Gelap

Contrac Nikah Dengan Mr Ceo 75

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Contrac Nikah Dengan Mr Ceo 75

. Happy Reading guyss!! ...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒Max mengusap kepala Luna pelan, Luna telah di tangani dan sekarang masih belum sadarkan diri.
Tak terasa sudah 4 bulan lamanya ia dan Luna berpisah, sisa 8 bulan untuk mengakhiri secara resmi perpisahan mereka.
Sudah 4 bulan Max tak sedekat ini dengan Luna bahkan ia masih tak percaya bisa mengusap kepala Luna lagi.
Dokter mengatakan ia sakit karena stress dan banyak pikiran, ditambah lagi ia mengalami menstruasi membuatnya kekurangan darah.
Saat Maxime masih mengusap kepala Luna tiba-tiba Luna membuka matanya, namun tatapannya kosong.
"Max..." Panggil Luna.
"......" Max membeku, ia terkejut atas apa yang terjadi.
" Aku bermimpi tentang mu lagi.
" Ucap Luna.
'Dia pikir ini mimpi?' pikir Max.
"Aku.... Berusaha mencari pembunuh anak kita melalui serpihan ingatan yang kembali.
" Ucap Luna.
"Aku tidak tau pasti, Mungkinkah Sania yang-... Ugh... kepalaku sakit, aku tak punya bukti yang kuat, tapi hatiku mengatakan bahwa ia pelakunya.
Aku tidak ingin sembarangan menuduh, tapi-.." Ucap Luna terhenti lalu meneteskan air mata.
"Sh berhenti Luna.
" Pinta Max sambil mengusap kepala Luna.
"Serahkan pada ku.
Aku akan cari tau, jangan terlalu memaksakan diri.
Aku tak ingin kau sakit.
" Ucap Max kemudian berpindah mengusap air mata Luna.
"Pelukan.
" Ucap Luna.
"???" Max menatap Luna bingung.
"Ini hanya mimpi, jadi... Tolong peluk aku, Max.
Selalu berhasil membuatku tanang.
" Ucap Luna.
Max kaget mendengar permintaan Luna, ia kemudian tersenyum tipis.
Max kemudian berbaring di samping Luna karena ranjang Luna cukup untuk dua orang, ia kemudian memeluk dan mengusap punggung Luna.
"Tak apa, tidurlah lagi.
Serahkan semua padaku.
" Ucap Max.
Luna pun tertidur lagi.
Dengan nafas yang tenang.
Melihat Luna sudah tenang, Max pun bangkit dan keluar dari ruangan Luna.
Disana sudah ada ajudan yang menyamar menjadi kurir pengantar makanan yang menunggunya.
"Kau sudah urus semuanya? Jangan sampai istriku tau aku yang mengantarkannya kemari " Tanya Max.
"Sudah Pak.
Semuanya aman terkendali.
Semua CCTV termasuk CCTV mobil yang parkir di area yang anda dan nyonya Luna lewati telah di hancurkan, serta beberapa orang seperti pemilik apartemen, satpam, dokter, perawat, dan resepsionis telah di sogok untuk tutup mulut.
" Ucap Ajudan.......Luna membuka matanya dan melihat ruangan yang tampak tak asing baginya.
Hari juga sudah gelap membuatnya bingung dan mengingat-ingat kejadian yang telah terjadi.
Namun tetap saja ia tak mengingatnya.
Kecuali mimpi itu, mimpi ia bertemu dengan Max, di ruangan ini.
"Tunggu.
Siapa yang membawaku kemari? Jangan-jangan itu bukan mimpi.
Apakah Max yang membawaku kemari?" Pikir Luna panik, pasalnya ia meminta dipeluk Max dan akan sangat memalukan jika itu bukan mimpi.
Luna bangun dari tempat tidurnya.
Dan berjalan keluar, tujuannya adalah meja resepsionis, walau kepalanya masih sedikit pusing ia tetap memaksakan diri.
Sambil membawa infus Luna berjalan pelan menuju resepsionis.
"Suster.
Saya Luna Allen, dikamar 12.
Siapa yang membawa saya kemari, suster?" Tanya Luna tergesa-gesa.

Sumber:Internet