. Happy Reading guyss!! 😄❤️... 🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒 Bunyi jam menggema di kontrakan kecil Luna.
" Luna bersiap menjalani rutinitasnya.
Ia bekerja sebagai wakil divisi marketing di perusahaan film tempat dulu ia bekerja sebagai Office girl.
Ia sudah sangat nyaman bekerja disana karena sudah sangat lama mengenal orang-orangnya.
Hari ini Luna akan melakukan persentasi terkait strategi penjualan film yang akan tayang beberapa bulan ke depan, baginya bukan hal yang sulit karena ia sudah terbiasa.
Ia juga mendengar bahwa CEO dari perusahaan sponsor akan datang untuk mendengarkan persentasinya.
Luna juga belum mendapat info CEO perusahaan mana yang akan mengikuti persentasi, karena untuk film ini mereka lumayan banyak mendapat sponsor dari perusahaan-perusahaan besar... Luna masuk kerja Jam 8, biasanya ia akan berangkat jam 7 pagi.
Luna biasa memilih menggunakan bus, namun saat terdesak ia tidak akan ragu menggunakan Taxi karena baginya totalitas dan profesionalitas dalam bekerja adalah suatu kewajiban... Brak... Brak... Brak...Terdengar pintunya digedor secara kasar oleh seseorang.
'Ck, kenapa mereka harus datang sekarang sih!' pikir luna yang sudah tau siapa yang menggedor pintunya.
Luna pun membukakan pintu.
"Cepat, Bayar hutangmu!!!" Ucap penagih hutang itu kasar.
"Maaf pak, saya masih belum gajian sekarang.
Bukankah kita sudah sepakat bahwa anda akan mendatangiku saat awal bulan dan ini masih pertengahan bulan.
" Ucap Luna.
"Aku tidak mau tau, bayar hutangmu sekarang!!" "Saya benar-benar sedang tidak punya uang, saya belum gajian di tanggal ini.
Lagipula anda datang tidak sesuai kesepakatan.
" Ucap Luna.
"Hutang ayahmu padaku bahkan belum sampai setengah yang sudah kau bayar, sialan!!" Teriak laki-laki itu.
"Maaf pak, saya selalu berusaha untuk melunasinya.
" "Cih... Aku akan mencari jaminan.
" "Bongkar dan cari barang berharga yang bisa dibawa.
" Perintah laki-laki itu kepada dua bodyguard nya.
Kedua bodyguard itu secara tidak sopan langsung masuk ke rumah Luna, ia sudah mengacak-acak semua, tapi tidak ada yang bisa ia ambil selain uang yang tidak banyak di dompet Luna.
"Kau sudah mengetahui bahwa semua barang berharga bahkan rumah milikku sudah kau ambil sejak lama.
Kau tidak perlu mengacak-acak kediaman ku seperti ini!" Ucap Luna marah.
"Itu bukan urusanku.
Aku tidak mau tau, jika nanti saat aku datang lagi kau harus sediakan uangnya!" "......" Laki-laki itu berbalik badan dan hendak pergi.
"Dasar gadis bodoh! Kalau dia jual diri atau menjadi simpanan om om pasti dia bisa cepat melunasi hutangnya.
" Ucap pria itu.
Luna yang mendengar ucapan itu ingin sekali melemparnya menggunakan hills miliknya, namun ia masih berusaha menahan diri karena harus menjaga mood untuk persentasi nanti.
'Fyuhhhh~ tenangkan dirimu Luna.
'.. Luna ke halaman belakang dan membuka sebuah terpal, ia memutuskan menggunakan sepeda pemberian ibu panti tempat ia melakukan pekerjaan suka rela di panti setiap hari minggu sejak ia kuliah.
Sumber:Internet