Gelap

Contrac Nikah Dengan Mr Ceo 72

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Contrac Nikah Dengan Mr Ceo 72

. Happy Reading guyss!! ...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒-Rooftop rumah sakit-"Bagaimana kabarmu?" Tanya Max.
"Aku baik.
Bagaimana denganmu?" Tanya Luna.
"Aku-... Bagaimana aku bisa baik-baik saja jika istriku meminta cerai.
" Ucap Max jujur.
"Maaf.
" Ucap Luna pelan.
"Aku tidak profesional menyelesaikan kontrak.
" Ucap Luna memainkan kukunya karena merasa tak nyaman dengan situasi ini.
"Aku sama sekali tidak menyalahkanmu.
Aku menyadari keputusanmu seperti ini akibat dari kelalaian ku.
" Ucap Max.
".....""....."Mereka berdua terdiam beberapa saat, menikmati angin yang menerpa tubuh mereka.
"Ayah dan kak Felix sudah tau mengenai keinginanmu untuk berpisah.
" Ucap Max memecah keheningan.
"Lalu bagaimana responnya?" Tanya Luna.
"Awalnya keberatan, namun akhirnya mereka menerimanya.
Walau bagaimanapun kebahagiaan mu lah yang penting.
" Ucap Max.
"....." Luna terdiam melihat ujung kakinya.
"Lalu bagaimana dengan ibu?" Tanya Luna.
"Ibu belum mengetahuinya.
" Ucap Max.
"Begi Ucap Luna.
"Karena itu aku ingin membicarakan hal ini padamu.
Kau mengetahui bahwa kondisi ibu menurun setelah tau musibah yang menimpamu.
Aku, ayah dan Felix sepakat untuk tidak memberitahukan apapun pada ibu.
" Ucap Max.
"....." Luna diam sejenak.
"Tapi bagaimana aku bisa pergi jika ibu tidak tau apapun?" Tanya Luna.
"Luna...." panggil Max.
"Hm?" Jawab Luna.
"Apakah kau yakin ingin pergi? Kami menerima keadaanmu.
Semuanya tak mengharapkan kepergian mu.
" Ucap Max.
"Aku-... mempunyai alasan kenapa harus pergi.
" Ucap Luna.
"Kenapa? Apakah kau berfikir kami akan kecewa karena kondisi rahimmu? Apakah kau berfikir kami akan membuangmu setelah kami berhutang nyawa pad-.." Tanya Max terputus.
"Max.... Bisakah kau memberi alasan kenapa aku harus tetap tinggal?" Tanya Luna pelan.
"Apakah alasan keluargaku yang menyayangimu dan-... dan alasan bahwa aku tulus mencintaimu tidak cukup untuk membuatmu tetap tinggal?" Tanya Max.
"Kenapa kau mencintaiku, Max? Aku bahkan tak berguna lagi untukmu.
" Ucap Luna.
"Be-..berguna?" Tanya Max.
"Apakah aku sangat buruk dimatamu? Apakah cintaku serendah itu untukmu? Berguna atau tidak? Bagaimana mungkin kau berfikir aku menganggapmu seperti barang?" Ucap Max tak habis pikir.
"Dua kali-.... Dua kali aku memiliki hubungan denganmu.
Yang pertama sebagai taruhan, yang kedua sebagai istri kontrak.
Bukankah kau memilihku karena aku berguna untukmu?" Tanya Luna, setelah itu Ia menggigit bibir bawahnya dan menunduk, memalingkan wajahnya dari Max.
Luna merasa sudah sangat keterlaluan pada Max yang kali ini benar-benar tulus mencintainya.
"....." Max terdiam tak bisa menjawab, inilah yang ia khawatirkan.
Luna tak percaya padanya karena selama ini ia telah memanfaatkan Luna untuk kepentingannya semata.
Akibat tujuan licik itu Tuhan mengutuknya, matanya dibuka untuk melihat sendiri betapa berharganya seorang Luna Allen yang tidak sepantasnya ia jadikan sebagai taruhan maupun seorang istri kontrak.

Sumber:Internet