. Happy Reading guyss!! ๐โค๏ธ...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐"A-anda sakit jiwa!?" Ucap Luna syok.
"Aku serius, dan aku bersedia membayar semua hutang mendiang ayahmu.
" "Apa-apaan ini? Sekarang apa lagi yang kau pertaruhkan kepada temanmu!" Ucap Luna kesal.
"Taruhannya adalah perusahan yang aku pegang saat ini, jika aku tidak menikah sebelum usia 28 tahun perusahaannya akan berpindah tangan.
" Jelas Max.
"Hhhhh~ Maaf pak, tapi saya tidak peduli.
" Ucap Luna mencoba menahan emosi.
"Hanya ini kesempatanmu untuk membayar hutang dan hidup tenang.
Aku tau kau pasti sudah muak di tagih hutang, padahal kau tidak menggunakan uang itu sama sekali.
" Ucap Max.
"Dari mana anda tau semua itu! Anda menguntit saya, ya!?" Tanya Luna.
ย "Gampang bagiku untuk mencari sebuah informasi.
Semua informsi tentang dirimu sudah berada di tanganku.
Kau lulus sebagai kriteria calon istri yang aku inginkan.
""Apa yang-...""Ayo bekerja sama, kita hanya perlu menikah selama tiga tahun, setelah itu kita akan bercerai.
Aku juga akan membayar hutang ayahmu senilai 300 juta itu.
Setelah kita bercerai, aku juga akan memberikan uang 10 M.
""......."Luna diam seribu bahasa karena masih syok mendengar ucapan Max.
"Katakan sesuatu.
" Ucap max yang melihat Luna tidak berbicara apapun"Kau datang lagi untuk menghancurkan hidupku? Kau bisa mencari wanita lain, aku tidak tertarik sama sekali.
" Ucap Luna dingin.
"Hanya kau wanita yang memenuhi persyaratan, dan hanya aku yang bisa menyelesaikan masalahmu.
Tidak ada yang dirugikan disini.
"Luna berdiri dan berjalan melewati Max, jujur saja ia sungguh muak dengan semua ini.
Ia muak dengan orang kaya yang seenaknya melakukan apapun dengan uang yang mereka miliki.
Baru saja ia akan meraih gagang pintu kesehatan, Max mengucapkan sesuatu yang ia tidak pernah ceritakan pada siapapun.
"Jika kau tidak melunasi hutang ayahmu dalam dalam dua bulan ini, kau akan dipenjara.
"Luna tersenyum miris mendengar ucapan Max.
"Tidak semua yang anda inginkan bisa anda dapat dengan uang.
Aku tidak butuh uangmu, cari saja wanita lain yang lebih membutuhkannya.
" Ucap Luna.
Cklek...Brak....Luna membanting pintu keras.
Ia tidak peduli jika Max mengadukan sikapnya yang tidak beretika kepada pak Felix.
Ia sungguh benar-benar muak.....Luna pergi berjalan pincang keluar, meninggal Max sendirian di ruang kesehatan.
Jalannya pelan dan memegangi dinding kantor untuk menjaga keseimbangannya agar mencapai ruangan kerjanya.
Luna kembali mengerjakan tugasnya tanpa peduli apapun dan mencoba melupakan kejadian di ruang kesehatan di kantornya.....Jam pulang kerja tiba, Luna lagi-lagi memesan Taxi karena rasanya kepalanya sangat pusing dan badannya mulai panas, Luna berfikir ini mungkin efek lebam dan nyeri di kakinya.
Kakinya pun rasanya semakinย sakit sekarang.
Setelah sampai di rumah, Luna membersihkan diri.
Malam ini ia berencana tidur lebih awal berharap besok tubuhnya lebih sehat dan segar.
Ia beruntung sebelum pulang Jane membelikan makanan untuknya, jadi ia tak perlu repot-repot memasak untuk makan malam.
Saat makan, tiba-tiba handphonenya berbunyi tanda ada pesan masuk.
Luna pun membuka pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal.
"Aku masih menunggu persetujuanmu.
Pikirkan baik-baik.
"
Sumber:Internet