Gelap

Contrac Nikah Dengan Mr Ceo 70

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Contrac Nikah Dengan Mr Ceo 70

. Happy Reading guyss!! ...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒"Hik "Luna menangis di sudut rooftop rumah sakit yang luas.
Ia bahkan tidak peduli tangannya berdarah karena infusnya terlepas entah kenapa.
"Rahimnya rusak 30% karena obat penggugur kandungan.
Ia... Ia akan sulit mendapatkan anak, dokter bahkan menyarankan pengangkatan rahim karena jika ia berhasil hamil nyawanya akan dalam bahaya.
" "Ke..na Harus aku.
" Ucap Luna.
"Hik UgLuna menangis sesenggukan tak menyadari Max sudah berada disana.
Max memperhatikannya dari tempat yang lumayan berjarak, ia tak mendekati Luna karena ia tau Luna perlu waktu untuk sendiri dan menerima semuanya.
..Sudah 30 menit berlalu, walaupun tangisannya sudah mulai mereda, Luna masih tak beranjak dari posisinya.
Max sangat khawatir karena angin malam menerpa tubuh Luna yang baru saja mulai membaik.
Ia tak mau Luna sakit lagi padahal sekarang kondisinya sudah mulai stabil.
'Haruskah aku mendekatinya?' Max pelan-pelan berjalan mendekat.
Semakin dekat semakin ia ragu.
'Apakah Luna akan membenciku? Apakah ia akan meminta untuk berpisah? Aku tak bisa melepaskannya, tapi jika ia yang memintanya aku tak yakin bisa menahannya.
Tidak! Pasti ada cara agar ia tetap bersamaku.
Benar, kontrak pernikahan kami masih satu tahun, aku harus menggunakan alasan itu un ' pikir Max berhenti berfikir karena ia sudah berada di depan Luna yang menyembunyikan wajah di lengannya yang bertumpu di lutut.
Tatapan Max langsung tertuju ke pergelangan Luna yang berdarah karena infus yang terlepas.
Max lalu berjongkok dan memegang pergelangan tangan Luna.
"Luna, saatnya kembali.
Angin bertiup kencang dan malam mulai dingin, sepertinya akan turun hujan.
" Ucap Max sambil memegang tangan Luna.
"....." Luna diam tak merespon.
"Luka di pergelangan tanganmu juga harus diobati.
" Ucap Max.
Luna kemudian menarik tangannya yang di pegang oleh Max.
"......." Max terdiam, jantungnya berdetak kencang karena khawatir Luna membencinya.
"...." Luna juga diam tak mengatakan apapun.
"Baiklah jika kau tidak ingin masuk, aku juga akan disini.
" Ucap Max yang kemudian duduk di dekat Luna.
Angin mulai betiup semakin kencang, guntur pun beberapa kali berbunyi, hujan pasti akan turun sebentar lagi.
Lama mereka terdiam sampai akhirnya Luna mengatakan sesuatu.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Luna masih menutup wajahnya dengan lengan yang menumpu pada lutut.
"Membawa mu masuk ke dalam.
" Ucap Max singkat.
"Kenapa?" Tanya Luna.
Walau pertanyaannya terdengar aneh, tapi Max tetap menjawabnya.
"Sebentar lagi hujan akan turun, aku tak ingin kau sakit lagi.
" Ucap Max.
"Nomor 3.
" Ucap Luna.
Max diam beberapa saat untuk memahami maksud ucapan Luna, namun tetap saja ia tak memahaminya.
"Apa maksudmu?" Tanya Max.
"Aturan nomor 3 : Dilarang mencampuri urusan masing-masing.
Kau sebaiknya pergi dan jangan menggangguku.
" Ucap Luna.
Gerimis mulai turun perlahan-lahan.
Max melihat ke langit dan menghela nafas.
Untuk kesekian kalinya ia sangat kesal atas aturan yang ia buat sendiri.
Hujan mulai membasahi sekitar, jika ia tak berhasil membuat Luna kembali, ia akan memaksanya dengan cara apapun, ia tak mau kondisi Luna kembali turun.

Sumber:Internet