. Happy Reading guyss!! ...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒"Baik.
Karena Luna sudah menjalankan tantangan yang diberikan ayo kita lanjutkan lagi.
" Ucap Harry semangat dan mencairkan suasana.
"Um.... Bolahkah aku berhenti berm-..." Ucap Luna.
"Tidak! Ayolah Luna... Permainan ini tak seru jika orangnya sedikit.
Satu putaran lagi yaa, setelah itu kau akan ku bebaskan.
He.
" Ucap Harry tersenyum ceria.
Luna hanya mengangguk pasrah....Permain berlangsung dengan sengit.
Mereka tampak beradu strategi agar tak kalah.
Luna yang baru saja kalah, tak ingin jatuh ke lubang yang sama.
Sudah cukup memalukan baginya menghubungi dan mengucapkan kata-kata seperti itu kepada Rayand.
Ia bahkan takut membayangkan respon Rayand karena Max yang tadi langsung mematikan panggilannya.
Rayand pasti sangat marah karena menganggapnya tidak sopan, ditambah lagi Max yang terlihat kesal setelah ia menghubungi Rayand.
'Dia pasti salah paham lagi.
' Lirik Luna pada Max sekilas.
"Hhhh~"Luna menghela nafas lalu meminum air di sebelahnya.
'Hn? Air apa ini? Warnanya seperti air mineral, namun rasanya agak aneh.
Apakah aku salah mengambil air?' pikir Luna sambil melihat gelasnya dan gelas Isabel diletakan berdekatan, saat ia ingin mengatakan pada Isabel tiba-tiba pandangannya buram dan kepalanya sakit.
"Ugh... Luna refleks memegang kepalanya yang pusing.
Dunia tampak berputar-putar di pandangannya hingga membuatnya merasa mual dan tumbang ke arah Max.
"Luna!" Panggil Max khawatir.
"Max.... Hik.." Ucap Luna bergumam sambil cegukan.
Saat Max lebih dekat pada Luna ia sekilas mencium aroma Vodka.
"Vodka? Siapa yang membawa Vodka kemari!" Tanya Max marah.
"Up apakah dia meminum milikku? Akulah yang membawanya.
Tapi aku hanya menuang di gelasku.
" Ucap Isabel santai sambil mengeluarkan botol Vodka dari tasnya.
"Salahnya yang mengambil milik orang sembarangan, bukan begitu Sania?.
" Tanya Isabel santai.
Sania hanya menatap Isabel tanpa merespon apapun.
"Hei Isabel, bukankah sudah ku bilang untuk tidak membawa alkohol atau sejenisnya karena Luna pasti akan terganggu, ia tak terbiasa dengan itu.
" Ucap Harry.
"Kenapa aku harus mengikuti aturanmu dan menyesuaikan dengannya? Salahnya mengambil gelas yang salah, kenapa aku yang disalahkan disini?! lagipula dia hanya minum seteguk saja sudah mabuk, dasar orang kampung!.
" Ucap Isabel menyindir.
"Kau...! Enyah dari-...." ucapan Max terpotong karena Luna tiba-tiba berdiri dengan sempoyongan.
" Aku... Me-... Mengan... Ucap Luna dengan pandangan kosong, cegukannya belum menghilang sehingga ia sulit berkata-kata.
" A-...ku ingin... Ucap Luna dengan wajah yang sedih seperti akan menangis, saat ia akan melangkah ia lalu tumbang dan di tangkap oleh Max dan akan ia bawa ke kamar mereka agar Luna istirahat.
Harry dan teman-temannya hanya menatap satu sama lain, Harry melihat wajah teman-temannya yang menunjukan ekspresi berbeda, ada yang bingung, canggung, kesal, dan yang tidak berekspresi sama sekali yaitu Sania.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami.
Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sumber:Internet