. Happy Reading guyss!! ...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐Hari ini Luna melakukan sesi terapi dengan psikolog rekomendasi Rose.
"Saya, Jaseline.
Anda bisa memanggil saya Jess.
" Ucap Jaseline.
"Saya Luna, mohon bantuannya.
" Ucap Luna.
Setelah perkenalan singkat itu Luna akhirnya dijelaskan mengenai sesi terapi dan Luna merasa familiar karena ia pernah diterapi sebelumnya walaupun saat itu tak selesai.
"Saya sudah dengar kondisi anda dari Rose.
" Ucap Jess sambil melihat Rose yang berada di samping Luna.
"Saya akan menyelesaikan pekerjaan Rose mengenai trauma pertama dan setelah itu baru mulai melakukan sesi terapi untuk trauma kedua.
" Ucap Jess.
"Um... Untuk biaya, kira-kira.." "Biaya anda sudah dibayar diawal oleh suami anda nyonya.
Jadi anda tidak perlu memikirkannya lagi.
" Ucap Jess.
Luna terdiam kaget.
Ia tak menyangka Max sudah membereskan semua untuknya....-Perjalanan Pulang-"Kau baik-baik saja?" Tanya Rose yang melihat Luna melamun memperhatikan jalan.
"Ya..." Balas Luna.
"Apa yang akan kau lakukan setelah ini? Aku sarankan kau punya aktivitas, bertemu orang dan memiliki kesibukan bermanfaat adalah salah satu terapi.
" Ucap Rose.
"Aku sedang memikirkannya, hanya saja aku belum punya keputusan.
Bagaimana menurutmu dengan pekerjaan paruh waktu?" Tanya Luna.
Ckittt"Tidak.
" Ucap Rose sambil tiba-tiba mengerem untungnya mereka sudah di area kompleks apartemen yang jalannya sepi.
"......."Luna terdiam kaget.
"Luna, aku tak setuju kau bekerja! Ada apa? Apakah Max tidak memberi kompensasi sebagai bentuk pertanggung jawaban karena tak mampu mempertahankan pernikahan kalian? Jika dia tak mampu memberimu uang, aku masih bi"Rose.
"panggil Luna memotong.
"......-ya.
" saut Rose.
"Dia memberiku terlalu banyak.
Aku bahkan tak nyaman menerimanya.
Lagipula akulah yang mengakhiri semua ini.
" Ucap Luna.
"Maafkan aku Luna.
Aku mohon jangan bekerja, karena mungkin kau akan terbebani oleh tuntutan perusahaan.
Bagaimana jika trauma mu kambuh di depan banyak orang? aku khawatir terjadi apa-apa padamu.
" ucap Rose.
"......"Luna terdiam berpikir.
Karena yang Rose katakan sangat benar.
"Um... Bagaimana dengan kelas piano?" Tanya Rose.
"Bermain musik bisa membuatmu lebih tenang dan rileks.
Bukankah kau suka piano?" Tanya Rose.
Luna mengangguk setuju.
"Akan aku pikirkan.
Terima kasih atas sarannya.
" Ucap Luna......-Satu bulan kemudian-"Baiklah Nona.
Kita mulai sesi terapinya.
Perhatikan bandul ini.
Saya akan menghipnotis anda untuk masuk ke alam bawah sadar.
" Ucap Jess...Setelah tertidur Luna mulai sesi terapi.
Seperti biasa Luna masih belum mampu menerima ingatannya.
Namun setiap terapi, Luna selalu merasa lebih lega.
Matanya selalu basah karena air mata setiap kali selesai tetapi.
Sudah sebulan lamanya Luna tak berkomunikasi dengan Max, namun ia masih sering berkomunikasi dengan keluarga Max.
Lima hari lalu ibu mertuanya mengatakan bahwa telah memaksa Max untuk ke Inggris agar menemui dirinya.
Namun sampai sekarang Luna tak mendapat kabar apapun.
Max sungguh menepati janjinya bahwa ia tak akan bertemu atau menghubungi Luna duluan.
Entah bagaimana Max dapat menyelesaikan situasi ini.
Harusnya Max menghubungi Luna, agar Luna dapat membantu menyelesaikannya.....
Sumber:Internet