. Happy Reading guyss!! ...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒" Hm~ Na... Na naaa~" Luna memasak sambil bersenandung dengan riang gembira.
"Um... yummy!! Luna masakanmu sungguh enak!" Puji Luna setelah mencicipi masakannya.
Luna menyiapkan piring dengan rapi di atas meja, kemudian menyajikan masakannya.
Terdengar pintu rumah terbuka menandakan Max telah pulang.
"Ah... Selamat datang Max.
" Teriak Luna dari dapur, terdengar ceria tidak seperti biasanya.
Max pun berjalan ke arah dapur dan melihat masakan telah tersaji dimeja makan.
"Apa kau sudah lapar? Atau kau ingin mandi dulu?" Tanya Luna.
"Aku ingin mandi dulu.
" Ucap Max.
"Ya.. baiklah.
Aku akan menunggu kau selesai.
" Ucap Luna tersenyum.
'Ada apa dengannya, kenapa dia terlihat sangat senang?' pikir Max aneh, ia berpikir sejenak.
'Apakah ia senang karena hari ini Dion mengakhiri hidupnya?' pikir Max kemudian.
'Terserah.
Yang penting dia tidak marah padaku.
' pikir Max...Mereka pun makan malam bersama setelah Max selesai mandi.
Ia sedikit tak nyaman karena dari tadi Luna terus memperhatikannya dengan tersenyum.
Luna melihat Max serius sambil berbicara dalam hati.
'Memang benar di dunia ini tak ada yang sempurna, siapa yang mengira pria dengan wajah dan kekayaan sempurna ini ternyata menyukai sesama jenis.
Ugh... Entah kenapa aku sangat menyayangkannya, tapi disatu sisi aku juga lega karena bisa tidur tenang disampingnya.
He..' pikir Luna tanpa sadar tersenyum lebar.
"Ada apa?" Tanya Max.
"Hm? Kenapa?" Tanya Luna balik.
"Dari tadi kau terus memperhatikanku dengan wajah yang aneh.
" Ucap Max.
"Ah... Tidak ada apa-apa.
Bagimana masakanku? Apakah enak?" Tanya Luna.
"Enak.
" Jawab Max singkat.
" Ha.. Ha.. Terima kasih atas pujiannya.
" Ucap Luna.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami.
Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Deg....'Kenapa dia tersenyum seperti itu didepanku?' Pikir Max aneh.
Max juga menyadari jantungnya tiba-tiba berdetak cepat setelah melihat Luna tersenyum cerah padanya.
'Ada apa denganku? Besok aku harus memeriksanya ke bibi Hana.
' pikir Max aneh.
Ia menunduk dan mencoba fokus dengan makanan di meja....Setelah bekerja di ruangnnya, Max segera kembali ke kamar.
Ia yakin Luna sudah tidur dan pasti memakai pakaian berlapis lagi lalu menghidupkan AC dengan suhu paling dingin.
Kali ini Max tidak berencana untuk menaikan suhu atau menyembunyikan remote AC seperti kemarin malam.
Ia berniat akan tidur dengan jaket juga karena khawatir Luna akan diam dan bad mood lagi seperti tadi pagi.
Sumber:Internet