Gelap

Diary Seorang Istri 26

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Diary Seorang Istri 26

. "Pak Bud, saya izin pulang siang ini ya, semua kerjaan udah beres, soalnya saya ada urusan.
" Ucap Maya di ruangan Pak Budi.
Pria paruh baya berkacamata tebal itu melihat ke arah Maya, "Ya gak apa-apa May.., ohh kamu mau antar Milla ke rumah sakit?" Tanya Pak Budi.
"Iya sekalian itu juga, gak apa kan ya Ujar Maya setengah merayu.
"Ya gak apa, lagian juga kerjaan kamu udah beres semua, tapi jangan sering-sering ya..gak enak sama yang lain.." ujar Pak Budi.
"Oke pak, thanks ya.." Maya tersenyum dan berpamitan pada atasannya itu, Pak budi hanya tersenyum, Maya sudah seperti anak sendiri baginya, apalagi kinerja Maya diperusahaan cukup bagus dan setiap pekerjaannya selalu selesai dengan sempurna, sehingga tak ada alasan bagi Pak Budi menolak permintaan Maya.
Maya tersenyum-senyum saat menuju meja kerjanya, handphone di sakunya berbunyi, dilihatnya nama suaminya memanggil.
"Assalamualaikum Yank.." sapa Maya "Walaikum salam, yank, itu Milla kenapa ya?" Tanya Adam "Maksudnya?" Tanya Maya tak mengerti.
"Itu loh statusnya kok galau gitu.." jawab Adam.
"Ohh itu, ihh kamu kepo ya suka liat status orang.." Ujar Maya, kemudian Maya menceritakan apa yang terjadi dengan Milla, dan juga soal Fajar yang diduga terkena kanker.
"Ya am ya Fajar.." respon Adam setelah mendengar cerita istrinya.
"Tapi kan belum tentu juga yank, doain aja supaya berita dari dokter adalah berita baik.." ujar Maya.
"Aamiin..." Sahut Adam.
"Yank..kamu nanti gak usah jemput ya..aku pulang sendiri, ohh ya kalau aku pulang terlambat jangan marahin ya.." Ujar Maya.
"Ohh kamu mau temanin Milla ya.." Tanya Adam.
" Maya menjawab sambil menggigit bibirnya, dia sungguh sulit berbohong pada suaminya ini, apalagi sekarang melibatkan Milla lagi.
"Ohh ya yank, kamu nelpon mau nanya status Milla aja?" Tanya Maya.
"Gak juga sih, aku tadi mau kasih tau kamu kalau mungkin nanti aku gak jemput, soalnya ada rapat dengan klien sampai malam, eh malah kamu tadi bilang gak usah dijemput.." jawab Adam.
"Pasti kamu mau ke panti pijat lagi...ya udah teserah kamu aja, aku juga bisa kaya kamu kok.." Ucap Maya dalam Hati, foto-foto saat Adam di panti pijat kembali terngiang di benaknya.
"Kok diem yankk, kamu lagi sibuk?" Tanya Adam membuyarkan lamunan Maya.
"Ya..ya udah ya yank, aku banyak kerjaan nih.." Maya merasa mulai bete, dia tak ingin berlama-lama bicara dengan suaminya.
"Ya..jangan lupa makan ya yank, walau sibuk tetap harus makan.." ujar Adam lembut.
Maya cemberut dan melotot ke arah hpnya, "Ya...ya udah ya..bye likumm.." Maya menutup hpnya.
Di tempat lain di ruang kerjanya, Adam sedikit kaget melihat ke arah hpnya, kenapa tiba-tiba Maya memutuskan telponnya begitu saja, "Ohh mungkin dia lagi emosi mendengar Fajar..." Adam menganggukanggukan kepalanya dan meletakkan Hpnya diatas meja kerjanya.
"Ya masuk.." Sahut Adam.
Dari balik pintu sosok wajah manis muncul sambil tersenyum, "Maaf saya mau berikan konsep materi untuk rapat.
" Anissa berdiri sambil memegang sebuah map berwarna kuning.

Sumber:Internet