. Happy Reading guyss!! ...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐Luna terbangun dari tidurnya.
Sekarang waktu menunjukan pukul 4 sore.
Tiba-tiba ia merasa ingin buang air kecil, karena ia sendirian di dalam kamar, pelan-pelan Luna bangun dan berjalan menuju toilet yang ada di kamarnya.
Sebenarnya ia diberitahu jika ada apa-apa ia bisa menekan tombol di dekat ranjangnya dan dokter atau perawat akan datang, namun karena tak ingin merepotkan orang lain, Luna memutuskan melakukannya sendiri.
Pelan-pelan ia berpegangan pada meja, sofa, dinding, atau apapun yang bisa membantunya menyangga tubuh hingga akhirnya ia sampai ke toilet.
Setelah buang air kecil tiba-tiba ia merasa mual.
"Uweeekk.... Uweeekkkk.... Uweeekkk...." Tanpa di duga Luna muntah-muntah sampai ia tak mampu menahannya.
Tak ada apapun di muntahan Luna, hanya lendir dan sedikit cairan darah karena ia hanya diberikan nutrisi melalui infus agar tidak merasa lapar.
"U U U Lagi-lagi Luna batuk, namun ia merasa tidak terlalu menyakitkan seperti beberapa hari yang lalu.
Luna bersyukur bahwa ia tak mengeluarkan darah yang banyak lagi.
Itu menandakan bahwaย dokter bekerja dengan baik sehingga kondisinya jauh lebih baik.
"U U Uweeekk...""Nyonya Luna!?" Panggil Ajudan wanita yang terkejut melihat Luna yang batuk dan muntah-muntah terlebih ada sedikit darah di muntahan itu.
"Yang mana yang sakit nyonya? Saya akan panggilkan dok-...." Ucap agen wanita itu terputus.
"Tidak perlu.
" Ucap Luna langsung memotong.
"Ta"Daripada itu apakah Max ada membalas pesanku?" Tanya Luna.
"Belum nyonya.
Tapi tuan Max sudah mendarat dengan selamat 1 jam yang lalu.
" Ucap ajudan wanita menenangkan Luna.
"Syukurlah.
" Ucap Luna.
"Mari nyonya, saya akan membantu anda kembali ke ranjang.
Saya juga membawa makanan untuk anda.
" Ucap ajudan.
Luna hanya mengangguk dan kemudian dibantu untuk kembali ke tempat tidur.
Setelah sampai di tempat tidur Luna pun memakan bubur yang telah disiapkan untuknya...."Nyonya saya harap lain kali dapat memanggil saya dengan cara menekan remote di sebelah sini, saya akan langsung datang menghampiri anda.
" Ucap ajudan.
"Iya, aku mengetahuinya.
Hanya saja tadi karena halnya sepele aku merasa tak perlu bantuan.
" Ucap Luna.
"Sesepele apapun itu tolong panggil saya nyonya.
Saya mohon, jika terjadi sesuatu pada anda tuan Max akan sangat khawatir.
" Ucap ajudan.
"Baiklah.
Maafkan aku.
Lain kali aku akan memanggilmu" Ucap Luna.
Luna kemudian fokus makan.
Diam-diam ajudan wanita menyalakan kamera video dari ponsel yang ia simpan di sakunya.
Setelah Luna selesai makan, dokter tiba dan selesai melakukan pemeriksaan.
Ajudan wanita sudah mengirimkan video Luna yang sedang makan kepada Max dan menginformasikan bahwa tadi Luna muntah dan batuk-batuk serta ada bercak darah di muntahan Luna.
"Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Max memastikan.
"Dokter mengatakan nyonya Luna baik-baik saja.
" Balas ajudan.
"Baiklah, jaga dia dan tetap laporkan kegiatannya.
" Balas Max.
"Baik tuan.
"Ajudan wanita itu merasa aneh karena tuannya cepat membalas pesannya seolah tuannya tak ingin melewatkan apapun berita mengenai nyonya Luna, namun ia sendiri tidak membalas pesan yang dikirim oleh nyonya Luna yang terlihat sangat menunggu balasan.
Sumber:Internet