. Happy Reading guyss!! ... 🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒 "Hhhhh~ Lelah sekali.
" Ucap Luna.
"Kau terlalu aktif bergerak kesana kemari makanya cepat kelelahan.
" Ucap Max.
"Mau bagaimana lagi, aku ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, entah kapan lagi aku bisa kemari.
" Ucap Luna.
"Tapi hasil jepretan mu lumayan juga, harusnya kau bekerja sampingan menjadi fotografer.
" lanjut Luna sambil melihat foto-fotonya di handphone.
"Hm.
" Jawab Max.
"Apa kau ingin makan atau minum sesuatu?" Tanya Max.
"Um... Aku belum lapar, tapi jika kau ingin makan sesuatu, aku akan ikut saja.
" Ucap Luna.
"Ayo ke cafe didekat sini.
" Ucap Max..... "Ingin pesan apa?" Tanya Max.
"Aku ingin jus strawberry dan pudding coklat.
" Ucap Luna sambil menunjuk gambar jus strawberry dan pudding.
Max mengangguk dan memesan kepada pelayan di samping mereka dengan bahasa Italia yang tidak Luna mengerti.
"Tunggu sebentar mereka sedang membuat pesanannya.
" Ucap Max.
Luna hanya mengangguk menanggapinya.
Luna melihat-lihat sekitar, seketika pandangannya langsung fokus ke arah piano putih di sudut ruangan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami.
Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
'Kenapa tidak ada yang memainkannya? Apakah itu hanya pajangan? Sayang sekali alat musik secantik itu hanya di jadikan pajangan.
' pikir Luna.
"Kau ingin memainkannya?" Tanya Max.
Luna terkejut mendengar suara Max dan sadar dari lamunannya.
"Apakah boleh? Piano itu terlihat hanya pajangan dan tidak untuk dimainkan.
" Ucap Luna.
"Kita liat saja nanti.
" Ucap Max.
Akhirnya makanan merekapun datang, Max terlihat berbicara dengan pelayan dan memberikan uang.
Mereka makan dengan tenang.
Saat makanan mereka sudah habis.
Max memberitahukan Luna sesuatu.
"Katanya piano itu boleh dimainkan.
Jika kau ingin memainkannya mereka tidak akan melarangmu.
" Ucap Max "Benarkah? Apakah boleh?" Tanya Luna semangat.
Ia sangat ingin mencoba piano itu.
Ia juga sudah sangat lama tidak menyentuh piano.
Terakhir kali ia bermain piano adalah di bangku kuliah di ruang musik bersama mantan pacarnya.
"Kau boleh memainkannya.
" Ucap Max meyakinkan.
Luna pun mengangguk dan berjalan ke arah piano.
Kebetulan pengunjung di cafe itu sepi.
Jadi tidak ada yang terlalu memperhatikan Luna.
Sumber:Internet