Gelap

Contrac Nikah Dengan Mr Ceo 40

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Contrac Nikah Dengan Mr Ceo 40

. Happy Reading guyss!! ...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒Akhirnya Max sampai di kediaman bibinya.
Dengan tergesa-gesa Max masuk dan memarkir asal mobilnya.
"Tuan Max, saya sudah sejak lama menunggu anda.
Tadi nyonya Hana berpesan jika tuan datang maka tuan Max langsung saja ke kamar tempat biasa ketika tuan menginap disini.
" Ucap satpam.
" Balas Max dingin dan langsung masuk ke rumah.
'Ada apa dengan tuan Max? Ia terlihat sangat frustasi dan lelah? Apakah ia dan nyonya Luna sedang bertengkar?' pikir Satpam menerka-nerka.
'Semoga semua baik-baik saja.
' ...Cklek...Max membuka pintu kamar dan melihat Luna tertidur lelap disana.
"Hhhhhh~" Max menghela nafas lega.
Ia berbaring di samping Luna dengan wajah mengantuk dan lelah.
Ia berbaring menghadap Luna, melihat wajah damainya yang tertidur lelap.
Karena ranjang yang mereka tiduri lebih kecil dari ukuran ranjang di rumah mereka, jarak Max dan Luna sangat dekat.
Max kemudian merubah posisinya menatap langit-langit kamar.
'Kenapa aku sangat lambat menyadarinya? Kalau dipikir-pikir banyak sekali celah untuk menemukannya lebih cepat.
Bibi hanya menggunakan trik murahan dan bisa-bisanya aku terjebak karena terlalu panik.
' pikir Max tak habis pikir.
"Umh..." Erang Luna gelisah.
Max kemudian menghadap ke arah Luna lagi, namun tiba-tiba Luna memeluknya.
"Ja-...ngan... aku, Maxime... Ugh Igau Luna.
"Ssshh Jangan takut.
Aku disini.
Tidak akan ada yang menyakitimu.
" Ucap Maxime sambil mengusap punggung Luna.
Ini sudah kesekian kalinya Luna mengigau seperti ini.
Maxime tau Luna menyimpan trauma yang mendalam setelah kejadian Dion yang hampir melecehkannya.
Kadang Luna juga mengigau mengenai masa kecilnya yang juga hampir dilecehkan, semua itu tak pernah Max ungkapkan detailnya kepada Luna tentang kebiasaan mengigaunya saat tidur.
Max tidak ingin Luna mengingat kejadian menyakitkan itu.
Luna bahkan tidak mengingat apa-apa saat bangun, Luna hanya tau bahwa saat tidur bersama ia selalu memeluk Max.
Max terus mengusap punggung Luna sampai ia berhenti mengigau dan nafasnya kembali stabil.
'Selama aku masih menjadi suamimu, tak akan ku biarkan siapapun menyakitimu.
' Ucap Max, kemudian ia memejamkan matanya tertidur dengan posisi masih berpelukan dengan Luna....-Dini hari-'Haus sekali.
' Keluh Max.
Max pun mengangkat tangan Luna pelan-pelan dari pinggangnya dan mengambil ponsel untuk mengecek jam.
Sekarang pukul 04.
00 pagi, Max keluar kamar menuju dapur untuk mengambil minum.
Sampai di dapur ia melihat bibinya sedang minum teh hangat di meja makan.
Max menatapnya sebentar dengan tatapan malas, kemudian ia mengabaikan bibinya dan mengambil air dingin di kulkas.
"Kau lebih lama menemukannya sampai bibimu ini tertidur menunggumu.
Padahal bibi ingin sekali bertepuk tangan untuk memberi selamat karena berhasil menemukannya.
Ucap bibi Hana meledek Max.
"....." Max minum dengan tenang seolah-olah tidak mendengar apapun.
"Kau memang tak mengecewakanku.
Sudah kuduga kau mencarinya.
Baiklah mari kita jabarkan.
Yang pertama perasaan peduli kepadanya, yang kedua perasaan khawatir ia terluka, dan yang ketiga perasaan takut ia meninggalkanmu dengan pria lain.
Jujurlah padaku, kau ke rumah temannya yang menggunakan masker dan topi itu kan?" Tanya bibi Max sambil melihat Max yang mengabaikannya.

Sumber:Internet