. Happy Reading guyss!! ...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒Pagi hari yang dingin Luna membuka matanya yang masih mengantuk.
Pertama yang ia lihat adalah dada bidang Max yang ada di depannya dengan posisinya dan Max yang saling berpelukan.
Luna seperti sudah terbiasa dengan posisi ini dan tidak lagi beraksi berlebihan.
Lagipula tidak ada hal lain yang terjadi, mereka hanya sebatas berpelukan, itu juga terjadi dalam kondisi tak sadar.
Pelan-pelan ia memindahkan tangan Max menjauh darinya kemudian ia pergi ke dapur untuk minum.
Hari ini Luna bekerja dari rumah karena kakak iparnya memaksanya untuk tidak datang ke kantor dan istirahat di rumah saja karena malam harinya ada perayaan ulang tahun Max yang katanya akan sangat melelahkan.
'Terakhir kali aku ikut pesta bisnis itu bukanlah pengalaman yang baik.
Waktu itu aku juga sedang menstruasi yang membuatku tidak mengikuti pesta hingga akhir.
Kali ini aku harus ada di pesta itu dari awal hingga akhir untuk menemani Max.
' pikir Luna.
"Masih sangat pagi, karena tidak perlu ke kantor, aku jadi lebih bisa bersantai.
" Ucap Luna yang melihat jam di ponselnya.
Luna kemudian berjalan ke ruang TV, ia melihat berita-berita terkini termasuk perayaan ulang tahun Maxime juga diberitakan.
'Aku sudah baca rundown acaranya dan itu terlihat biasa-biasa saja sama seperti pesta-pesta lain.
Yang membuatnya terasa melelahkan adalah bertemu dengan orang-orang penting, aku tidak ingin mempermalukan Max dan keluarganya.
' pikir Luna.
Luna melihat telapak tangannya yang sedikit gemetar.
'Bertemu orang penting ya... Apakah aku akan diperlakukan dan dipandang rendah lagi oleh orang-orang penting itu seperti terakhir kali?' tanya Luna dalam hati, matanya berkaca-kaca karena tiba-tiba mengingat kejadian buruk di Paris malam itu.
Luna meletakan tangan di dadanya merasakan detak jantungnya yang berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya sambil memejamkan mata.
'Aku harap semua berjalan lancar.
Semoga aku tidak membuat kesalahan apapun dan tak ada kejadian apapun yang dapat merusak suasana bahagia pesta.
' pikir Luna berharap.
"Hhhhhhh~" Luna menghela nafas untuk menenangkan hatinya.
"Apa yang sedang kau pikirkan.
" Tanya Max tiba-tiba datang menghampirinya.
"MAX!?" Ucap Luna kaget.
Max pun duduk di sofa samping Luna.
"Kau mengkhawatirkan sesuatu?" Tanya Max.
"Aku baik-baik saja.
" Jawab Luna tanpa memandang ke arah Max.
Luna tak mau Max melihat ia yang sedang terguncang karena mengingat kejadian buruk malam itu.
Ia sangat yakin wajahnya pasti terlihat menyedihkan karena ia merasa tadi air matanya hampir saja jatuh.
Max hanya menatap Luna tampak tak yakin dengan jawaban Luna yang bertolak belakang dengan wajahnya yang tadi terlihat sedih dan mengkhawatirkan sesuatu di tambah sekarang Luna tak mau menatapnya.
Luna pun bangkit dari sofa dan berjalan ke dapur seolah menghindarinya.
'Apakah ia masih trauma dengan segala hal yang berhubungan dengan pesta? Aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa sesuatu seperti itu tidak akan lagi terjadi padanya.
' ucap Max dalam hati sambil mendengar langkah kaki Luna yang semakin menjauh.......-Sore hari-Luna dan Max sudah sampai di hotel tempat acara di laksanakan, mereka memesan kamar untuk menyiapkan diri.
"Nyonya, perkenalkan saya Sarren, saya yang akan merias anda untuk pesta nanti malam.
" Ucap Sarren.
"Baik.
Mohon bantuannya.
" Ucap Luna.
Sumber:Internet