. Happy Reading guyss!! ...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒" Teriak Sania sambil menghancurkan barang-barang didekatnya.
Sania baru saja bangun tidur dan mendapatkan banyak berita-berita buruk.
Namun yang lebih membuatnya jengkel adalah kabar kehamilan Luna.
"Arghhhhh Sial! Jangan-jangan ini semua karena malam itu! Malam itu Max menolakku dia pasti 'melakukannya' dengan wanita miskin itu!" Pikir Sania marah.
Dddrr DrrrtttHandphone Sania bergetar karena ada panggilan masuk.
"Apa!?" Bentak Sania.
"Kau sudah gila! Apa yang sudah kau lakukan? Sebulan lalu kita sudah susah payah memikirkan cara agar kau kembali ke dunia entertaiment, dan sekarang dengan gampangnya kau menghancurkannya karena tindakan bodoh dan ceroboh seperti itu!" Ucap orang di telfon marah.
"Itu kejadian lama! Lagipula karyawan rendahan itu juga sudah di pecat, ia pasti iri karena kesuksesanku.
Kau juga sebagai manager harusnya bisa bicara pada perusahaan untuk membereskan karyawan itu!" Teriak Sania marah.
"Kau menyalahakanku sekarang!?Lalu bagaimana dengan CCTV itu.
Kau benar-benar.... Ugh... Aku sudah tidak tau bagaimana cara membereskannya kali ini.
Berani-beraninya kau melawan Maxime Anderson.
Ia sudah menikah, mana mungkin ia masih menyukaimu!" Ucap manager frustasi.
"Dia menikah karena perintahku! Tentu ia masih menyukaiku, aku yakin i Telepon terputus.
"Ch! Sialan!" Maki Sania geram.
"Wanita itu! Dia memanipulasi semua orang untuk menyukainya.
Seharusnya aku lah yang berada diposisi itu! Jika saja hari itu aku tak menolak Max, pastilah aku yang akan menikah dengannya! Max milikku.
Tempat itu milikku.
!" Ucap Sania marah......Semakin hari semakin banyak hujatan yang datang kepada Sania.
Portal berita online bahkan berlomba-lomba membuat artikel yang penuh prasangka hingga menyudutkan Sania.
Tentu mereka tidak mau kehilangan momentum viralnya kasus Sania, semakin banyak orang mengklik dan penasaran dengan berita yang mereka publikasi, maka semakin banyak keuntungan yang mereka peroleh.
Max bahkan tidak perlu terlalu bekerja keras untuk menjatuhkan Sania.
.."Bagaimana? Apakah masih pusing?" Tanya Max.
"Sudah jauh lebih baik.
" Jawab Luna.
Tak terpengaruh oleh kegaduhan diluar, Luna dan Max sedang duduk di ruang tengah.
Luna duduk di lantai, sedangkan Max duduk di atas sofa sambil memijat kepala Luna.
Beberapa waktu lalu Luna muntah-muntah dan mengeluh pusing, Max ingin memanggil dokter namun Luna melarangnya, Luna mengatakan bahwa ia sedang tak ingin bertemu orang luar, ia hanya ingin istirahat dan tidur saja.
Luna tau morning Sickness nya akan reda setelah tidur dan istirahat, namun karena kepalanya pusing Luna menjadi sulit tidur.
Max dengan perasaan khawatir menawarkan pijatan kepala untuknya dan dengan senang hati Luna menerimanya.
"Max..." Panggil Luna.
"Ada apa?" Respon Max.
"Beberapa jam lalu aku menonton drama Korea favoritku.
Aku tak menyangka ada adegan wanita hamil di drama itu.
" Ucap Luna.
"....."Max masih diam mendengarkan.
"Ada seorang suami istri yang kecelakaan lalu lintas, sang istri yang hamil sedang kritis, lalu dokter meminta suami untuk memilih siapa yang harus diselamatkan.
" Ucap Luna.
Sumber:Internet