mengeluarkan beberapa kertas.
"Ini kontraknya, silahkan kau baca dulu.
Jika ada yang ingin kau tambahkan atau kau hilangkan silahkan katakan.
" Ucap Max.
Luna membaca kontrak itu dengan teliti, tidak ada yang aneh dan ia setuju dengan semua isi kontrak.
Max benar-benar membuat kontrak dengan teliti, sesuatu seperti 'Dilarang ikut campur urusan pribadi' adalah yang sangat Luna sukai.
Sisanya adalah hal mendasar seperti dilarang membocorkan segala hal tentang kontrak, dilarang berpacaran dengan orang lain, tidur dikamar terpisah, menjalankan peran suami dan istri di depan umum, dan beberapa hal yang Luna tidak merasa keberatan untuk melakukannya malah ia bersyukur karena banyak larangan di kontrak ini.
"Jika salah satu pihak melanggar kesepakatan maka akan mendapatkan hukuman yaitu mengikuti perintah pihak lain.
Perintah atau hukuman tidak boleh bertentangan dengan syarat kontrak?" Baca Luna.
"Apa-apaan ini? Aku tidak pernah melihat kontrak dengan konsekuensi yang tidak jelas seperti ini.
" Ucap Luna.
"Aku tidak tau konsekuensi seperti apa yang cocok untuk kontrak ini.
Jika konsukensinya harus membatalkan kontrak dan berpisah, akulah yang di rugikan.
Jika konsekuensinya harus membayar dengan uang aku tidak butuh itu, lagipula aku juga tidak yakin kau bisa membayar.
" Ucap Max jujur.
'Orang ini!' Luna terdiam dengan memasang wajah kesal.
Ia tidak bisa menyangkalnya karena itulah kenyataannya.
"Lagipula itu bukan syarat yang sulit.
Aku yakin aku tidak akan melanggarnya.
Bagaimana denganmu? Aku tidak berfikir kau jenis orang yang melanggar kontrak.
" Ucap Max.
"Tentu saja, aku bukan tipe orang seperti itu.
" Ucap Luna masih kesal.
"Baiklah, silahkan tanda tangan di sebelah sana.
" Ucap Max.
Luna menarik nafasnya dan bersiap tanda tangan.
'Hanya tiga tahun.
Apakah aku bisa menahannya? Berada di dekat orang yang dulu telah membohongiku dan menjadikanku taruhan, seseorang yang tidak pernah ingin aku temui lagi.
Ia telah menolongku disaat aku sangat membutuhkan pertolongan.
'Luna dengan ragu menandatangani kontrak.
"Baiklah, kau sudah tanda tangan kontrak.
Kemasi barang-barang yang kau butuhkan untuk malam ini, saat hujan reda aku akan membawamu ke apartemen yang baru.
" Ucap Max.
Sumber:Internet