. Di sepanjang jalan Mamuro Raya yang tak pernah sepi, seorang laki-laki berjubah hitam nampak berjalan santai membelah kerumunan manusia yang sedang melakukan jual beli.
"Ayo ayo ayo, siapa lagi... Siapa lagi...""Ya dipilih, dipilih, diSuara pedagang yang menjajakan dagangannya sangat memekakkan telinga.
Laki-laki berjubah hitam terus melangkahkan kakinya.
"Katanya tak ada yang selamat kalauย sudah menjadi incarannya.
Ternyata berhadapan denganku saja tidak ada apa-apanya.
Hehehe" gumam laki-laki itu sambil tersenyum sendiri.
"Pak, silakan dicoba.
Ada restoran yang baru dibuka malam ini" seorang anak muda menyodorkan selembar brosur kepada laki-laki berjubah hitam.
Laki-laki berjubah hitam segera menyambar brosur itu dari tangan si anak muda dan terus melangkah.
Namun, sambil melangkah matanya mencoba membaca tulisan pada brosur di tangannya.
"Hah?!" Laki-laki itu membelalakkan matanya setelah membaca kata-kata di kertas brosur.
"AKU KESEPIAN SENDIRI DI NERAKA.
KAU PUN HARUS IKUT MENEMANI AKU.
""DETEKTIF VJ"Tulisan di kertas brosur yang baru diterimanya, membuat laki-laki berjubah hitam seketika menghentikan langkahnya.
Sikapnya langsung waspada.
Dia menoleh ke kiri ke kanan.
Tapi hanya orang-orang berlalu lalang yang nampak biasa-biasa saja.
Hatinya resah.
Ternyata agen detektif VJ masih mengincarnya.
************"Ci Ce Suara kaki yang berlari di dalam genangan air.
" Dengus nafas yang memburu dari seorang gadis yang sedang berlari.
"Hehe Tawa mengejek dari seorang laki-laki yang mengejar perempuan muda itu.
Lari sang gadis terhenti di ujung lorong.
Jalan buntu di depannya membuat kepanikan di hatinya.
"Kak, tolong aku..." Bibirnya berucap pelan penuh harap.
Kepala sang gadis menoleh ke belakang.
Bayangan sesosok manusia semakin mendekat ke arahnya.
"Jangan...! Oh... Kakak...!" Sang gadis hanya bisa berteriak pasrah.
"Yuki...!!" Teriak Linda melonjak terbangun dari tidurnya.
Nafas Linda tersengal-sengal.
Dia mengusap wajahnya untuk membuyarkan bayangan mimpinya tadi.
"Mimpi tentang adikmu?" David yang sudah berdiri di pintu kamar bertanya.
Linda menolehkan kepala seraya mengangguk.
"Iya" jawab Linda pelan.
"Yuk bangun, lalu mandi.
Setelah itu kita cari sarapan" ujar David tersenyum lalu keluar kamar.
Linda masih duduk di ranjang.
Pikirannya melayang membayangkan jika mimpinya tadi nyata.
Linda mengeleng-gelengkan kepalanya menepis bayangan-bayangan buruk di otaknya.
Dia bangkit berdiri lalu bergegas mandi.
***"David, kau selalu sarapan di tempat sejauh ini?" Tanya Linda saat fia dan David berada di sebuah coffee shop.
"Tidak.
Disini baru pertama kali" jawab David seraya mengulurkannya tangan menerima pesanan.
"Eh.." Linda melongo lagi mendengar ucapan David.
Sambil menuang sambal ke dalam piring, mata Linda menatap heran ke arah David.
"Enak juga kok makanan disini" ujar David sambil mengunyah makanan.
Ditatapnya Linda yang sedang melihatnya keheranan.
"Coba lihat keluar jendela" bisik David seolah tau kebingungan Linda.
Meski masih bingung, Linda mendongak kepalanya ke arah jendela.
Sumber:Internet