. Happy Reading guyss!! ...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒"Kalau begitu kami permisi.
Terima kasih dokter.
" Ucap Max.
"Sama-sama tuan, dan untuk nyonya, anda sudah bisa mulai pemeriksaan dan konsultasi di hari esok.
" Ucap dokter sambil menatap Luna dengan senyuman.
Ia merasa pasangan didepannya ini termasuk pasangan dengan respon tak terduga yang sangat sulit di tebak.
Mereka tidak keliatan senang ataupun tidak keliatan kecewa.
'Mereka pasti sangat terkejut sampai bingung berekspresi seperti apa.
' pikir dokter....Dalam perjalanan pulang baik Luna dan Max tidak ada yang berbicara.
Bukannya Maxime tidak peduli atau tidak mau tau tentang perasaan Luna terkait berita kehamilan yang baru saja mereka dengar, namun ia memilih untuk menanyakannya saat sampai di rumah.
Ia khawatir akan ada argumentasi atau sejenisnya di dalam mobil yang akan membahayakan mereka berdua ketika ia tak fokus menyetir.
Langit mendung dengan hujan yang belum reda membuat suasana di mobil semakin suram.
Luna melihat ke kaca bagian samping memalingkan wajahnya dari Max.
Entah apa yang ia pikirkan, Max tidak tau.
Walau sangat penasaran, namun ia menahannya dan akan mencari tahu semuanya saat mereka sampai di rumah....Akhirnya mereka sudah sampai di rumah.
Max dan Luna masih terdiam di tempat, tidak ada yang berinisiatif untuk keluar mobil.
"Luna..." Panggil Max.
"....." Luna terdiam masih memalingkan wajahnya melihat ke arah samping kaca mobil.
"Luna kau tidak ingin keluar dari mobil dan masuk ke rumah?" Tanya Max pelan.
"Duluan saja.
" Ucap Luna.
"Kenapa kau tidak memandang wajahku ketika berbicara? Aku tidak mengerti perasaanmu jika kau tidak mengungkapkannya.
" Ucap Max.
"...."Tidak ada respon dari Luna.
Setelah lama terdiam, tiba-tiba terdengar isakkan dari Luna.
"Luna kau menangis?" Tanya Max memegang bahu Luna dan menariknya pelan agar ia dapat melihat wajah Luna.
"Luna lihat aku sebentar.
Ayo kita bica-..." Ucap Max.
Max terkejut saat melihat wajah Luna menangis sedih.
Refleks Max memeluk Luna dan menepuk-nepuk punggungnya berharap Luna akan tenang.
"Maaf.
" Ucap Max merasa bersalah.
"Maaf telah menyeretmu terlalu jauh.
" Lanjut Max.
"...." Luna masih belum menanggapi dan masih menangis di pelukan Max.
"Aku akan melakukan segalanya untukmu dan menerima hukuman pelanggaran kontrak.
Maafkan aku Luna, semuanya diluar dugaanku.
Tolong katakan sesuatu, aku tak mau kau menyimpannya sendiri.
" Ucap Max.
"....." Luna masih tak merespon namun Max merasa Luna semakin tenang, karena nafasnya mulai teratur.
Akhirnya Max hanya menepuk punggung Luna tanpa bicara apapun.
Membiarkan Luna tenang dalam pelukannya.
"Max... A-... aku... aku merasakan deja vu.
Hari dimana aku mengetahui telah dijadikan bahan taruhan bersama teman-temanmu.
Hari dimana aku direndahkan oleh Dion dan dipandang sebelah mata oleh teman-temanmu setiap kali bertemu.
" Luna terdiam beberapa saat, menarik nafas.
"Tolong katakan sejujurnya padaku Max.
Apakah kau memanfaatkan ku karena Sania tidak ingin melahirkan anakmu? Apakah ia khawatir jika melahirkan anak akan merubah bentuk tubuhnya dan mengganggu karirnya sebagai artis.
Aku juga mendengar bahwa kau harus punya anak dalam waktu 5 tahun agar tidak tergeser menjadi CEO, apakah kau memanfaatkanku untuk terus mempertahankan posisi itu? Katakan Max.
Tolong jujur padaku.
Aku benci dibohongi.
" Ucap Luna masih dalam pelukan Max sambil memukul dada Max.
Ia harusnya menjauh dari Max karena sedang curiga padanya.
Tapi entah kenapa tubuhnya enggan melakukan itu, entah kenapa pelukan Max sangat nyaman dan membuatnya tenang.
Sumber:Internet