. Happy Reading guyss!! ...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒Akhirnya Max sampai di kediaman bibinya.
Dengan tergesa-gesa Max masuk dan memarkir asal mobilnya.
"Tuan Max, saya sudah sejak lama menunggu anda.
Tadi nyonya Hana berpesan jika tuan datang maka tuan Max langsung saja ke kamar tempat biasa ketika tuan menginap disini.
" Ucap satpam.
" Balas Max dingin dan langsung masuk ke rumah.
'Ada apa dengan tuan Max? Ia terlihat sangat frustasi dan lelah? Apakah ia dan nyonya Luna sedang bertengkar?' pikir Satpam menerka-nerka.
'Semoga semua baik-baik saja.
' ...Cklek...Max membuka pintu kamar dan melihat Luna tertidur lelap disana.
"Hhhhhh~" Max menghela nafas lega.
Ia berbaring di samping Luna dengan wajah mengantuk dan lelah.
Ia berbaring menghadap Luna, melihat wajah damainya yang tertidur lelap.
Karena ranjang yang mereka tiduri lebih kecil dari ukuran ranjang di rumah mereka, jarak Max dan Luna sangat dekat.
Max kemudian merubah posisinya menatap langit-langit kamar.
'Kenapa aku sangat lambat menyadarinya? Kalau dipikir-pikir banyak sekali celah untuk menemukannya lebih cepat.
Bibi hanya menggunakan trik murahan dan bisa-bisanya aku terjebak karena terlalu panik.
' pikir Max tak habis pikir.
"Umh..." Erang Luna gelisah.
Max kemudian menghadap ke arah Luna lagi, namun tiba-tiba Luna memeluknya.
"Ja-...ngan... aku, Maxime... Ugh Igau Luna.
"Ssshh Jangan takut.
Aku disini.
Tidak akan ada yang menyakitimu.
" Ucap Maxime sambil mengusap punggung Luna.
Ini sudah kesekian kalinya Luna mengigau seperti ini.
Maxime tau Luna menyimpan trauma yang mendalam setelah kejadian Dion yang hampir melecehkannya.
Kadang Luna juga mengigau mengenai masa kecilnya yang juga hampir dilecehkan, semua itu tak pernah Max ungkapkan detailnya kepada Luna tentang kebiasaan mengigaunya saat tidur.
Max tidak ingin Luna mengingat kejadian menyakitkan itu.
Luna bahkan tidak mengingat apa-apa saat bangun, Luna hanya tau bahwa saat tidur bersama ia selalu memeluk Max.
Max terus mengusap punggung Luna sampai ia berhenti mengigau dan nafasnya kembali stabil.
'Selama aku masih menjadi suamimu, tak akan ku biarkan siapapun menyakitimu.
' Ucap Max, kemudian ia memejamkan matanya tertidur dengan posisi masih berpelukan dengan Luna....-Dini hari-'Haus sekali.
' Keluh Max.
Max pun mengangkat tangan Luna pelan-pelan dari pinggangnya dan mengambil ponsel untuk mengecek jam.
Sekarang pukul 04.
00 pagi, Max keluar kamar menuju dapur untuk mengambil minum.
Sampai di dapur ia melihat bibinya sedang minum teh hangat di meja makan.
Max menatapnya sebentar dengan tatapan malas, kemudian ia mengabaikan bibinya dan mengambil air dingin di kulkas.
"Kau lebih lama menemukannya sampai bibimu ini tertidur menunggumu.
Padahal bibi ingin sekali bertepuk tangan untuk memberi selamat karena berhasil menemukannya.
Ucap bibi Hana meledek Max.
"....." Max minum dengan tenang seolah-olah tidak mendengar apapun.
"Kau memang tak mengecewakanku.
Sudah kuduga kau mencarinya.
Baiklah mari kita jabarkan.
Yang pertama perasaan peduli kepadanya, yang kedua perasaan khawatir ia terluka, dan yang ketiga perasaan takut ia meninggalkanmu dengan pria lain.
Jujurlah padaku, kau ke rumah temannya yang menggunakan masker dan topi itu kan?" Tanya bibi Max sambil melihat Max yang mengabaikannya.
Sumber:Internet