Gelap

Contrac Nikah Dengan Mr Ceo 49

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Contrac Nikah Dengan Mr Ceo 49

. Happy Reading guyss!! ...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒-Malam hari-Saat bibinya pulang setelah mengganti infus Luna yang sudah tertidur, Max lalu berbaring di sofa dalam kamar.
Ia tidak tidur di ranjang yang sama dengan Luna seperti biasa karena khawatir Luna semakin membencinya dan ia juga tidak tidur dikamar lain karena bagaimana pun Luna masih sakit, ia tak mungkin meninggalkannya tanpa penjagaan.
Beberapa jam setelah Max memejamkan mata dan terlelap, samar-samar ia mendengar suara Luna.
"Ug Aku mohon ja-..jangan lakukan i Ucap Luna meracau tak jelas, tangannya yang bergerak gelisah di udara seperti melakukan perlawanan karena diserang sesuatu.
"Luna...?" Pikir Max masih setengah sadar.
"Ugh... u uhuk.. Siapapun tolong aku... Ugh... Ma-...maxime... Tolong aku... Maxime... Ucap Luna semakin pelan karena ia sekarang sedang sulit berbicara dan bernafas.
"Luna?!" Ucap Max yang akhirnya  benar-benar sadar dari rasa kantuknya, ia lalu berlari ke arah Luna yang keadaannya sudah sangat mengkhawatirkan.
Infus di pergelangan tangannya terlepas dan entah seberapa kuat Luna menggerakkan tangannya hingga dari bekas infus yang terlepas terdapat luka yang darahnya terkena seprai dan selimut.
Max lalu menahan tangan Luna yang terluka agar tidak banyak bergerak yang justru menyebabkan darah semakin banyak keluar.
"Ag Tolong tinggalkan aku... Ucap Luna yang masih meracau.
"Luna sadarlah!" Ucap Max berusaha membangunkan.
"Ugh A-..aku... Mo Ucap Luna lemas.
"Luna....!" Panggil Max lagi sambil menepuk pelan pipi Luna.
" Berhen Aku Tolong aku.
" ucap Luna.
"Luna buka matamu!" Ucap Max tegas.
Deg...."HaLuna akhirnya membuka mata dengan nafas yang memburu.
Tangannya yang terluka dan masih dipegang oleh Max di abaikan olehnya, karena ketakutannya ia menjadi tidak peka akan rasa sakit di luka bekas infus, meski darah sudah banyak tercecer dari sana.
"Ma...x?" Panggil Luna dengan tatapan kosong.
Saat ini antara halusinasi dan kenyataan nampak masih tumpang tindih di kepalanya.
"Kau baik-baik saja? Infusnya-..""Paman jahat i Dia kembali.
" Ucap Luna sambil berlinang air mata.
Max awalnya bingung namun beberapa detik ia sadar bahwa Luna membicarakan tentang masa lalu.
"Dia tidak mungkin kembali, dia sudah tiada.
" Ucap Max menenangkan Luna, Max terus gelisah karena darah dari pergelangan tangan Luna belum berhenti.
Luna menggelengkan kepalanya sambil mengedipkan matanya beberapakali karena kejadian traumatis masa kecilnya sekarang seperti berputar di kepalanya seperti potongan film pendek yang membuatnya ia gemetar ketakutan.
"Dia mencoba me-... mem-... mem Luna tergagap tak bisa menyebutkan perkataanya.
"Ugh... d-..dia meraba tubuhku, lalu aku memberontak dan lari ke WC.
D-..dia kemudian menendang-nendang WC nya sambil berteriak memanggil namaku.
" Ucap Luna gemetar, ia terlihat semakin takut.
"Luna-..." "Aku takut Max... Aku sangat takut padanya.
" Ucap Luna masih menangis.
"Ssshh Tak apa.
Ada aku, aku akan melindungimu.
" Ucap Max sambil mengusap kepala Luna agar ia lebih tenang.

Sumber:Internet