Gelap

Diary Seorang Istri 11

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Diary Seorang Istri 11

. "Mil, gue kayaknya gak enak badan mil, tolongin gantiin gue ya, kayaknya gue mo pulang duluan.
" Ku lesu-lesukan wajahku.
"Kenapa say, lo sakit?" Mila meraba keningku, "anget sih, apa jangan-jangan lu.." Ujar Milla memperhatikan paras wajahku.
"paan sih lo, ya mil, tolongin sekali ini aja, pusing banget kepala gue.
" Ucapku.
"Ya say, ya udah lo pulang aja, perlu gue anterin?" tanya Milla "Gak usah, gue bawa mobil, mas Adam kan ke Surabaya, jadi gue yang bawa mobil.
" Jawabku.
"Hmm gue tau, pasti sakit kangen nih cieee baru di tinggal beberapa jam aja udah kangen.
" Milla menggodaku.
"Andai semua itu bener Mil... gue gak kaya lo..beruntung lo Mil, suami lo sayang dan perhatian banget" aku hanya tersenyum menanggapi celoteh sahabatku itu.
Untung saja Mila bisa meng hingga pak Budi tidak keberatan saat aku minta izin padanya.
**** Di Toilet lobby aku memperbaiki riasan wajahku, ku perbaiki penampilanku hijabku dan juga pakaianku, duh rasanya aku seperti anak sma yang akan berkencan dengan pujaan hatinya.
Aku memberitahu mas Anto lewat chat, kalau aku sedang otewe, tak lama mas anto mengirimkan sebuah lokasi, kalau aku cek di peta jaraknya sekitar 9 km dari kantorku.
Mas Anto juga mengirimkan chat susulan, kalau dia menunggu di Alfa mart, aku kemudian menyimpan hpku di tas, tak lama kudengar lagi suara pangilan whatsapp.
Kulihat nama suamiku yang memanggil panggilan video, aku cukup gugup, aku tak pernah berbohong pada suamiku, aku takut kalau dia bertanya kenapa aku tidak di kantor.
Posisiku masih di toilet saat itu, aku lalu menjawab panggilannya, kulihat suamiku telah berada di kamar hotel, "Yank aku udah sampai nih baru cek in, kamu lagi apa?" tanya suamiku.
"Aku lagi di kantor yank, ini mau ke Bank, urusan kerjaan.
" Jawabku berbohong, duh ini pertama kali aku berbohong pada suamiku.
"Oh ya udah, yank kata orang kantor gajiku udah masuk, nanti kamu cek ya, kalau kamu mau beli apa pakai aja, aku mo tidur dulu yank, ngantuk banget tadi aku bangun pagi.
" Ujar mas Adam lagi.
Sedikit berdesir hatiku karena merasa bersalah membohongi Mas Adam, memang gajinya semua diserahkan padaku, sedangkan tunjangan dan fee yang dia dapat semua buat dia, itu sudah kesepakatan kami di awal pernikahan.
Gaji mas Adam lebih dari cukup untuk kebutuhan kami berdua, kartu kredit kantor dipegang oleh mas Adam, sedangkan kartu kredit pribadi semua kupegang.
Sebelum keluar aku menyempatkan diri ke ATM yang ada di samping kantor, aku cek memang benar gaji mas Adam telah masuk ke rekening, aku mengambil 10 lembar uang ratusan ribu sebagai pegangan.
Duh hatiku semakin berdesir, di satu sisi aku gugup akan bertemu dengan mas Anto, disisi lain aku merasa bersalah pada suamiku mas Adam, aku ada janji dengan pria lain, duh! Gimana ya.
"Sudahlah maya, pergi saja, bersenang senang lah, jangan hiraukan perasaan bersalahmu, liat saja suami kamu udah membuat kamu sakit kan.." suara hatiku mencoba menyemangatiku.
Kuhela napasku dan aku melangkah keluar dari Atm, di mobil kembali aku menguatkan niatku untuk pergi bersama pria yang membuatku berdebar beberapa hari ini.
*** Dibelakang kemudi, aku terdiam beberapa saat, sekilas keraguan menyelimuti hati kecilku, kutundukkan wajahku di atas kemudi, tiba-tiba suara ketukan kaca mobil membuatku menoleh, wajah petugas parkir kulihat disana, kuturunkan jendela mobil.

Sumber:Internet