. Happy Reading guyss!! ๐โค๏ธ... ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ Dokter Hana bergegas mendekatiย Max dan Luna dengan wajah menyeramkan.
Ple "Ugh... Kenapa menyentil ku? Itu sakit!" Ucap Max yang kaget tiba-tiba bibinya menyentil dahinya dengan kuat.
"Kau apakan pasienku hingga menangis, Hah?!" Tanya dokter Hana marah.
"Dia ingin pergi bekerja dan aku melarangnya.
" Ucap Max kesal tak terima disentil.
"Benar kah itu sayang?" Tanya dokter Hana pada Luna untuk memastikan.
"Sa-saya harus segera bekerja dokter.
" Ucap Luna.
"Tidak boleh sayang, kondisimu masih lemah.
Kau disini saja ya.
Hanya empat hari, aku mohon padamu.
" Ucap Hana sambil mengelus kepala Luna.
Karena perlakuan dokter Hana yang lembut padanya, Luna hampir luluh namun karena ia teringatย biaya rumah sakit, ia pun tetap menolak.
"Ta Saya harus bekerja dokter.
Um... Saya juga tidak yakin bisa membayar tagihan jika lama disini.
" Ucap Luna.
"Tenang saja, kamu tidak usah bayar ya... Aku yang akan tanggung semuanya.
" Ucap dokter Hana.
"Um.. maaf dok, saya rasa dokter tidak perlu menanggung biayanya untuk saya.
Saya tidak ingin berhutang dan merepotkan siapapun.
" Ucap Luna.
"Shh Tenanglah sayang.
Sekarang kamu tidur saja ya... " Ucap dokter Hana kembali fokus membujuk Luna sambil memabringkan Luna lembut kemudian ia menyuntikan sesuatu ke infus Luna.
"Dok Saya harus segera pergi bekerja.
" Ucap Luna masih bersikeras.
"Tubuh dan kakimu masih belum memungkinkan sayang, nanti jika dipaksa akan terjadi infeksi, kau akan kerepotan dan semakin sakit.
Disini saja dulu ya.
" Ucap dokter Hana.
"Dok, tapi saya yakin saya tidak apa-apa.
Ucapan Luna terhenti karena ia merasa pandangannya semakin buram.
"Hm? Apa kau mengucapkan sesuatu?" Tanya dokter Hana.
" ya...." Ucap Luna berusaha berbicara namun ia sudah tidak mampu lagi menahan kantuknya dan perlahan menutup mata.
Saat Luna sudah tidur dokter Hana keluar dan melewati Max.
"Kau masih ingin disini?" Tanya dokter Hana.
"Aku ingin duduk sebentar.
" Ucap Max.
"Baiklah.
Jangan macam-macam dengan pasienku" Ucap dokter Hana, kemudian pergi meninggalkan Max dan Luna...... -Malam hari- Luna membuka matanya, ia melihat ke arah jendela dan mengetahui bahwa hari sudah malam.
Di sofa ia melihat Max yang berbaring dengan lengan yang menutup matanya sertaย beberapa kertas yang ada di atas dadanya.
"Hhhhh~ Kenapa dia masih disini? Aku juga kenapa malah tertidur? Lagi-lagi aku tidak masuk kerja.
" Ucap Luna dalam hati.
Luna duduk menyandar di ranjangnya sambil melihat langit dari jendela kaca besar di ruangan kamarnya.
Lalu pandangannya lagi-lagi ke arah Max.
Luna melihat Max yang terlelap di sofa.
Ia memejamkan matanya sambil berfikir.
'Ck.... Kenapa aku merasa berhutang budi seperti ini padanya? Rasanya sangat tidak nyaman.
' pikir Luna.
"Kau butuh sesuatu?" Tanya Max tiba-tiba hingga membuat Luna kaget dan membuka matanya.
Sumber:Internet