Gelap

Detektif Mesum 13

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Detektif Mesum 13

. Alisa Johnson duduk termenung di meja makan.
Hatinya gelisah menunggu kakaknya yang tak kunjung datang.
Meja makan telah dipenuhi aneka makanan yang tadi dimasaknya.
Sebentar-sebentar dilihatnya jam di dinding kamarnya.
"Clek" suara pintu yang dibuka membuyarkan lamunan Alisa.
"Kakak..!" Panggil Alisa seraya menengok ke arah pintu.
Tapi yang dilihatnya justru David Valley yang menenteng sebuah koper besar.
David berdiri di ambang pintu tanpa ekspresi.
Hatinya bingung harus menceritakan apa tentang kejadian yang dialami Kirk kepada adiknya itu "Mana kakakku?" Tanya Alisa.
David menutup pintu kamar Kirk lalu melangkah mendekati Alisa.
Diletakkannya koper besar itu di sebelahnya.
"Kenapa kau datang sendirian?" Alisa kembali bertanya.
"Maaf, aku datang bukan untuk makan masakanmu" ujar David lirih.
David merogoh saku jubahnya mengambil sebuah kotak kecil.
"Ini" kata David seraya mengulurkannya kotak di tangannya kepada Alisa.
Alisa menerima kotak itu dengan hati bertanya.
"Hadiah dari kakakmu.
Katanya kau ulang tahun ya" ujar David lagi coba menguatkan hati Alisa.
Sesaat Alisa menatap David, lalu pandangannya kembali ke kotak kecil di tangannya.
Perlahan dia membuka kotak itu.
Sebuah cincin nampak tersemat di selipan kotak.
Alisa kembali menatap David.
"Lalu, kakak kemana?" Alisa bertanya lagi.
"Kirk terbunuh oleh Uneo Gank yang akan membangun jaringan narkoba di Monjiro.
Tapi, orang yang membunuhnya telah aku habisi" jawab David.
Alisa terbelalak.
Matanya berkaca-kaca mendengar ucapan David.
Tapi Alisa nampak tegar.
Dia masih berdiri menggenggam kotak kecil itu meskipun hatinya serasa teriris.
"Kau harus bisa menenangkan hatimu, karena kau juga tak ada waktu untuk menangis" sambung David lalu berjongkok di depan koper di sebelahnya.
David membuka kunci koper, lalu membuka penutup koper.
Ternyata koper itu berisi penuh dengan uang.
Alisa kembali terbelalak melihatnya.
David membiarkan koper itu terbuka, lalu menatap Alisa.
"Ini ada uang yang sempat aku ambil dari tempat Uneo Gank.
Dengan uang ini, kau harus melarikan diri secepatnya" kata David.
"Uang? Melarikan diri?" Ulang Alisa tak mengerti maksud ucapan David.
"Ya.
Karena aku sudah membuat Uneo Gank menjadi musuhku.
Uneo Gank pasti akan mencariku.
Dan aku tidak mau kau ikut terlibat" David menerangkan.
"Kenapa harus aku?" Alisa masih bertanya.
"Mereka akan melenyapkan semua titik-titik bahaya?!" David berkata lantang.
"Ah sudahlah, cepat kemasi barang-barangmu" ujar David lagi memerintah Alisa.
"Bagaimana denganmu?" Alisa masih bertahan di tempatnya.
"Aku tetap disini" sahut David.
Alisa diam sejenak mempertimbangkan pilihan.
"Tidak! Aku juga tidak ada niat untuk pergi dari sini!" Kata Alisa lantang.
"Apakah ada tugas untukku disini?" Lanjut Alisa.
David mengernyitkan dahinya tak mengerti.
"Kau butuh partner baru, kan?" Terang Alisa.
David tertegun sejenak, kemudian tersenyum kepada Alisa.
***
Sumber:Internet