. Happy Reading guyss!! ...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒"Terimakasih telah membawa ku kemari, akhirnya setelah tiga hari hanya istirahat di hotel aku bisa menikmati pemandangan indah ini di kota Paris dan dapat melihat menara Eiffel dari dekat.
" Ucap Luna.
" aku sudah janji akan membawamu kemari.
" Ucap Max.
"Tapi Max, aku jadi kepikiran.
Kau bilang pamanmu akan datang dipesta bisnis itu.
Tapi aku tidak melihatnya, apakah dia hadir setelah pesta dansa? Aku selalu kembali setelah pesta dansa selesai.
" Tanya Luna.
"Dia hadir dan mengawasi kita dari jauh.
Kau mungkin tidak menyadarinya karena dia berada di kerumunan.
" Ucap Max.
'Bukankah kalian harusnya saling menyapa? Apakah hubungan kalian sangat buruk?' tanya Luna dalam hati, ia tidak mengutarakannya pertanyaan itu ke Max karena max terlihat tidak ingin membahas pamannya.
Luna melihat pemandangan kota di malam hari dalam diam.
Tiba-tiba dia jadi mengingat sesuatu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami.
Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Max?" Panggil Luna, pandangannya masih menatap Lurus ke arah menara Eiffel.
"Hm?" Jawab Max melihat ke arah Luna.
"Maaf aku sudah membuat hubunganmu dengan teman lama menjadi rusak.
Lain kali aku akan lebih berhati-hati.
" Ucap Luna pelan, ia sungguh menyesal karena setelah kejadian itu pasti hubungan Dion dan Max menjadi canggung atau bahkan terputus.
Max yang menetap Luna kemudian kembali menatap lurus ke kota.
"Tidak perlu minta maaf.
Itu bukan salahmu.
Dia juga bukan temanku.
" Ucap Max.
Luna kaget mendengar jawaban Max, ia spontan melihat ke arah Max.
"Bukan temanmu? saat sekolah dulu-...""Kami bukan teman, kami saling memanfaatkan satu sama lain.
Jika dia tak lagi berguna atau membuat masalah, aku tak segan untuk membuangnya.
" Ucap Max dingin.
"......"Luna terdiam mendengarnya.
'Saling memanfaatkan ya? itu terdengar seperti hubungan kita sekarang.
Suatu saat aku juga harus siap dibuang jika tidak lagi berguna.
' Luna melihat lagi kearah menara Eiffel yang indah dan menjulang tinggi.
'Tapi Sebelum itu terjadi bolehkah aku sebentar saja merasakan kasih sayang dari keluarga Anderson yang menerimaku apa-adanya tanpa tau rencana buruk kami, tanpa tau bahwa aku menipu mereka demi membayar hutang orang tuaku.
Apa-apaan aku ini? Aku sekarang seperti orang jahat yang egois.
' Luna mencoba menahan air matanya yang akan jatuh karena ia tak ingin menangis didepan Maxime.
"Hhhhhh~" Luna menghela nafasnya untuk menenangkan diri.
'Tolong maafkan kami berdua, ayah, ibu, pak Felix.
' Ucap Luan dalam hati.
"Kenapa kau menghela nafas? Apa kau masih merasa sesak?" Tanya Max melihat ke arah Luna.
Sumber:Internet